Cinta Kasih untuk Warga Mandah

Jurnalis : Ryan Andias (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : M. Rizki (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Proses pendataan awal sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Segala perbuatan harus dimulai dari sebuah tekad, bagaikan menanam sebatang pohon yang berawal dari sebutir benih.”
Master Cheng Yen

Komunitas Relawan Tzu Chi APP Sinar Mas, Konverta Mitra Abadi Lampung mengadakan bakti sosial kesehatan umum di SDN Mandah, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu, 30/09/23. Kegiatan bakti sosial yang digelar di SDN Mandah ini melayani 385 orang pasien yang merupakakn warga Desa Mandah dan sekitarnya. Winarni Nanang Ermanto, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga istri Bupati Lampung Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial ini.

Winarni Nanang Ermanto, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan mengapresiasi bakti sosial bagi warganya ini.

Relawan membantu menimbang badan warga Desa Mandah sebelum berkonsultasi dengan dokter.

“Pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi dan generasinya harus sehat. Untuk itu sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas bantuan bakti sosial kesehatan untuk warga Kecamatan Natar ini. Alhamdulillah sekali atas kepeduliaannya hari ini,” ujar Winarni Nanang Ermanto.

Rubiah dan Loso, sepasang suami istri paruh baya yang mendapat pelayanan kesehatan kali ini. Keduanya menderita katarak. Selain katarak, Rubiah menderita asam urat. Karena kali ini yang dilayani adalah kesehatan umum, untuk katarak, relawan berencana akan membantu operasinya sambil berkoordinasi dengan tiga anak Rubiah dan Loso yang kini sudah tinggal berjauhan.

Relawan dari Xie Li Downstream Lampung turut mendukung bakti sosial kesehatan umum ini.

Mbah Rubiah dan Mbah Loso ditemui relawan saat menunggu pemeriksaan kesehatan.

Meski kali ini baru mendapat obat untuk asam uratnya, Rubiah sangat bersyukur bisa berobat gratis ini. Sebetulnya ia masih agak trauma. Ia pernah dibantu orang, tetapi pada akhirnya diminta untuk membayar. “Saya sangat bersyukur dengan adanya pengobatan ini, akhirnya saya bisa berobat. Saya dulu trauma dengan pengobatan gratis tapi ujung-ujungnya disuruh bayar. Saya bersyukur karena pengobatan gratis ini benar-benar gratis. Saya sudah mendapatkan obatnya secara gratis juga. Terima kasih untuk para relawan yang sudah membantu, saya doakan selalu sehat dan panjang umur,” ungkapnya.

Bakti sosial kesehatan umum ini menjadi kegiatan pertama Komunitas Relawan Tzu Chi APP Sinar Mas di Lampung. Selain menjadi pengalaman perdana, bakti sosial ini juga meninggalkan kesan bagi para relawan. Seperti yang dirasakan Andri Restuni. “Sebenarnya perasaan saya bercampur aduk setelah saya mengikuti kegiatan bakti sosial ini. Pertama saya ikut merasakan perasaan haru, senang, dan juga ada perasaan sedih,” tuturnya, “senang karena kita bisa hadir membantu sesama kita khususnya warga sekitar Natar ini yang memang benar membutuhkan bantuan kita khususnya untuk mendapatkan layanan kesehatan ini.”

Andri Restuni berinteraksi dengan seorang warga yang menunggu pemeriksaan kesehatan.

Interaksi dengan warga Desa Mandah yang mendapat layanan kesehatan ini juga membawa perasaan haru bagi Andri Restuni. Terutama ketika ia membantu pasien yang sudah usia lanjut. “Ketika tadi mendampingi pasien yang sudah berusia lanjut, saya agak sedih ya karena teringat ibu yang sudah tidak ada. Meski sedih tetapi hal ini tentu harus jadi pendorong semangat untuk bisa membantu mereka,” ucapnya menahan haru.

Keberhasilan bakti sosial ini tak lepas dari dukungan banyak pihak. Sebanyak 126 orang relawan bersatu hati memberikan layanan hari ini. Mulai dari puskesmas setempat, relawan sekolah, Paguyuban Sinar Mas Lampung, juga relawan Xie Li Downstream Lampung dari pilar agribisnis. Juga dukungan 31 orang relawan medis dari TIMA (Tzu Chi International Medical Association).

Bakti sosial ini menjadi jalinan jodoh yang baik antara relawan dan warga Desa Mandah. Interaksi yang terjalin tidak hanya membantu memberikan kesembuhan, tetapi juga membawa cinta kasih yang langgeng.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Program Bakti Sosial 5 KM di Jayapura: Bahagianya Ham Masita Bisa Melihat Kembali

Program Bakti Sosial 5 KM di Jayapura: Bahagianya Ham Masita Bisa Melihat Kembali

18 Juli 2024

Ham Masita (90) salah satu peserta operasi katarak yang dilakukan relawan Xie Li Papua. Ini bagian dari Program Bakti Sosial 5 KM, untuk membebaskan masyarakat dari katarak, hernia, dan bibir sumbing.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131: Sebuah Kehormatan Dapat Membantu Sesama Melalui Kegiatan Kemanusiaan

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131: Sebuah Kehormatan Dapat Membantu Sesama Melalui Kegiatan Kemanusiaan

28 Juni 2022

Bagi Ipda Irwan, menjadi seorang koordinator pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131 merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena ia bisa membantu sesama. “Di sini banyak warga saya, banyak masyarakat dari daerah saya, yang saya bisa membantu," ujarnya.

Salah Satu yang Berkesan di Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-134

Salah Satu yang Berkesan di Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-134

12 Oktober 2022

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-134 ini memang sudah usai, namun banyak kisah mengharukan yang bisa diceritakan, salah satunya bagaimana para relawan menjangkau para pasien di luar pulau. 

Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -