Berbagi Kasih dan Berbagi Berkah

Jurnalis : Leo Samuel Salim (Tzu Chi Bali), Fotografer : Hesti, Leo (Tzu Chi Bali)
 

foto
Relawan bercerita mengenai Tzu Chi kepada tamu yang datang.

Sebagai kegiatan rutin dari Tzu Chi Bali, pada tanggal 1 Desember 2013, diadakan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Bali Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Sanglah. Meskipun waktu dimulainya kegiatan tersebut adalah 10.00 WITA, sebagian besar calon pendonor telah datang mulai berdatangan pada pukul 09.00 WITA.

 

Dikarenakan sebagian besar calon pendonor adalah pendonor rutin yang mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali, suasana selama berlangsungnya kegiatan sudah seperti keluarga besar. Calon pendonor dan relawan berbaur mulai dari penataan ruangan dan saling membantu agar semuanya berjalan lancar. Satu per satu calon pendonor berdatangan dan menunggu gilirannya untuk didata dan kemudian diperiksa tekanan darah serta Hb-nya.

Semua calon pendonor yang telah lulus dalam pemeriksaan tekanan darah dan Hb-nya maka dipersilahkan untuk mendonorkan darahnya. “Ini adalah yang pertama,” kata Yunus, salah seorang pendonor yang juga merupakan teman dari salah satu relawan yang pada hari itu bertekad untuk berbagi kasih dan berkahnya kepada sesama. Yunus juga mengatakan bahwa dirinya ingin sekali berbuat sesuatu yang berguna dan dapat menolong orang lain. Dengan adanya ajakan dari temannya tersebut maka kesempatan ini tidaklah disia-siakannya.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan mendampingi Yunus yang kali pertama mendonorkan darah (kiri).
  • Sembari menunggu giliran untuk donor darah, relawan menggalang dana untuk korban topan Haiyan di Filipina (kanan).

Selama berlangsungnya kegiatan donor darah, relawan pun mengunakan kesempatan yang ada untuk berbincang-bincang kepada tamu-tamu yang datang ke lokasi. Relawan menceritakan tentang Tzu Chi beserta misi-misinya serta apa saja yang telah dilakukan oleh Tzu Chi di Bali khususnya. Banyak yang tertarik dan bertanya-tanya kembali mengenai Tzu Chi dan relawanpun dengan senang hati menjelaskannya. Relawan juga bercerita bahwa kali ini, relawan Tzu Chi di 30-an negara menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di Filipina. Mendengar apa yang dilakukan oleh Tzu Chi di Filipina, satu persatu mewujudkan kasihnya dengan berdana.

Relawan Tzu Chi Bali dengan memegang kotak dana memberikan hormat 90 derajat kepada semua orang yang bersumbangsih untuk Filipina. Kita mungkin merasa Philipina itu jauh dari Bali tetapi kita harus sadar akan berkah yang kita miliki. Hidup di tempat yang damai dan tidak tertimpa bencana adalah berkah. Master Cheng Yen mengatakan kita hendaknya selalu bersyukur akan berkah yang dimilikinya. Dengan mampu bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur akan berkah tersebut.

Pada kegiatan kali ini, kita semua dapat merasakan bahwa memiliki kesehatan yang baik adalah sebuah berkah. Ada beberapa calon pendonor yang tidak dapat mendonorkan darahnya dikarenakan tekanan darahnya yang kurang baik atau Hb-nya yang tidak sesuai dengan standar. “Memang betul ya, untuk melakukan kebaikan itu, tidaklah mudah,” kata Dewi yang tidak lulus dalam tes Hb. Tetapi dirinya tidak berkecil hati, dirinya mengatakan mungkin kali ini tidaklah berjodoh tetapi masih ada kesempatan untuk berbagi dengan saudara kita di Filipina.

  
 

Artikel Terkait

Perhatian Tulus Relawan Tzu Chi kepada Para Gan En Hu

Perhatian Tulus Relawan Tzu Chi kepada Para Gan En Hu

15 Juni 2022

Mendampingi para Gan En Hu agar dapat menjalani hidup yang lebih baik dan lebih mandiri, merupakan salah satu tugas dari relawan di misi amal Tzu Chi.

Dukungan yang Sangat Berarti untuk Siti Nurlelah

Dukungan yang Sangat Berarti untuk Siti Nurlelah

02 November 2022

Relawan Tzu Chi di Bogor mengunjungi Rumaisha Salsabila, penerima bantuan Tzu Chi yang tinggal di Ciomas, Bogor. Dalam kunjungan itu relawan melihat berbagai perkembangan yang baik dari Rumaisha.

Makin Giat Menjalin Jodoh Baik

Makin Giat Menjalin Jodoh Baik

06 Juni 2018
Berkat kesungguhan hati, semangat, dan kebijaksanaan para relawan, Tzu Chi Karimun dapat bertahan hingga saat ini. Relawan bersama-sama merayakan HUT Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang kini berusia tujuh tahun.
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -