Berbagi Dalam Menyambut Hari Raya

Jurnalis : Steven Himawan (Tzu Chi Tangerang), Fotografer : Steven Himawan (Tzu Chi Tangerang)

Penerima bantuan (gan en hu) berfoto bersama dalam acara pemberian bingkisan lebaran Tzu Chi Tangerang, Rabu, 29 Juni 2016.

Dalam menyambut Hari Raya Lebaran, Yayasan Buddha Tzu Chi Tangerang mengadakan acara pemberian bingkisan Lebaran pada tanggal 29 Juni 2016 kepada penerima bantuan (gan en hu) di aula kantor Tzu Chi Tangerang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat jalinan cinta kasih antara penerima bantuan dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sekaligus sebagai bentuk penghormatan bagi penerima bantuan yang merayakan Lebaran.

Kegiatan tersebut disambut gembira oleh para penerima bantuan, selain menerima bantuan mereka juga dapat bersilahturahmi, sharing, dan saling mengenal antar sesama penerima bantuan. Selain memberikan bantuan, Tzu Chi Tangerang juga mengundang Asien shijie dari RSKB (Rumah Sakit Khusus Bedah) Cinta kasih Tzu Chi untuk menjelaskan tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kepada para penerima bantuan agar dapat mengerti cara menggunakan BPJS Tersebut.

Suliadi (baju biru), memberikan pertanyaan pada saat penjelasan tentang cara menggunakan BPJS.

Salah satu penerima bantuan adalah Suliadi, ia merupakan pasien  penderita gagal ginjal yang telah dibantu Tzu Chi sejak tahun 2013 sampai sekarang. “Bagaimana prosedur pemberian obat dengan menggunakan BPJS?” ungkapnya saat sesi tanya jawab dalan kegiatan tersebut. Selain itu, keluarga pasien Nurhayati yang menderita sakit gagal ginjal juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Tangerang karena diberikan bantuan sejak 2011 sampai sekarang.

Lu Lien Chu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Tangerang mengatakan, jika ada salah seorang yang sakit di keluarga kita pasti kita sangat sedih, karna itu kita harus mengubah pola hidup terutama makan. Dengan cara mengurangi makanan yang manis-manis dan rajin berolahraga, maka kualitas kesehatan akan terjaga. “Makanan yang lezat belum tentu sehat, mungkin bisa merupakan makanan yang berbahaya.” Ungkapnya.

Lu Lien Chu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Tangerang, memberikan sharing tentang kesehatan dan pola makan dalam hidup.

Dalam kegiatan ini, beberapa penerima bantuan yang membawa celengan bambu juga melakukan penuangan celengan untuk ikut bersumbangsih. Kegiatan pemberian bingkisan dan angpao lebaran kepada para penerima bantuan dari Tzu Chi Tangerang ini diakhiri dengan acara foto bersama.


Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Manokwari, Papua

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Manokwari, Papua

05 Agustus 2019

Untuk memberantas penyakit mata di wilayah Papua, Tzu Chi mengadakan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, Papua Barat. Baksos yang diadakan pada 19-21 Juli 2019 ini ada 259 orang yang berhasil dioperasi. Pasien katarak 204 orang, dan pterygium sebanyak 55 orang pasien.

Memupuk Jiwa Kebajikan Sejak Dini

Memupuk Jiwa Kebajikan Sejak Dini

20 Juni 2014

Keikhlasan serta niat tulus merupakan hal yang terpenting dalam bersumbangsih untuk memperoleh amal besar, bukan dari seberapa besar jumlah nominal yang sudah disumbangkan. Yang terpenting adalah niat tulus dari diri pribadi untuk beramal.

Bersumbangsih adalah Berkah

Bersumbangsih adalah Berkah

26 Desember 2014
Di sini jugalah cikal bakal penggalangan dana melalui celengan bambu pun bermula. Adapun prinsip dasar penggalangan dana ini adalah ketulusan, kebenaran, keyakinan, kesungguhan untuk menggalang hati banyak orang berhimpun menjadi bagian dari barisan bodhisattva dunia. 
Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -