Bertutur Kata Buruk Itu Tidak Menyenangkan dan Tidak Menenangkan
Jurnalis : Joelynn Kang (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Beverly Clara, Swederlyn Yillvie, Yoga Edwin O. (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)
Seluruh peserta kelas budi pekerti Xiao Tai Yang memperagakan isyarat tangan dengan kompak dan semangat.

Lewat kelas budi pekerti, anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berani maju ke depan kelas atas kemauan sendiri.

Anak-anak dengan antusias menerima lembaran kata perenungan yang dibagikan oleh Lissa dalam pertemuan ini.

Megawati mempersilahkan seorang siswi menceritakan kembali apa yang dipelajari dari animasi edukasi kali ini yang berjudul “Akibat Berbohong”.

Anak-anak dan DAAI Mama memperlihatkan tangan yang telah dibersihkan sebelum menyantap makanan lezat yang dihidangkan.

Setelah makan, anak-anak diajak untuk bermain dengan riang gembira oleh para DAAI Mama.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Menanamkan Karakter Mulia Melalui Kelas Budi Pekerti
30 Juni 2026Sosialisasi Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Cinta Kasih Cengkareng memperkenalkan pendidikan karakter berbasis nilai kebajikan, kepedulian, dan cinta kasih bagi tumbuh kembang anak.
Kamp Kelas Budi Pekerti: Perjalanan Pengembangan Diri
07 Mei 2024Sebanyak 248 murid kelas bimbingan budi pekerti mengikuti Kamp Kelas Budi Pekerti yang digelar di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara, 27 – 28 April 2024. Bertajuk utama “Be Creative and Fun within Self-development Journeys”.
Belajar Menghargai Berkah
23 Oktober 2015Pada 18 Oktober 2015, kelas budi pekerti Tzu Chi Tanjung Balai Karimun diadakan dengan tema “Saya Bisa Hasiskan Makanan Saya” dengan harapan anak-anak belajar untuk menghargai berkah dari makanan. Sebanyak 121 anak dengan penuh semangat mengikuti pembelajaran ini hingga mempraktikkannya pada sesi makan bersama.







Sitemap