Berbagi Keceriaan dan Kebahagiaan

Jurnalis : Ing-Ing (Tzu Chi Padang), Fotografer : Ing-Ing (Tzu Chi Padang)
 

fotoTidak hanya sekadar mengunjungi dan memberikan bingkisan, para relawan Tzu Chi juga memberi keceriaan dan kebahagiaan kepada sekitar 70 anak Panti Asuhan Anak Mentawai di Padang.

 

Minggu, 15 November 2009, jam 10 pagi, relawan Tzu Chi Padang mengunjungi Panti Asuhan Anak Mentawai yang berlokasi di Jalan Indarung Ulu Gadut Padang. Relawan Tzu Chi berbagi kasih dengan anak-anak yang umumnya tak lagi memiliki orangtua  (yatim-piatu).

 

 

Bukan yang Pertama
Kegiatan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh relawan Tzu Chi Padang. Sebelumnya relawan Tzu Chi telah mengunjungi dan memberikan perhatian kepada sekitar 70 anak penghuni panti ini. Berbagi, itulah yang menjadi inspirasi para relawan untuk menyambangi panti ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari relawan Tzu Chi Padang, yang kemudian dilanjutkan dari perwakilan Panti Asuhan Anak Mentawai. Untuk mencairkan suasana dan menjalin keakraban dengan anak-anak penghuni panti, relawan Tzu Chi mengajak mereka untuk melakukan peragaan isyarat tangan (shou yu) berjudul “Satu Keluarga”.

foto  foto

Ket: - Anak-anak pun mempertunjukkan keterampilannya dengan menyanyikan lagu-lagu daerah asal mereka. (kiri)
        - Kegiatan ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh relawan Tzu Chi Padang. Sebelumnya juga relawan telah           mengunjungi dan memberikan perhatian kepada sekitar 70 anak penghuni panti ini. (kanan)

Seolah tak mau kalah, anak-anak panti asuhan ini pun menunjukkan kemampuan mereka menyanyikan lagu-lagu dari daerah mereka dilahirkan – Mentawai. Suasana semakin akrab dan penuh keceriaan ketika diselingi dengan acara teka-teki yang dijawab dengan penuh canda oleh anak-anak penghuni panti asuhan.

Kesan yang Tak Terlupakan
Diakhir acara, relawan Tzu Chi Padang telah mempersiapkan bingkisan untuk anak-anak panti, yang berisi selimut, kain sarung, roti-roti, pakaian layak pakai dan lain-lain. Untuk meringankan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan pangan anak-anak, relawan juga memberikan beras dan mi instan.

 

foto  foto

Ket: - "Peduli dan Berbagi", itulah yang menjadi inspirasi para relawan Tzu Chi Padang saat menyambangi panti             asuhan ini. (kiri)
        - Walaupun perjumpaan ini singkat, namun kegembiraan yang dibawa para relawan Tzu Chi memberi kesan             yang sulit terlupakan oleh anak-anak penghuni panti asuhan ini. (kanan)

Setelah itu, pengurus panti mengajak para relawan Tzu Chi untuk melihat lokasi tempat mereka yang sedikit rusak akibat gempa yang mengguncang kota Padang dan Sumatera Barat pada tanggal 30 September lalu.

Walaupun perjumpaan ini singkat, hanya sesaat menghibur anak-anak panti asuhan yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang, namun kegembiraan yang dibawa para relawan Tzu Chi memberi kesan yang sulit terlupakan.

 

 
 

Artikel Terkait

Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

28 Februari 2013 Acara syukuran dimulai pukul 19.00 WIB dimulai dengan doa, kilas balik relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dan hiburan yang diisi oleh relawan Tzu Chi beserta semua yang hadir.  Harapan di tahun 2013 ini semoga negara aman dan damai sehingga mendatangkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan bagi semua makhluk.
Menyebarkan Kebajikan di Hotel

Menyebarkan Kebajikan di Hotel

13 Juli 2017
Relawan Tzu Chi Medan menyebarkan kebajikan melalui buku Kata Perenungan Master Cheng Yen. Kegiatan peletakan buku tersebut dilangsungkan pada 9 Juli 2017. Sebanyak 14 relawan Tzu Chi Medan membawa 22 buah buku Kata Perenungan Master Cheng Yen untuk diletakkan di Lotus Village Sibolangit, sedangkan 43 buah buku telah diletakkan di Palace Inn sebelumnya.
Siap Melayani Sesama

Siap Melayani Sesama

04 Maret 2016
Pada Minggu, 28 Februari 2016, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Bali kembali melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan di SMK Nusa Dua Gerokgak, Bali. Baksos selama empat jam ini berhasil menangani 189 pasien dengan berbagai keluhan.
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -