Bingkisan Imlek untuk Metta Arya
Jurnalis : Arimami Suryo A., Fotografer : Arimami Suryo A.“Saya senang sekali, sangat bahagia dipedulikan dan diperhatikan sama shijie dan shixiong yang datang menjenguk saya,” ungkap Metta Arya yang terbaring di tempat tidur, saat dikunjungi relawan Tzu Chi. Hari itu, Minggu 16 Januari 2022, empat orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang datang ke rumah Metta yang berada di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan untuk melakukan kunjungan kasih.
Metta adalah salah satu gan en hu (penerima bantuan Tzu Chi). Sekitar bulan April-Mei 2021, Metta menderita saraf kejepit di tulang belakangnya. “Saat itu masih bisa dibangunin walaupun harus dibantu,” cerita Jessica Cahyani, anak pertama dari Metta Arya. Saat itu Metta juga masih bisa berjalan walaupun harus menggunakan bantuan tongkat.

Metta Arya, yang terbaring di tempat tidur karena saraf kejepit beranjali dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dari relawan Tzu Chi.
Menjelang akhir tahun 2021, saat sedang menjemur tiba-tiba badan Metta tidak bisa digerakkan sama sekali. “Waktu itu langsung kita bantu dudukin di kursi roda. Beberapa hari setelah itu, mama juga kena darah tinggi,” kenang Jessica. Sejak saat itu, Metta hanya bisa terbaring di tempat tidur karena badannya sama sekali tidak bisa digerakkan.
Setelah mendapatkan penanganan medis dan sempat dirawat di RS, Metta pun diperbolehkan pulang tetapi kondisinya tidak jauh berbeda dan hanya bisa berbaring dan mengonsumsi obat. Prihatin dengan kondisi mamanya, Jessica pun berinisiatif mengajukan bantuan ke Tzu Chi. “Karena kondisi mama, sekitar bulan Oktober-November 2021, saya datang ke kantor Tzu Chi untuk mengajukan bantuan,” kata Jessica.
Setelah berkas diterima, permohonan bantuan pun disetujui yaitu bantuan transportasi ambulans untuk kontrol ke RS dan bantuan biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS. Setelah beberapa kali kontrol, kondisi Metta pun semakin membaik. “Kondisi sudah lebih membaik, sudah bisa bergerak. Kalau awalnya sama sekali tidak bisa bergerak, ke kanan atau ke kiri pun tidak bisa,” ungkap Jessica.

Empat orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang datang menjenguk dan menyemangati Metta Arya.

Jankie Sugiono, relawan Tzu Chi Tangerang memberikan bingkisan Imlek kepada Metta Arya yang kini sudah bisa dan bersemangat untuk duduk walupun harus ditopang.
Jessica juga menceritakan bahwa mamanya dulu sempat down dan tidak menerima kondisinya. “Dulu sempet down sampai putus asa,” ungkap Jessica. “Awalanya masih berat kenapa harus begini,” tambahnya. Setelah mendapatkan penjelasan dari keluarga dan sering berdiskusi dengan relawan Tzu Chi kondisinya pun lambat laun membaik terutama kondisi psikologinya.
“Gan en, terima kasih banyak karena sudah memberikan mama semangat dan motivasi. Terima kasih juga sudah datang secara rutin,” kata Jessica terharu. Saat dikunjungi relawan, Metta pun tampak bersemangat. Ia pun meminta bantuan Jessica untuk bangun dan duduk dari posisi tidur. Tangannya pun juga sudah bisa digerakkan.

Relawan Tzu Chi memegang tangan Metta Arya yang tadinya tidak bisa digerakkan sama sekali.

Jessica Cahyani, anak pertama dari Metta Arya (kiri) dan adiknya (kanan) mengucapkan terima kasih atas pemberian bingkisan Imlek dan kunjungan relawan.
Dalam kunjungan ini, relawan Tzu Chi juga memberikan bingkisan Imlek untuk Metta dan keluarganya. Dengan tangan beranjali, Metta pun mengucapkan terima kasih atas kebaikan para relawan Tzu Chi. “Terima kasih, semoga shijie dan shixiong dilindungi Tuhan Yang Maha Esa, selalu sehat dan selalu bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain,” kata Metta bersukacita.
Melihat kondisi Metta yang bersemangat, relawan yang ikut kunjungan kasih pun merasa sangat berbahagia. “Saya sangat senang, dari awalnya kita datang pertama kali survei kasus, Ibu Metta ya kurang semangat. Setelah beberapa kali ke sini kemajuannya sangat signifikan. Kemarin tidak bisa bangun, tadi kita lihat sudah bisa duduk,” jelas Jankie Sugiono, relawan Tzu Chi Tangerang.
Selain berbahagia melihat perkembangan Metta, Jankie juga salut dengan anak-anak Metta yang terus bersemangat untuk merawat dan menjaga ibunya. “Saya juga sangat salut dengan anak-anak Ibu Metta yang sangat mendukung mamanya untuk sembuh. Harapan kami Ibu Metta bisa bangkit lagi dan kalau sudah sembuh bisa beraktivitas kembali,” pungkas Jankie di akhir kunjungan kasih.
Editor: Metta Wulandari
Artikel Terkait
Berbagi Kasih di Tahun Baru Imlek
03 Maret 2015 Pada Tahun Baru Imlek yang kali ini jatuh pada 19 Februari 2015, nampaknya tidak semua warga Tionghoa dapat merayakan bersama keluarganya. Seperti yang dialami oleh opa dan oma di Panti Werdha Yayasan Kasih Mulia Sejahtera, Bogor.Saling Berbagi Kasih
26 Oktober 2015Minggu pagi, 18 Oktober 2015, sebanyak 16 relawan Tzu Chi bertolak menuju Panti Jompo Wisma Sahabat Baru, Duri Kepa, Jakarta Barat untuk melakukan kunjungan kasih kepada para kakek dan nenek penghuni panti. Mereka mengajak gerakan senam tangan, memijat, dan menghibur para penghuni panti.
Berbagi Kasih di Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar
31 Maret 2016Pada 13 Maret 2016, sebanyak 20 relawan Tzu Chi melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar. Kunjungan ini untuk melakukan pemeriksaan mata kepada anak-anak di panti ini.







Sitemap