Berbagi Berkah Menyambut Natal di Sekolah Genesaret

Jurnalis : Djap Lie Na, Ritawati (He Qi Pluit), Fotografer : Jok khian, Tan Sui Chin, Melia Tjung (He Qi Pluit)

Relawan Tzu Chi, Lo Hoklay bersama siswa Sekolah Genesaret mengeluarkan paket Natal berupa beras untuk dibagikan kepada keluarga siswa Sekolah Genesaret.


Pada Kamis, 11 Desember 2025, menjadi hari yang penuh sukacita bagi relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pluit. Sejak pagi, 12 relawan melangkah menuju Sekolah Genesaret untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial pembagian paket Natal. Kegiatan ini pun dapat terselenggara berkat relawan Tzu Chi, Lo Hoklay yang menjadi penghubung antara Tzu Chi dan Sekolah Genesaret.

Saat relawan tiba, sekolah tengah mengadakan perayaan Natal bersama. Halaman sekolah dipenuhi suara tawa anak-anak, lantunan lagu pujian, dan wajah-wajah penuh sukacita. Setelah acara selesai, para relawan Tzu Chi mulai mempersiapkan pembagian 122 paket beras bagi murid-murid yang membutuhkan. Suasana hangat dan antusias terlihat dari para murid juga turut membantu memindahkan paket dari ruang penyimpanan ke lapangan.

Para orang tua siswa Sekolah Genesaret membawa kupon untuk ditukarkan dengan beras dari Tzu Chi.

Pembagian paket ini merupakan bentuk perhatian kepada para murid beragama Kristiani, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sekolah Genesaret sendiri memiliki lebih dari 500 siswa, dan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga menjelang perayaan Natal.

Bagi Lo Hoklay, kegiatan ini memberi kesan mendalam. Ia melihat langsung bagaimana kerja sama dapat terjalin dengan indah melampaui batas agama dan latar belakang dengan kehangatan dan ketulusan yang terasa sepanjang kegiatan.

Salah satu yang paling tersentuh dengan adanya kegiatan ini adalah Kepala Sekolah Genesaret, Mince. Di usianya yang telah mencapai 73 tahun dan setelah 30 tahun mengabdi di sekolah tersebut, Mince telah menyaksikan berbagai perjuangan anak-anak didiknya. Ketika menerima paket cinta kasih ini, ia menyampaikan bahwa banyak siswanya berasal dari keluarga kurang mampu sehingga bantuan ini sangat berarti bagi mereka. “Bantuan seperti ini baru pertama kali kami terima. Kami sangat berharap agar hubungan baik ini dapat terus berlanjut demi para murid,” ucap Mince.

Kepala Sekolah Genesaret, Mince (kiri) sedang berdiskusi dengan salah satu relawan Tzu Chi terkait dengan pembagian paket Natal di sekolahnya.

Salah satu orang tua siswa Sekolah Genesaret juga turut menyampaikan rasa syukurnya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Bagi saya, ini adalah bukti kepedulian yang tulus. Tzu Chi dikenal sebagai yayasan yang membantu tanpa membedakan agama, suku, maupun bangsa. Semoga Tzu Chi terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas lagi,” kata Novi.

Kegiatan ini pun bukan sekadar tentang membagikan paket beras. Lebih dari itu, kegiatan ini menghadirkan kebersamaan, rasa syukur, dan harapan yang tumbuh di hati banyak orang. Sebuah pengingat bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

340 Paket Beras untuk Warga Langkat

340 Paket Beras untuk Warga Langkat

29 Desember 2022

Relawan komunitas Binjai mengadakan bakti sosial pembagian sembako di Desa Kuala Tanjung kecamatan Tanjung Pura kabupaten Langkat. Dalam kegiatan ini relawan mendistribusikan 340 paket sembako.

Lilin Cinta Kasih Universal Menambah Terang Natal 2022

Lilin Cinta Kasih Universal Menambah Terang Natal 2022

28 Desember 2022

Cinta kasih universal selalu menjadi awal terjalinnya jodoh baik antar umat manusia. Sebanyak 400 paket cinta kasih dari relawan Tzu Chi Cikarang kepada Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa menjadikan Natal 2022 semakin istimewa.  

Bingkisan Natal untuk Pak Markus

Bingkisan Natal untuk Pak Markus

24 Desember 2019
Tzu Chi Lampung memberikan bingkisan bagi umat Kristiani di Lampung. Markus, penjaga gereja salah satunya. Pembagian paket dilaksanakan hari Kamis, 19 Desember 2019. Ada 200 paket yang dibagikan di 4 gereja, yakni Pentakosta Kedaton, Pentakosta Way Galih, Santo Petrus Panjang dan Ratu Damai Teluk Betung. 
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -