Beras Cinta Kasih Untuk Warga Rusun Cinta Kasih

Jurnalis : Indri Hendarmin(He Qi Utara), Fotografer : Erli, Feranika Husodo (Tzu Chi Utara), Wati (He Qi Pusat)
 

foto Pembagian 11,5 Ton beras kepada warga di Rusun II Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2013

Hari Minggu, 6 Oktober 2013 merupakan hari pelaksanaan pembagian beras kepada warga Rumah Susun Cinta Kasih Tzu Chi di Muara Angke. Pagi jam 06.30 kami relawan dari komunitas Hu Ai PIK sudah berkumpul. Total beras yang akan dibagikan adalah 11,6 ton dengan berat 20 kg per karung. Di antara kegiatan pembagian beras yang Tzu Chi adakan di berbagai tempat, bisa dikatakan pembagian beras di sini berlangsung cukup sederhana dan berjalan sangat tertib.

Pelaksanaan pembagian beras ini dilaksanakan di Aula Rusun yang terletak persis di depan dan tengah-tengah rusun sehingga sangat memudahkan warga karena mereka tidak perlu menggunakan sarana transportasi untuk dapat mengambil beras. Begitu mereka hadir, kami mempersilakan mereka duduk dengan rapi ditempat yang telah disediakan untuk mereka.

Acara pagi itu dimulai dengan memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi kepada warga, dilanjutkan dengan memperkenalkan program SMAT (Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi). Kepada semua warga kami bagikan celengan bambu, kami ingin warga setempat juga menciptakan berkah dengan berbuat kebajikan melalui celengan bambu. “Jangan lupa ya Bapak-bapak, Ibu-Ibu. Tiga bulan lagi kita akan bersama-sama membuka celengannya,” ujar Vivi shijie yang tampil sebagai pembawa acara saat itu. Pejabat setempat juga turut mendukung program SMAT. Saat memberikan sambutan, pejabat setempat mengajak warga untuk bersama-sama berbuat kebajikan dengan menunjukkan bahwa ia juga menerima celengan bambu. Kemudian mengajak warga bersama mengangkat celengan sebagai simbol untuk bersama-sama berbuat kebajikan. Yang pasti tak akan pernah tertinggal adalah selalu adanya penampilan isyarat tangan sebagai ciri khas Tzu Chi yaitu lagu Satu Keluarga.

Keterangan :

  • Selain pembagian beras, relawan Tzu Chi juga mensosialisasikan semangat celengan bambu. Para warga pun menerima satu per satu celengan tersebut.

Semangat Bersumbangsih
Ketika ada waktu luang saya berbincang-bincang dengan Sujono Shixiong, ia adalah salah satu relawan di komunitas Hu Ai PIK. Ia dan istrinya, Yessie Shijiebersama-sama bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Perkenalannya dengan Tzu Chi berawal dari DaAi TV. Ia sekeluarga sebelumnya di tahun 2008 tinggal di kota Medan dan tidak jauh dari tempat tinggalnya di kota Medan ada sebuah Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Yessie Shijie pernah mengikuti kegiatan daur ulang di sana. Tapi pada suatu hari ketika mengikuti kegiatan daur ulang anaknya yang masih sangat kecil terkunci di kamar tidur sehingga Sujono meminta istrinya untuk lebih konsentrasi menjaga anak-anaknya dahulu. Karena itu Yessie Shijie sempat vakum selama dua tahun. Ia bergabung menjadi relawan Tzu Chi karena jiwanya terpanggil untuk membantu sesama apalagi di Tzu Chi ia dapat belajar sesuatu yakni belajar untuk mengendalikan tingkah laku dan belajar kedisplinan. Ketika sudah tinggal di Kota Jakarta sekitar bulan Juni 2012, Sujono dan Yessie mengikuti kegiatan Tzu Chi untuk pertama kalinya di Jing Si Books and Café Pluit. Mereka mengikuti kegiatan kunjungan kasih He Qi Utara yang biasa diadakan setiap bulan di minggu pertama. Hingga saat ini mereka sangat senang dapat terus mengikuti kegiatan Tzu Chi.

