Berlomba-lomba Berbuat Kebajikan

Jurnalis : Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung), Fotografer : Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung)
 
 

foto
Sabtu, tanggal 6 April 2013 Tzu Chi Lampung kembali mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini rutin diadakan guna membantu pihak PMI memenuhi kebutuhan darah masyarakat di Lampung.

Secara rutin Tzu Chi Lampung mengadakan kegiatan donor darah setiap 3 bulan sekali.  Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung dalam memenuhi kebutuhan darah dan juga menjadi tempat para donor untuk mendonorkan darahnya secara rutin.  Sabtu, tanggal 6 April 2013  Tzu Chi Lampung kembali mengadakan kegiatan donor darah. Terakhir kali donor diadakan pada bulan Desember 2012.

 

Sejak jam 8 pagi beberapa relawan telah berkumpul untuk mempersiapkan peralatan dan makanan bagi pendonor, seperti telur rebus, susu dan kue-kue. Kali ini Yana dan Rieke Shijie, relawan yang bertugas di bagian konsumsi menyediakan sarapan pagi berupa nasi uduk, bihun goreng dengan lauk telor, tempe, dan tahu. Makanan pun dinikmati oleh para pendonor.

Salah seorang pendonor, Masri  (49 tahun) yang rutin berdonor darah di Kantor Penghubung Tzu Chi Lampung mengatakan jika dirinya ikhlas memberikan darah untuk sesama melalui Tzu Chi karena melalui yayasan ini ia yakin darah yang diberikan itu tidak akan disalahgunakan, misalnya diperjual- belikan. Sebelum mendonorkan darahnya di Tzu Chi, ia pernah ke PMI untuk donor, namun karena di sana banyak pendonor yang memperjual-belikan darahnya ia pun merasa risih dan sungkan. “Saya jadi malu, seolah-olah saya juga mau menjual darah saya,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan donor darah di Tzu Chi, niat baiknya dapat dilakukan tanpa ragu.

Pendonor lainnya, Kim Hian (55 tahun) mengatakan, "Kalau menyumbangkan uang atau materi semua orang bisa melakukannya, tetapi kalau memberikan darah tidak setiap orang mau dan mampu." Demikian alasan pria yang hobi olahraga badminton ini menjadi pendonor darah. “Saya sudah menyumbang sebanyak 60 kali, dimana sejak mengetahui Tzu Chi juga ada kegiatan donor saya telah 5 kali berdonor melalui Tzu Chi,” katanya.

foto   foto

Keterangan :

  • "Supaya hidup tidak berlalu dengan sia-sia, kita harus berbuat baik kepada sesama. Dengan memberikan darah sendiri kepada orang yang membutuhkan akan banyak manfaatnya," kata Hung Rani (54) yang biasa dipanggil Ibu Ahung (kiri).
  • Octonus (42 tahun) datang bersama anaknya Jevon (6 tahun). Ia ingin memberi inspirasi kepada putranya agar setelah dewasa juga mau menolong sesama dengan apa yang dimilikinya (kanan).

Pendonor bukan hanya kaum pria, tetapi banyak juga yang wanita. "Supaya hidup tidak berlalu dengan sia-sia, kita harus berbuat baik kepada sesama. Dengan memberikan darah sendiri kepada orang  yang membutuhkan akan banyak manfaatnya,” kata Hung Rani (54 tahun) yang biasa dipanggil Ibu Ahung saat ditanya niatnya untuk mendonorkan darah. Selain untuk menolong sesama , donor darah itu juga untuk menolong diri sendiri, karena dengan mendonorkan darah maka badan menjadi sehat karena sirkulasi darah lancar. Darah yang keluar diganti dengan sel-sel darah yang baru. Selain donor  Ibu Ahung juga ikut mengumpulkan barang-barang untuk didaur ulang dan menjadi donatur tetap Tzu Chi Lampung.

Mendonorkan darah menumbuhkan rasa syukur karena bisa menolong sesama. Hal ini dirasakan oleh Jonathan Toyip (58 tahun) yang dipanggil Sengfon Shixiong. Ia awalnya berdonor karena melihat orang lain bisa melakukannya, mengapa ia tidak? “Setelah dicoba ternyata bisa dan ketagihan. Ingin buru-buru donor lagi. Rasanya badan tidak enak kalau sudah datang waktunya tidak berdonor,” ujarnya. Karena sering berdonor,  Jonathan pernah diminta langsung oleh seorang dokter di Bandar Lampung saat ada pasien yang membutuhkan darah. “Rasanya bahagia sekali  bantuan yang kita berikan bisa menyelamatkan jiwa sesama manusia,” ucapnya haru.

Ada juga pendonor yang mengajak anaknya, yakni Octonus (42 tahun) yang datang bersama anaknya Jevon (6 tahun). “Saya ingin memberikan contoh kepada anak saya agar nanti kalau sudah  dewasa juga mau jadi pendonor. Makanya setiap kali ada kegiatan donor darah saya selalu datang bersama anak untuk menumbuhkan niat donor sejak kecil,” kata Octonus mengungkapkan alasannya mengajak anaknya.

Kegiatan donor darah selesai jam 12.30 siang. Darah yang berhasil dikumpulkan siang itu sebanyak 48 kantong,  dari 51 orang yang mendaftar. “Beberapa orang gagal mendonorkan darahnya karena Hb-nya rendah (di bawah 12) dan ada yang tensi darahnya tinggi serta belum lewat 3 bulan dari donor sebelumnya,” kata Indra Halim, koordinator kegiatan ini.

  
 

Artikel Terkait

Transplantasi Sumsum Tulang Anak Akhirnya Bisa dilakukan di Indonesia

Transplantasi Sumsum Tulang Anak Akhirnya Bisa dilakukan di Indonesia

14 November 2023

Setelah sekian lama dinanti, layanan transplantasi sumsum tulang untuk pasien anak akhirnya bisa dilakukan di tanah air, tepatnya di Tzu Chi Hospital, PIK, Jakarta Utara. Adalah Syifa, pasien Talasemia Beta Mayor yang saat ini tengah menjalani proses transplantasi sumsum tulang di Tzu Chi Hospital

Keharmonisan Antar Agama

Keharmonisan Antar Agama

05 April 2013 Para santri dari pondok pesantren juga turut bersumbangsih dalam kegiatan yang dilakukan Tzu Chi, seperti bakti sosial kesehatan maupun kegiatan lainnya. Selain sharing dengan para relawan, siswa-siswi Pesantren juga bersama-sama memperagakan bahasa isyarat tangan lagu-lagu Tzu Chi setelah mereka selesai makan siang.
Membingkai Budi Pekerti Pada Anak

Membingkai Budi Pekerti Pada Anak

07 Desember 2017
Perayaan Hari Ibu di Sekolah Tzu Chi Indonesia dilaksanakan pada Rabu, 6 Desember 2017 di gedung aula Sekolah Tzu Chi Indonesia, Tzu Chi Center, PIK. Dalam kesempatan ini, Sekolah Tzu Chi Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Ryan Suwandi (11), siswa kelas 6 SD yang meraih prestasi.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -