Cinta Kasih yang Menggerakkan Hati dan Tindakan

Jurnalis : Jupiter (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Deddy (He Qi Jakarta Barat 3)
Jupiter berbagi pengalaman yang berharga kepada para peserta sosialisasi agar turut serta dalam kegiatan-kegiatan.

Pendidikan Pelestarian Lingkungan Kemanggisan. Kegiatan di bawah naungan Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 ini bertujuan memperkenalkan sejarah, nilai-nilai kemanusiaan, serta visi dan misi Tzu Chi kepada masyarakat.

Sebanyak sembilan relawan hadir dengan penuh semangat melayani, sementara kegiatan ini diikuti oleh sepuluh peserta yang antusias. Dalam suasana akrab dan interaktif, para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi. Para relawan bekerja secara kompak dan bertanggung jawab, menjalankan peran masing-masing sebagai pembawa acara, pemateri, tim multimedia dan sound system, pemandu shou yu (isyarat tangan), pendamping calon relawan, penyedia konsumsi, hingga tim pelayanan. Relawan Zhen Shan Mei turut hadir sebagai tim dokumentasi yang mengabadikan setiap momen kegiatan dengan penuh dedikasi.

Kegiatan ini menjadi sosialisasi pertama yang diselenggarakan oleh Komunitas He Qi Jakarta Barat 3. Momentum ini menandai langkah awal yang bermakna dalam memperluas jalinan kebajikan serta memperkenalkan semangat kemanusiaan Tzu Chi kepada masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan ini semakin banyak hati yang tergerak untuk bergabung sebagai relawan dan bersama-sama menebarkan cinta kasih tanpa batas.

Penjelasan mengenai istilah di Tzu Chi yang disampaikan oleh Indra agar peserta lebih memahami dan bisa menerapkannya dalam kegiatan.

Hun Hun sebagai pembawa acara dan Indra Shi Xiong sebagai pembawa materi dengan semangat cinta kasih menyampaikan nilai-nilai Tzu Chi kepada peserta sosialisasi.

Acara dipandu oleh Hun Hun sebagai pembawa acara. Materi utama disampaikan oleh Indra yang memaparkan sejarah, visi dan misi, serta berbagai bidang kegiatan relawan, meliputi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, dan pelestarian lingkungan. Ia juga menjelaskan makna logo Tzu Chi: bunga teratai melambangkan benih kebajikan yang mampu menumbuhkan dunia yang lebih baik; simbol perahu menggambarkan perahu cinta kasih yang berlayar menyelamatkan makhluk hidup dari penderitaan; sedangkan delapan kelopak teratai melambangkan Delapan Ruas Jalan Mulia sebagai pedoman dalam melangkah.

Dalam sesi pembinaan generasi muda, Budiman selaku penggerak kaum muda menjelaskan bahwa Komunitas Tunas dibentuk untuk mewadahi minat, bakat, dan kreativitas relawan muda agar dapat saling mendukung, belajar, dan bertumbuh bersama dalam lingkungan yang bajik. Komunitas ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Selain itu, terdapat pula Tzu Ching, komunitas pemuda berusia 16–23 tahun yang menjadi wadah pembinaan karakter serta penguatan semangat kebersamaan, guna membimbing lebih banyak kaum muda berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Jupiter, alumni Tzu Ching yang kini aktif di Komunitas Tunas, turut berbagi pengalaman serta menjelaskan berbagai kegiatan yang dijalankan. Ia menyampaikan bahwa pada bulan Februari ini akan diadakan Tunas Spring Festival Celebration 2026 dalam rangka memperingati Hari Raya Imlek. Selain itu, pada bulan Maret mendatang, bertepatan dengan bulan Ramadan, Komunitas Tunas juga akan mengadakan kegiatan berbagi takjil sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan lintas umat.

Ivan yang berdomisili di Gading Serpong, Tangerang Selatan, berbagi pengalaman bahwa meskipun rumah jauh dari lokasi kegiatan, tetapi tidak mematahkan semangatnya untuk tetap mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas.

Budiman menjelaskan tentang Komunitas Tunas dan Tzu Ching kepada peserta sosialisasi.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Ivan, membagikan pengalamannya. Meski tinggal di Gading Serpong, Tangerang Selatan, ia tetap bersemangat mengikuti kegiatan komunitas ini. Baginya, jarak bukanlah hambatan ketika hati telah tergerak untuk belajar dan bertumbuh bersama dalam lingkungan yang menjunjung nilai cinta kasih universal tanpa membedakan suku, ras, maupun agama. Kisahnya menjadi inspirasi tentang komitmen dan ketulusan dalam melangkah di jalan kebajikan.

Seorang peserta lainnya menyampaikan harapannya agar anaknya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak dapat mengikuti kegiatan Tzu Chi, khususnya Kelas Budi Pekerti. Momen ini terasa mengharukan sekaligus menunjukkan bahwa nilai kebajikan yang disampaikan mampu menyentuh hati dan menginspirasi keluarga untuk menanamkannya kepada generasi berikutnya. Ada pula peserta yang menanyakan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Komunitas Tunas serta cara memperoleh pembaruan informasinya. Antusiasme ini menjadi tanda bahwa semangat kebajikan terus tumbuh di berbagai kalangan.

Semoga kegiatan ini menjadi awal dari semakin banyak langkah kebajikan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, cinta kasih universal tetap menjadi kekuatan yang menyatukan hati dan menghadirkan harapan bagi sesama.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Bersama-sama Mewujudkan Kebahagiaan

Bersama-sama Mewujudkan Kebahagiaan

07 Mei 2018
Pada Kamis, 3 Mei 2018, Tzu Chi Bandung berkesempatan untuk menyosialisasikan Misi-misi Tzu Chi pada acara gathering Eka Tjipta Foundation. Kegiatan ini bertujuan untuk mengalang cinta kasih dari para generasi-generasi muda di Kota Kembang.
Sosialisasi Tzu Ching Batam

Sosialisasi Tzu Ching Batam

10 November 2011 Penjelasan dari Budi Shixiong seakan membuat teman-teman yang hadir memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang mendalam tentang Tzu Chi dan kenapa bisa ada Tzu Ching. Rasa penasaran itu pun terjawab setelah David dan Santoso menjelaskan apa itu Tzu Ching dan bagaimana sejarahnya.
Mendalami Misi Kemanusiaan Tzu Chi di Tzu Chi Bandung

Mendalami Misi Kemanusiaan Tzu Chi di Tzu Chi Bandung

29 September 2016

Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung pagi itu, Minggu 25 September 2016 kedatangan puluhan mahasiswa dari Universitas Parahyangan Bandung. Mereka datang untuk mengikuti acara sosialisasi Tzu Chi.

Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -