Berbagi Kasih dengan Warga Tionghoa
Jurnalis : Nuraisyah Baharuddin (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Robin Johan (Tzu Chi Makassar)|
|
| ||
Kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek ini dihadiri oleh puluhan relawan Tzu Chi, Tzu Ching, donatur, dan 684 warga Tionghoa yang ada di Makassar. Rata-rata warga Tionghoa yang diundang berasal dari keluarga kurang mampu. Berhubung gedung kantor Tzu Chi Makassar belum mendukung untuk menampung ratusan warga, maka kegiatan ini dibagi dalam 2 sesi, pagi hari dan siang hari. Masing-masing sesi diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan: menonton video ceramah Master Cheng Yen, pembagian bingkisan imlek dan angpau hasil pengumpulan sumbangan dari para donatur. Dalam sambutannya Ketua Tzu Chi Makassar menyampaikan, “Selamat menyambut Tahun Baru Imlek. Semoga tahun depan semakin banyak donatur yang bisa membantu sehingga para warga yang belum mendapatkan kesempatan atau berjodoh dengan kita dapat merasakan imlek bersama-sama di tahun depan. Dan berharap jodoh para warga dan relawan bukan hanya pas ada kegiatan ini, namun terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya. Terima kasih buat semua donatur yang telah banyak bersumbangsih, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Gan En.”
Keterangan :
Relawan Tzu Chi juga memberitahukan bahwa bila ada di antara para hadirin yang membutuhkan bantuan pengobatan ataupun pendidikan, mereka dapat mencoba mengajukan permohonan ke Tzu Chi Makassar. Di akhir acara dengan sukacita dan cinta kasih relawan Tzu Chi membagikan beberapa bingkisan dan angpau untuk semua warga yang hadir. Berharap bingkisan ini dapat menjadi bekal dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Sebelum hadirin meninggalkan lokasi ada beberapa yang ikut bersumbangsih dengan mengisi celengan bambu yang diedarkan oleh relawan Tzu Chi. | |||
Artikel Terkait
Secangkir Teh di Kelas Bedah Buku
14 Juni 2024Bedah buku yang digelar di Jingsi Books & Café Medan kali ini terasa istimewa karena terdapat Cha Dao atau seni penyajian teh Jing Si juga. Bedah buku ini dihadiri 81 orang.
Pemberkahan Akhir Tahun : Semangat dalam Keterbatasan
03 Februari 2015Pada saat menjalani pengobatan di Taiwan, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi dan beliau berpesan kepada Sofyan bahwa “Walaupun mata Sofyan gelap, namun hati Sofyan harus tetap terang”.








Sitemap