Selain relawan dari He Qi Utara komunitas Hu Ai PIK, hadir juga empat guru dari Tzu Chi School PIK yang turut membantu kegiatan ini. Salah satunya adalah Chen Ya Ru Shijie yang berasal dari Taiwan. Saat di Taiwan ia masih berstatus Tzu Ching. Mereka atas inisiatif sendiri datang membantu di kegiatan beras ini. Mereka sangat senang dan biasanya suka turut hadir membantu di baksos-baksos. Menurut Chen Ya Ru Shijie, jumlah guru yang hadir biasanya bisa lebih dari sepuluh orang, tapi karena di saat yang sama juga ada pembagian beras di lokasi lain sehingga mereka terbagi di dua lokasi. “Sangat senang dapat membantu hari ini. Di Indonesia saya melihat kondisi yang berbeda dari Taiwan, saya melihat kondisi rumah warga yang kurang bagus jauh berbeda dengan Taiwan. Mengikuti baksos-baksos seperti ini, kami banyak melihat dan belajar, dan merasa mengikuti kegiatan seperti ini sangat pantas kami lakukan dan sangat bermanfaat,” kata Chen Ya Ru Shijie kepada kami.

Sebelum prosesi pembagian beras dimulai, Adenan Shixiongsebagai perwakilan dari Tzu Chi menyampaikan pesan cinta kasih dari Master Cheng Yenyang berisi bahwa beras cinta kasih yang dibagikan akan habis tetapi cinta kasih yang ada di dalam beras tersebut tidak akan habis. Kemudian tibalah acara prosesi pembagian beras. Pembagian beras berlangsung dengan sangat lancar dan tertib. Semua warga dengan sabar menanti giliran. Mereka tidak berdesak-desakan saat antri, karena relawan sudah menghimbau mereka untuk tertib karena beras yang dibagikan sudah sesuai dengan data sehingga setiap karung beras akan sampai ke tangan mereka masing-masing sehingga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan. Warga juga bersama-sama membantu kami merapikan bangku di aula yang mereka pakai untuk duduk sehingga tak terasa acara berakhir dengan cepat, sekitar jam sepuluh prosesi pembagian beras telah usai. Gan en.

  
 
 

Artikel Terkait

Di Kelas Budi Pekerti Belajar Tata Krama, dan Menggali Potensi Diri

Di Kelas Budi Pekerti Belajar Tata Krama, dan Menggali Potensi Diri

26 Juli 2024

Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Palembang kembali membuka kelas budi pekerti dalam misi pendidikannya pada Minggu, 14 Juli 2024. Dibukanya kelas budi pekerti ini diharapkan dapat membentuk anak-anak seutuhnya yang selalu bersyukur dan terus belajar menggali potensi diri.   

Perayaan Tiga Hari Besar di Tzu Chi Indonesia

Perayaan Tiga Hari Besar di Tzu Chi Indonesia

24 Mei 2017

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia pada Minggu, 14 Mei 2017. Kegiatan ini diadakan dalam dua sesi: pukul 10.00 – 11.30 WIB yang dihadiri oleh 1.563 orang peserta, dan pukul 17.00 – 18.30 WIB yang dihadiri oleh 3.310 peserta. Total peserta sebanyak 4.873 orang.

Kehendak Bervegetarian dari Gadis Bernama Putri

Kehendak Bervegetarian dari Gadis Bernama Putri

25 Agustus 2015 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan kegiatan “Doa Bersama Bulan Tujuh Penuh Berkah” pada Minggu,  23 Agustus 2015, di Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara yang menampilkan drama musikal bertemakan pelestarian lingkungan. Sela-sela drama disusupi pemeragaan isyarat tangan. Salah satunya yang berjudul “Ciak Cai Siong Kai Can” yang dibawakan oleh relawan komunitas He Qi Timur berlatarkan bazar vegetarian Tzu Chi. Isyarat tangan bernuansa ceria dengan gerakan tangan dan badan yang jenaka.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -