Cinta Kasih Tzu Chi yang Universal
Jurnalis : Joliana (He Qi Barat), Fotografer : Rudy Darmawan (He Qi Barat)
|
| ||
Kegiatan bedah buku yang pertama ini dimulai dengan penjelasan oleh Rossa Shijie mengenai sejarah terbentuknya Yayasan Buddha Tzu Chi dan juga sejarah singkat tentang kehidupan Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi. Rossa Shijie menerangkan jika dari awal kehidupan Master Cheng Yen dan murid-muridnya sangatlah sederhana dan selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Master Cheng Yen berkata, ”Tanpa bekerja sehari maka kita tidak mendapatkan makanan sehari”. Master Cheng Yen percaya bahwa semua kehidupan adalah setara, oleh karena itu semua memiliki hak yang setara untuk dicintai dan dihargai. Cinta kasih tidak hanya direfleksikan di dalam keluarga saja, suami istri, anak, dan lainnya, tapi harus cinta kasih menyeluruh. Tidak hanya sayang kepada orang tua kita saja, tetapi juga sayang kepada orang tua lain, menyayangi anak sendiri juga sayang kepada anak-anak yang lain.
Keterangan :
Master Cheng Yen menambahkan jika cinta kasih itu bersifat universal tanpa ada perbedaan ras, suku, agama, dan golongan. Karena kita menghirup udara yang sama, darah kita juga berwarna sama. Kita juga berpijak pada bumi yang sama. Hidup akan lebih indah bila ada cinta kasih di setiap tindakan dan langkah kita. Selama kita masih diberi kehidupan maka pakailah waktu kita untuk lebih berguna, hargailah waktu. Kita semua dapat berkumpul dan menjalankan Tzu Chi karena memang kita sudah berjodoh dan jalan sudah terbentang di depan mata, tinggal apakah kita akan terus berjalan dan menggenggam kesempatan ini atau melepaskan nya secara sia-sia. Kita tidak usah takut bila jodoh itu datang terlambat, tidak ada istilah terlambat dalam melakukan sesuatu hal yang baik. Acara bedah buku kali ini sangat ekspresif. Para peserta bedah buku begitu antusias mendengar penjelasan Rossa Shijie, juga terjadi interaksi antara pendengar dan pembicara. Penulis melihat para peserta begitu senang dan gembira di akhir acara bedah buku ini. Dan yang terpenting adalah setelah mendengar Dharma dan mencatat intisari dari kegiatan bedah buku maka diharapkan para peserta mempraktikkan Dharma secara nyata. Seperti salah satu bunyi dari Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Sutra menunjukkan jalan untuk ditempuh; jadi jangan hanya melekat pada sutra tanpa mau mempraktikkannya secara nyata.” | |||
Artikel Terkait
Mewujudkan Niat Baik yang Konsisten dalam Tindakan Nyata
23 Februari 2026Pemberkahan Akhir Tahun 2025 yang digelar oleh He Qi Jakarta Barat 3 pada Minggu, 8 Februari 2026 di Tzu Chi Center PIK menyatukan para relawan dan donatur dalam semangat niat baik yang konsisten.
Mengobati Tanpa Perbedaan
06 April 2011Bekerja sama dengan RS Sentra Medika Cibinong, Tzu Chi mengadakan baksos selama 2 (dua) hari, yaitu pada tanggal 19-20 Maret 2011. Baksos ini dapat terlaksana dengan baik atas partisipasi para relawan yang telah menyumbangkan tenaga dan pemikirannya.








Sitemap