Bersama Mensosialisasikan Pelestarian Lingkungan di Bekasi

Jurnalis : Sufiani, Mettasari Soetikno (He Qi Cikarang), Fotografer : Sufiani, Mettasari Soetikno (He Qi Cikarang)
Sebanyak 28 orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang (Hu Ai Bekasi), relawan kembang, anak Teratai Tzu Chi, dan relawan Summarecon Peduli melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dengan memilah sampah daur ulang di Laterazza Summarecon Bekasi. 

Pada Minggu, 25 Agustus 2024 kegiatan pelestarian lingkungan kembali diadakan di Laterazza Summarecon Bekasi.  Relawan sudah mulai menyiapkan perlengkapan seperti  tenda, kursi, meja dan sebagainya sejak pukul 06.00 WIB. Kegiatan pelestarian lingkungan kali ini melibatkan 28 orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang (Hu Ai Bekasi), relawan kembang, anak Teratai Tzu Chi, dan relawan Summarecon Peduli.

Kegiatan yang diadakan setiap bulannya di hari Minggu ketiga ini bertujuan memilah dan mendaur ulang botol dan gelas plastik, serta berbagai barang bekas lainnya. “Proses yang dilakukan dimulai dengan pengumpulan botol dari berbagai sumber, seperti mall dan warga perumahan di Summarecon Bekasi serta sumbangan relawan Tzu Chi.  Harapannya kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang,” ujar Peitryn salah satu relawan Tzu Chi.

Selain membuka tenda dan menampung donasi sampah daur ulang di satu titik, komunitas relawan Hu Ai Bekasi berpikir dan bertindak lebih kreatif untuk menjemput bola. Para relawan kini masuk ke dalam perumahan, mengetok dari pintu ke pintu untuk melakukan upaya sosialisasi pelestarian lingkungan kepada warga-warga yang memilih untuk berdiam di rumah mereka di akhir pekan.

Selain melaksanakan pemilahan barang daur ulang, relawan Hu Ai Bekasi juga menjual baju layak pakai dengan harga yang sangat terjangkau.

Koordinator kegiatan pelestarian lingkungan, Wibowo Rahardja ikut serta melakukan pemilahan sampah daur ulang.

“Kegiatan pelestarian lingkungan ini sangat penting karena tidak hanya mengajarkan nilai cinta terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung kegiatan sosial Tzu Chi dengan dana yang diperoleh dari penjualan barang-barang bekas,” ujar Wibowo Rahardja selaku koordinator kegiatan pelestarian lingkungan kali ini. 

Bulan September ini juga merupakan ketiga kalinya para relawan melakukan sosialisasi ke cluster-cluster perumahan yang ada di Summarecon Bekasi. Dua kali sebelumnya, kegiatan ini sudah diadakan di Cluster Maple pada Juni 2024 dan Cluster Acasia pada Juli 2024. Kali ini kegiatan PL di adakan di Cluster Lotus.

Kolaborasi antara relawan Tzu Chi dan relawan Summarecon Peduli dalam kegiatan pelestarian lingkungan ini merupakan upaya memperluas tujuan dari kegiatan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Semua tim relawan berkumpul di satu titik dalam cluster, dengan dibantu oleh RW setempat berkelilling ke setiap blok yang ada di Cluster Lotus.

Lena Herlina menempelkan sticker di depan rumah warga yang berkomitmen mengumpulkan sampah daur ulang dan bersedia untuk di ambil rutin setiap bulannya.

Mobil pick-up turut ikut berkeliling dengan membawa pengeras suara yang melantunkan lagu lagu Tzu Chi. Tim relawan mendatangi setiap rumah dan mensosialisasikan program pelestarian lingkungan. Bagi warga yang bersedia untuk mengumpulkan sampah daur ulang lalu diambil secara rutin oleh relawan akan di tawarkan penempelan stiker didepan rumah mereka.

Warga dihimbau untuk mengumpulkan botol-botol bekas hasil konsumsi rumah tangga ke dalam karung dalam keadaan bersih. Tim relawan juga tidak lupa mengingatkan para warga Cluster Lotus untuk turut melestarikan lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik/botol dengan selalu membawa botol minum dari rumah.

Lena Herlina, relawan yang menjadi koordinator kegiatan pelestarian lingkungan di Cluster Lotus ini juga terlihat bersemangat saat mengunjungi rumah warga di Cluster Lotus untuk melakukan sosialisasi. “Kita sosialisasikan kepada warga untuk mengumpulkan barang daur ulang. Sekaligus memberi tahu sampah-sampah yang hanya bisa terurai sampai puluhan tahun, atau tidak bisa terurai karena bisa merusak dan meracuni bumi kita,” ujar Lena Herlina.

Liu Kim Chun, salah satu warga Cluster Lotus menyerahkan kumpulan botol bekas kepada relawan Hu Ai Bekasi yang mengunjungi rumahnya.

Salah satu warga Cluster Lotus, Liu Kim Chun menyambut relawan dengan gembira. Sebelumnya Liu Kim Chun juga terinspirasi mengumpulkan sampah sampah botol sejak anaknya bersekolah di Sekolah Ananda yang mengedukasi anak-anak didiknya untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan di sekolahnya.

Biasanya, Liu Kim Chun mengumpulkan botol-botol dari sampah rumah tangganya setiap hari dan memasukannya dalam karung. Ia juga bercerita bahwa sebelum ada Covid di Cluster pun ada kegiatan mengambil sampah persis dengan yang dilakukan Tzu Chi. “Kegiatan mengumpulkan sampah seperti ini sangat bagus dan harus terus berlanjut,” ujar Liu Kim Chun yang mengenal Tzu Chi lewat DAAI TV.

Dalam kesempatan ini, relawan juga mengetuk pintu rumah Then Sam Moi yang telah menjadi warga Cluster Lotus selama 10 tahun. Ia juga menyambut gembira kedatangan tim relawan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di dalam Cluster Lotus dan kemudian menyumbangkan baju layak pakai. Then Sam Moi juga berharap kegiatan ini terus berlanjut dan sosialisasi oleh relawan Tzu Chi bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Peresmian Titik Green Point Tzu Chi Pertama di Palembang

Peresmian Titik Green Point Tzu Chi Pertama di Palembang

07 Desember 2023

Tzu Chi Palembang meresmikan titik green point pertama yang berada di Sekolah Singapore Intercultural School (SIS) Palembang, Sumatera Selatan.

Meneruskan Misi Pelestarian Lingkungan

Meneruskan Misi Pelestarian Lingkungan

03 Agustus 2016

Berkomitmen mendukung misi pelestarian lingkungan Tzu Chi, insan Tzu Chi He Qi Pusat meresmikan Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, yang terletak di jalan Krekot Bunder IV Blok H No. 20, Jakarta Pusat pada hari Minggu, 31 Juli 2016.

 

Ketika Tangan-Tangan Mungil Menghijaukan Bumi

Ketika Tangan-Tangan Mungil Menghijaukan Bumi

05 September 2018
Minggu pagi yang sejuk, anak-anak Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen beserta guru, relawan, dan orang tua murid menumpangi bus bergerak menuju lokasi hutan kota. Dengan membawa 100 bibit pohon durian, 100 bibit pohon pucuk merah, dan 50 bibit pohon jambu bol, relawan dan anak-anak mendatangi tempat tersebut dengan Misi Pelestarian Lingkungan.
Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -