Cerita di Balik Drama Gui Yang Tu
Jurnalis : Kevin Audrino Budiman (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Edy Kurniawan (Tzu Chi Pekanbaru)|
|
| ||
Drama musikal ini melibatkan lebih dari 20 peserta yang kesemuanya memiliki kontribusi dalam membabarkan kebajikan. Drama Musikal Lukisan Kambing Bersujud merupakan sebuah kisah drama yang menceritakan kebajikan tindakan seekor anak kambing yang bersujud sembari menyusu kepada induknya. Tindakan anak kambing ini sepatutnya menginspirasi diri kita dalam tingkah laku kepada orang tua. Bertingkah laku dengan penuh sopan santun, cinta kasih, dan selalu mengingat jasa orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Terdorong untuk menyebarkan semangat kebajikan tersebut, relawan Tzu Chi Pekanbaru kemudian bersama-sama menampilkannya dalam acara Sui Mo Zhu Fu (Pemberkahan Akhir Tahun). Sebanyak 20 peserta yang terbagi dalam 3 kelompok, yakni drama, isyarat tangan, dan paduan suara menampilkan secara apik pementasan drama musikal tersebut. Menariknya lagi keseluruhan peserta yang pentas terdiri dari 4 generasi, yakni relawan berumur 50 tahun ke atas, dewasa, muda-mudi Tzu Chi, dan anak-anak.
Keterangan :
Sentuhan yang dirasakan di setiap hati para penonton Gui Yang Tu merupakan langkah awal untuk mewujudkan kasih yang nyata kepada masyarakat demi membabarkan kebajikan. Seturut dengan Kata Perenungan dari Master Cheng Yen yakni, “Di dunia ini ada dua hal yang tak dapat di tunda, berbakti pada orang tua dan berbuat kebajikan.” Maka tak salah jika Drama Gui Yang Tu merupakan langkah awal mengetuk hati setiap insan untuk mengingat dan berbakti pada orang tua sebagai bentuk rasa syukur sebelum semuanya terlambat. Kita sungguh patut bersyukur atas inspirasi yang hadir dari seekor anak kambing yang bersujud saat menyusu kepada induknya. | |||
Artikel Terkait
Dari Cemas Menjadi Syukur, Perjalanan Slamet Pulih dari Katarak
20 Agustus 2025Relawan Tzu Chi Surabaya melakukan kunjungan kasih ke rumah Slamet Budiono, salah satu pasien operasi katarak pada Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke-149 Juli lalu. Kunjungan ini sebagai bentuk pendampingan kepada pasien pascaoperasi.
Membangun Harapan di Rumah yang Lebih Baik
18 November 2019Sulusia (36) dan Hendra (26) adalah dua diantara keluarga penerima bantuan Bedah Rumah Tzu Chi di Kamal Muara, Jakarta Utara. Perubahan hidup dirasakan keduanya setelah rumahnya dibangun kembali oleh Tzu Chi. Rasa khawatir, cemas, dan takut akan rumah roboh dan banjir kini sudah tak lagi mengganggu hari-hari mereka. Yang ada justru semangat dan harapan untuk meraih hidup lebih baik lagi.








Sitemap