Berbagi di Bulan Ramadan dengan Pembagian 500 Paket Takjil

Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Syanny Wijaya (Tzu Chi Makassar)

Walaupun diguyur hujan, relawan dan Tzu Ching Makassar membagikan Takjil gratis kepada masyarakat yang sedang melintas di salah satu jalan di Kota Makassar.

Di bulan Ramadan tahun 2023, Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) Makassar membagikan Takjil  (makanan dan minuman untuk berbuka puasa) pada Minggu, 26 Maret 2023. Takjil ini diberikan kepada para pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, pemulung, pejalan kaki, tukang becak, tukang parkir, dan pengguna jalan yang tengah menjalankan aktivitasnya dan berpuasa. Lokasi pembagiannya berada di empat titik jalan yang berada di Kota Makassar yaitu Jalan Achmad Yani, Jalan Mesjid Raya, Jalan Botolempangan, dan Jalan Bandang.

Sejak pukul 12.00 WITA, para relawan muda mudi Tzu Chi berkumpul untuk memasak dan mempersiapkan Takjil yang akan dibagikan. Menu Takjil yang dibuat kali ini sebanyak 500 paket berupa es buah dan nasi kotak. Sebanyak 23 Tzu Ching Makassar berpartisipasi dalam persiapan pembagian Takjil ini di Kantor Tzu Chi Makassar. Di waktu yang bersamaan, tim konsumsi Tzu Chi Makassar juga menyiapkan nasi kotak di rumah salah satu relawan Tzu Chi.

Sebanyak 23 Tzu Ching Makassar menyiapkan minuman berupa es buah yang menjadi salah satu menu Takjil di Kantor Tzu Chi Makassar.

Selain es buah, nasi kotak vegetarian juga dibagikan oleh Tzu Ching Makassar dalam kegiatan pembagian Takjil.

Pukul 17.00 WITA, relawan dibagi menjadi 4 tim untuk membagikan paket Takjil di lokasi yang sudah ditentukan. Walaupun diguyur hujan, relawan dan Tzu Ching Makassar tetap bersemangat untuk membagikan Takjil gratis kepada masyarakat. Sangkala, salah satu juru parkir yang bertugas di Jalan Botolempangan merasa senang dengan pembagian Takjil ini. “Walaupun siang tadi matahari sangat terik tetapi tidak mematahkan niat saya untuk berpuasa. Dan sangat berkah karena adik-adik membagikan makanan untuk buka puasa secara gratis,” ungkap Sangkala.

Selain tukang parkir, para pemulung juga mendapatkan Takjil tersebut. Udin seorang pemulung yang kebetulan sedang melintas di jalan Mesjid Raya sambil menggendong anaknya yang masih berusia 3,5 tahun juga mendapatkan berkah ini. “Sangat syukur karena anak-anak muda seperti kalian sangat punya kepedulian terhadap sesama. Semoga makanan ini menjadi berkah dan menambah amal adik-adik,” ungkap Udin.

Selain pengguna jalan raya, Takjil dibagikan kepada pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, pemulung, pejalan kaki, tukang becak, dan tukang parkir.

Relawan Tzu Chi, Sunny juga turut berpartisipasi dalam kegiatan juga mengungkapkan kesannya mengikuti pembagian Takjil ini. “Pastinya capek, tapi di sisi lain seru dan senang. Ada perasaan senang berbagi dengan orang lain, seperti orang-orang yang masih beraktivitas di jalanan. Bila kita senang maka kita bisa berbagi dengan yang lain,” kata Sunny penuh sukacita.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Sekantong Cinta Kasih di Bulan Ramadan

Sekantong Cinta Kasih di Bulan Ramadan

06 April 2023

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Berbagi Bersama Tzu Ching Indonesia, di mana muda-mudi dan Tzu Ching di beberapa kota secara serentak membagikan takjil.

Senyum di Tengah Terik, Tzu Chi Bandung Bagikan 1.000 Paket Nasi Cinta Kasih di Panghegar

Senyum di Tengah Terik, Tzu Chi Bandung Bagikan 1.000 Paket Nasi Cinta Kasih di Panghegar

18 Maret 2026

Relawan Tzu Chi Bandung menyiapkan dan membagikan 1.000 paket Nasi Cinta Kasih di SPBU Panghegar sebagai wujud kepedulian di bulan Ramadan.

Berbagi Takjil Kasih untuk Warga dan Pemulung di Sekitar Cipinang

Berbagi Takjil Kasih untuk Warga dan Pemulung di Sekitar Cipinang

20 Maret 2025

Relawan Tzu Chi di Komunitas Xie Li Cipinang membagikan 339 paket takjil kepada warga yang ditemui dari Jatinegara hingga Cibubur Jakarta Timur. Pembagian takjil dilakukan dalam dua tahap 8 Maret 2025 dan 15 Maret 2025. 

Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -