Curahan Kasih Sayang di Panti Wreda
Jurnalis : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)|
|
| ||
| Dalam kesempatannya ini para relawan Tzu Chi menebarkan cinta kasihnya kepada opa dan oma yang hidup jauh dari keluarganya. Cinta kasih tersebut diwujudkan dengan memberikan berbagai pelayanan seperti bernyanyi bersama, mencukur rambut, membagikan makanan hingga mengajar senam. Di samping itu, para relawan Tzu Chi pun selalu mendekatkan diri dengan cara berkomunikasi langsung guna menghangatkan hati para opa dan oma. Saling Mengasihi
Keterangan :
Momen tersebut merupakan gambaran nyata ungkapan dari rasa haru dan bahagia penghuni panti karena masih ada insan yang peduli dengan keberadaan mereka. Bagi oma Cien, kendati tidak bisa melihat, namun ia mampu merasakan hangatnya genggaman tangan serta pelukan dari relawan Tzu Chi. “Senang sekali, senang banget kalo dikunjungi gini. Ini Cien bisa bersuka cita, tidak hanya menangis tiap malam di kamar. Saya menangis ingat mamah, papah (sudah meninggal-red), terus anak Cien yang nomer 3 udah ngga ada (meninggal-red),” kata oma asal Manado ini. Pada hari itu, oma yang sudah berumur 63 tahun ini pun merasa dirinya terpuaskan karena dalam kunjungan kasih ini para relawan Tzu Chi memberikan kesempatan baginya untuk bernyanyi.
Keterangan :
“Puji Tuhan, saya terima kasih sama Tuhan jadi Cien tidak menangis-menangis lagi, kalau ada begini (kunjungan kasih-red) kan Cien bisa senang, karena Cien senang menyanyi, senang banget Cien itu menyanyi. Itu benar-benar terima kasih karena itu penuh kasih sayang. Puji Tuhan saya bilang karena Tuhan yang akan bisa membalas itu semuanya,” ungkap oma Cien. Semua hal yang dirasakan di panti pada hari itu merupakan pelajaran yang berarti bagi para relawan Tzu Chi. Hal tersebut dirasakan Reza, relawan baru Tzu Chi yang berpartisipasi dalam kunjungan kasih ini. “Kita itu nanti akan seperti itu, ya jangan jauh-jauh dulu deh, nanti orangtua kita juga akan tua jadi kita bisa telaten ngurusin mereka, kita bisa juga sabar harus dengan sepenuh hati ngurusin mereka, jangan sampai sesibuk apapun kita tinggalkan mereka. Kita harus berbakti kepada orangtua selalu jangan sampai kita tiap detiknya itu lupa sama orangtua,” kata pria 23 tahun ini. | |||
Artikel Terkait
Meringankan Kerisauan Hati Warga Dusun Jemblung
18 Desember 2014 Relawan Tim Tanggap Darurat dan Tim Medis Tzu Chi bertolak menuju Kota Banjarnegara, Jawa Tengah melalui jalur darat. Meskipun harus menempuh perjalanan sekitar 15 jam untuk menjangkau lokasi, relawan tak patah arang. Semangat bersumbangsih mengantarkan langkah para insan Tzu Chi dalam memberikan perhatiannya.Tindakan Nyata Mengurangi Bencana
05 April 2017Telah lama Xie Li Kalimantan Timur 2 berkomitmen untuk melestarikan lingkungan, salah satu upayanya adalah dengan mengelola sampah plastik. Sampah plastik dikumpulkan oleh para relawan di sebuah bangunan penampungan sampah milik relawan Xie Li Kalimantan Timur 2 yang berada di Kebun Jak Luay.










Sitemap