Cinta Kasih yang Takkan Pernah Habis
Jurnalis : Mettasari (He Qi Utara) , Fotografer : Aris Widjaja (He Qi Utara)
|
| ||
| Beras cinta kasih yang dikirim dari Taiwan kini diberikan untuk kedua kalinya kepada masyarakat di Indonesia yang membutuhkan, salah satunya warga di Tanah Sereal, Jakarta. Seperti biasanya sebelum membagikan beras, para relawan Tzu Chi melakukan survei dan pembagian kupon kepada warga. Survei tersebut dilakukan di setiap RT untuk mencari warga yang benar-benar membutuhan bantuan. Syarat dan ketentuan berlaku, seperti bagi warga yang tidak memiliki mata pencarian tetap dan mempunyai tanggungan biaya hidup yang besar untuk keluarganya. Kupon beras cinta kasih yang tersedia sebanyak 3.014 buah. Barisan insan Tzu Chi pun siap membagikan kupon tersebut. Relawan Tzu Chi dibagi menjadi beberapa kelompok yang berpencar untuk melakukan survei. Relawan yang terlibat pada saat itu terdiri dari 11 relawan komite, 48 biru putih, 26 abu putih, dan 23 relawan rompi (kembang). Mereka selalu menyediakan waktunya untuk bersumbangsih di jalan Tzu Chi. Minggu pagi yang cerah, tepat pada tanggal 14 Agustus 2011, jam 7 pagi, seluruh kegiatan survei kupon beras dimulai. Terlihat aktivitas para relawan Tzu Chi di Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Para relawan berangkat menuju Kelurahan Tanah Sereal dengan welas asih dan kebijaksanaan dalam memberikan beras cinta kasih kepada warga setempat. Sampai pada akhirnya tercatat sebesar 2.778 kupon beras cinta kasih yang terbagikan untuk warga yang membutuhkan.
Keterangan :
Puasa Bukan Halangan
Keterangan :
Di salah satu sudut jalan di RW 15, terlihat salah satu rumah warga yang kurang terawat. Rumah yang hanya beralaskan puing-puing itu juga tidak memiliki ventilasi udara yang cukup di dalamnya, sehingga membuat rumah tersebut gelap dan tidak ada sirkulasi udara. Toni merupakan salah satu warga yang namanya tercantum untuk mendapatkan beras cinta kasih. Ia berkerja sebagai pendorong gerobak. Saat relawan Tzu Chi datang mengunjungi rumah Toni dan menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk memberikan kupon beras cinta kasih, tatapan mata istri Toni tampak berkaca-kaca. Air matanya membasahi kelopak matanya. Ia terharu dan berterima kasih atas beras cinta kasih yang diberikan kepadanya. Melihat kondisi yang dialami oleh masyarakat Tanah Sereal, membuat kita harus bercermin dengan keadaan kita yang sekarang. Dapat tinggal di tempat yang layak, memilik atap rumah yang kokoh, itu semua merupakan berkah yang besar. Kisah keluarga Bapak Toni hanya satu dari ribuan warga yang memperoleh beras cinta kasih. Kegiatan pembagian kupon beras cinta kasih ini membuat para relawan merasa bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan untuk turut bersumbangsih terhadap warga kelurahan Tanah Sereal. Para relawan Tzu Chi ingin menjadi seorang Bodhisatwa yang dapat meringankan penderitaan semua makhluk. Master Cheng Yen berkata, “Bersumbangsih adalah perwujudan dari rasa berterima kasih dan bersumbangsih sesungguhnya merupakan tindakan menuai panen yang terbesar.” | |||
Artikel Terkait
Kebahagiaan Hadir Bersama Paket Cinta Kasih
02 April 2026Pembagian 150 paket Beras Cinta Kasih Lebaran di Kedung Waringin, Bogor, menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Peresmian Sekolah dan Tempat Ibadah di Lombok, Nusa Tenggara Barat
23 September 2020Setelah setahun lebih masa pembangunan, hari ini, Rabu, 23 September 2020 dilakukan peresmian MTs Nurul Huda dibarengi dengan peresmian 3 masjid (Tarbiyatul Qura, Al Hakim, Raudhatul Jannah) dan 2 vihara (Sutta Dhamma dan Dhamma Palla) di Lombok, NTB.
Menjadi Tua Itu Pasti, Menjadi Sehat Itu Pilihan
19 Agustus 2024Sebanyak 388 warga lanjut usia (Lansia) di Menteng Atas, Jakarta Selatan mendapatkan layanan kesehatan dalam Baksos Kesehatan Degeneratif yang diadakan Tzu Chi Indonesia di SMA Negeri 43 Jakarta.










Sitemap