Berbagi Berkah di Bulan Ramadan dengan Membagikan Takjil

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung)

Yulistina (tengah) bersama relawan lainnya menyiapkan 320 kolak yang akan dibagikan untuk pedagang kaki lima dan para pengemudi ojek online.

Di bulan penuh berkah ini, Tzu Chi Bandung membagikan takjil yakni makanan kecil atau minuman untuk berbuka puasa, pada Rabu 20 April 2022. Takjil ini diberikan khususnya kepada para pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, pemulung, dan tukang parkir yang tengah menjalankan aktivitasnya di bulan puasa.

Sejak pukul 11.00 WIB, para relawan berkumpul untuk memasak takjil yang akan dibagikan. Menu takjil kali ini ada kolak pisang, labu dan kolangkaling. Ada sebanyak 320 mangkung kolak yang dibuat relawan. Tidak hanya itu, mereka juga memasak untuk berbuka puasa bersama.

“Sekaligus kami buka bersama juga, untuk relawan yang sedang puasa,” ujar Yulistina, relawan Tzu Chi Bandung.

Trimino (kiri) dan Mimin tengah menyiapkan masakan untuk berbuka puasa. Kegiatan ini selain untuk menuai kebaikan sekaligus untuk mempererat jalinan jodoh antar relawan.

Ranveer sangat bersemangat mengikuti kegiatan meski usianya baru menginjak enam tahun.

Pada pukul 16.30 WIB, relawan langung membawa takjil yang sudah siap dibagikan di sekitar Aula Jing Si Tzu Chi Bandung. Tawa bahagia relawan untuk menuai berkah di bulan Suci Ramadan ini sangat terasa. Ada 31 relawan yang ikut dalam kegiatan ini. Yang menarik, dalam kegiatan ini adalah salah satu Bodhisatwa cilik atau Xiao Pu Sa, yakni Ranveer Adhitthana Wi anak dari relawan Tzu Chi, yakni Laura Indrayani.

Murid Sekolah Dasar Maria Bintang Laut, kelas satu ini kerap kali mengikuti kegiatan sosial. Meski usianya baru enam tahun, namun semangat berbagi sangat luar biasa. Ditemani ibunya, Ranveer mengatakan sangat menyukai kegiatan sosial.

“Aku senang ikut kegiatan sama mami, suka kasih orang. Enggak capek, senang aja,” ungkap Renverr.

Berawal dari kelas Budi pekerti yang ia ikuti, Ranveer kerap kali mengikuti kegiatan sosial yang diadakan Tzu Chi Bandung. Sang ibu berharap anaknya memiliki empati yang besar sedari kecil dan tidak hanya akademiknya saja.

Bagi takjil ini menyasar para pedagang kaki lima dan para pengemudi ojek daring yang melewati Aula Jing Si Tzu Chi Bandung.

Pepeng Kuswati memberikan takjil kepada salah satu pedagang kaki lima yang sedang melewati Aula Jing Si Bandung.

“Biar belajar untuk berempati sejak kecil. Di sekolah diajarkan bukan cuma pelajaran tapi juga nilai-nilai Tzu Chi dan langsung prakteknya. Anak lebih punya kepekaaan sosial, punya empati, lebih menghargai apa yang dia miliki sekarang,” ucap Laura.

Seusai pembagian takjil, relawan pun berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Kegiatan ini selain untuk berbagi berkah di bulan Ramadan, sekaligus untuk mempererat jalinan jodoh sesama relawan agar barisan insan Tzu Chi semakin kokoh untuk menebar kebajikan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Berbagi Takjil Bersama Relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Pusat

Berbagi Takjil Bersama Relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Pusat

31 Maret 2026

"Saling berbagi, saling mengasihi dengan berbagi Takjil kepada masyarakat" tema yang diangkat Tunas He Qi Jakarta Pusat saat mengadakan kegiatan bagi Takjil kepada masyarakat dalam rangka Ramadan.

Tzu Ching Makassar Bagikan Takjil, Ojek Online Pun Tersanjung

Tzu Ching Makassar Bagikan Takjil, Ojek Online Pun Tersanjung

10 Juni 2019

Tzu Chi Makassar bagi-bagi takjil untuk umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa di Bulan ramadhan yang penuh berkah, Minggu (26/5/2019). Bagi-bagi takjil ini dilakukan di tiga titik yakni, di Taman Segitiga, di Jalan Ince dg Ngoyo, dan di Kwarcab. Ketiga lokasi ini, berada tidak jauh dari lokasi Kantor Tzu Chi Makassar.

Be the Light, Spread the Love

Be the Light, Spread the Love

21 Maret 2025

Dengan semangat "Be the Light, Spread the Love," Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) berbagi takjil di bulan Ramadan, menyebarkan kebahagiaan melalui 300 takjil yang mereka siapkan dengan penuh cinta pada Minggu, 16 Maret 2025 di daerah Kelapa Gading, Jakarta Timur. 

Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -