Bersyukur dan Bersemangat, Perjalanan Hidup Ferry Didampingi Tzu Chi Bandung

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Tzu Chi Bandung mengadakan ramah tamah yang dihadiri 51 Gan En Hu di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung.

Sebanyak 51 Gan En Hu, yakni penerima bantuan jangka panjang Tzu Chi Bandung, berkumpul di Aula Jing Si Bandung, Sabtu 8 Maret 2025. Salah satunya, Ferry Hadian yang menderita TB Tulang Belakang dan telah dibantu oleh Tzu Chi Bandung selama tiga tahun.

“Saya bersyukur berjodoh dengan Tzu Chi dan dibantu hingga bisa sampai sekarang hingga keputusasaan saya hilang,” ucap Ferry.

Ferry mendapat bantuan biaya transportasi untuk melakukan fisioterapi, sebelumnya ia lumpuh dan hanya berbaring di tempat tidur. Semua dilakukannya di tempat tidur seperti makan hingga ganti popok dan dibantu oleh adik dan kakaknya. Kondisi sepeti itu harus ia jalani selama tiga tahun.

Selain menumbuhkan jalinan jodoh antar penerima bantuan dan juga relawan, ramah tamah ini juga memperkenalkan tentang Tzu Chi lebih mendalam.

“Saya sempat mencoba bunuh diri karena saya bingung harus gimana dengan kondisi saya” cerita Ferry.

Meski ditengah keputusasaan dia masih memiliki semangat ingin sembuh. Ia menjalin jodoh dengan Tzu Chi ketika ia bermain media sosial dan melihat akun instagram Tzu Chi. “Saya memberanikan diri untuk mengirimkan surat permohonanan bantuan dan akhirnya bisa dibantu hingga sekarang” lanjut Ferry.

Setelah berjodoh dengan Tzu Chi, Ferry seakan menemukan hidupnya kembali. Kini ia berangsur membaik hingga bisa berjalan meski dibantu dengan tongkat.

“Saya benar-benar bersyukur dengan Tzu Chi bisa bantu saya, relawan juga sangat membantu saya selama pengobatan berlansung dan selalu mendampingi saya,” syukur Ferry.

Ferry (kanan) begitu bersyukur mempunyai jalinan jodoh dengan Tzu Chi.

Ramah tamah ini bukan hanya sekedar untuk memberikan bantuan namun juga sebagai ajang silaturahmi dan saling mendukung satu sama lain. Misi Tzu Chi bukan hanya sekadar memberikan bantuan secara materi namun juga menanamkan benih cinta kasih kepada sesama tanpa memandang apapun.

“Ini juga disebut Gan En Hu pulang ke rumah, karena Tzu Chi merupakan rumah bagi mereka. Bukan hanya memberikan bantuan namun bisa menjalin jodoh dengan mereka dan memberikan semangat,” Ucap Laura, Relawan Tzu Chi.

Kunjungan relawan ke rumah Ferry untuk memantau kondisinya yang mengalami TB Tulang Belakang.

Ramah tamah ini juga memberikan pengenalan lebih dalam tentang Tzu Chi kepada para Gan En Hu.  Selain itu relawan juga memberikan paket bantuan lain yang berisikan sarung 1 pcs, minyak 1 ltr, beras 2 kg, kacang 350 gr, kopi 60 gr, emping 250 gr, kurma 250 gr, santan, teh, kaldu jamur dan madu.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Menyambut Kepulangan Gan En Hu Pematang Siantar

Menyambut Kepulangan Gan En Hu Pematang Siantar

26 Januari 2024

Minggu pagi itu para relawan sudah berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, di Jalan Ahmad Yani, Pematang Siantar. Mereka bersiap menyambut kedatangan para penerima bantuan Tzu Chi. 

Penerima Bantuan Bahagia, Relawan pun Bersukacita

Penerima Bantuan Bahagia, Relawan pun Bersukacita

09 Maret 2023

Relawan Tzu Chi Tangerang memberikan bantuan secara rutin kepada para penerima bantuan Tzu Chi Tangerang. Kali ini, kegiatan dilaksanakan pada 4 Maret 2023.

Dari Tangan yang Menolong, Tumbuh Kembali Cinta Kasih di Selatpanjang

Dari Tangan yang Menolong, Tumbuh Kembali Cinta Kasih di Selatpanjang

20 Agustus 2026

Ramah Tamah Penerima Bantuan Khusus Tzu Chi Selatpanjang menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara relawan dan Gan En Hu. Di balik pertemuan sederhana itu tersimpan kisah tentang ketulusan, perubahan, rasa syukur.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -