Cinta Kasih Bagi Korban Kebakaran
Jurnalis : Iea Hong (He Qi Utara), Fotografer : Iea Hong (He Qi Utara)|
|
| ||
Setelah peristiwa kebakaran, Tim Tanggap Darurat Tzu Chi segera melakukan survei lapangan untuk menentukan jenis bantuan dan banyaknya warga yang memerlukan bantuan. Dari hasil survei terdata sebanyak 149 keluarga yang terdapat di posko pengungsian. Mereka sangat memerlukan bantuan, terutama kebutuhan akan peralatan sehari-hari, seperti peralatan mandi dan peralatan lainnya, mengingat saat kebakaran terjadi, sebagian warga tidak sempat menyelamatkan harta-bendanya. Akhirnya tanggal 8 September 2011, barang bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia pun segera di distribusikan kepada para korban kebakaran. Pembagian bantuan ini dikoordiniir oleh Suryadi Kurniawan Shixiong. Dimulai sejak jam 9 pagi, sebanyak 12 orang telah bersiap di sebuah lahan yang terletak tidak jauh dari posko pengungsian menunggu datangnya truk pengangkut barang bantuan. Tidak berapa lama kemudian truk pengangkut bahan bantuan pun sampai, dengan sigap para relawan langsung bergotong-royong menurunkan 170 paket bantuan yang telah disiapkan.
Keterangan :
Paket bantuan ini dikemas dalam sebuah boks plastik yang juga dapat berfungsi untuk menyimpan barang-barang mereka. Barang-barang yang didistribusikan kali ini berupa pakaian, sandal dan sepatu, handuk, perlengkapan mandi, mulai dari odol, sabun sampai gayung untuk mandi pun tersedia. Selain itu, relawan juga membagikan tempat makan dan minum. Setelah selesai menurunkan barang bantuan, segera para relawan pun mendirikan tenda sementara. Sebagian lagi mendata ulang korban yang memerlukan bantuan serta mendistribusikan kupon yang akan ditukar dengan paket bantuan. Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, jarum jam sudah menunjukkan pukul 1 lewat. Para pejabat dari kecamatan serta kepolisian setempat sudah tiba untuk memberikan pembagian paket bantuan secara simbolis kepada sekitar 12 warga yang tercatat sebagai penerima paket bantuan. Sesuai budaya humanis Tzu Chi, paket bantuan diberikan dengan penuh rasa hormat dan rasa syukur. Dari pembagian ini diharapkan dapat membantu meringankan sedikit penderitaan para korban dan memberikan kebahagiaan bagi mereka. Akhirnya pembagian berhasil dituntaskan dengan baik sekitar jam 3 sore. Setelah menyelesaikan tugasnya, para relawan akhirnya satu per satu mulai meninggalkan lokasi dengan perasaan bahagia, karena hari itu mereka telah memberikan sedikit kebahagiaan bagi orang lain. “Ketika setiap orang dapat merasakan perasaan yang sangat indah bahwa dia telah menolong orang lain, dan berikrar bersumbangsih demi umat manusia yang sedang menderita di seluruh dunia, maka dunia yang ada di hadapan kita ini adalah dunia yang suci dan penuh dengan harapan,” kata Master Cheng Yen.
| |||
Artikel Terkait
Bersiaga Menyambut Banjir
02 Desember 2011 Apel dimulai jam 7 pagi di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Sekitar 6.000 orang berkumpul di lapangan terbuka ini, masing-masing merupakan perwakilan dari aparat pemerintah terkait, LSM peduli banjir, juga masyarakat.Suntikan Semangat di Awal Tahun
13 Januari 2016 Dengan semangat tahun baru, Tzu Chi Pekanbaru kembali mengadakan kegiatan Gathering Penerima Bantuan Tzu Chi pada 3 Januari 2016. Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 ini mengangkat tema “Membangkitkan Kebajikan Dengan Cinta Kasih”.
Panen Jagung Perdana Petani Binaan Tzu Chi Medan
07 Februari 2018Pada Selasa, 6 Februari 2018 petani binaan Tzu Chi Medan melakuan panen jagung perdana. Kegiatan ini juga turut serta mengajak para relawan untuk turun langsung membantu proses panen.








Sitemap