DAAI Night 2026: Kebaikan Tak Cukup Diceritakan, Kebaikan Perlu Digerakkan

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Metta Wulandari

Penampilan pembuka dengan instrumen sape membawakan medley Indonesia Pusaka, disertai penampilan penari dengan busana tradisional. Pertunjukan ini membuka rangkaian DAAI Night 2026 dengan nuansa budaya Indonesia.

Dalam rangka memperingati perjalanan selama 19 tahun, DAAI TV menggelar DAAI Night 2026 di International Hall (Guo Yi Ting), Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (9/8). Mengusung tema “DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan”, acara ini menjadi momentum refleksi atas komitmen DAAI TV dalam menghadirkan informasi yang benar, bajik, dan indah, sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata di tengah masyarakat. Perayaan ini turut dimeriahkan oleh Adera, Ebiet G. Ade, Desy Huang Jia Mei, serta peluncuran DAAI+ versi Smart TV.

Selama hampir dua dekade, DAAI TV telah menghadirkan ribuan kisah tentang kepedulian dan harapan yang mengajak masyarakat melihat sisi kehidupan yang sering luput dari perhatian. Namun, bagi DAAI TV, menginspirasi saja tidak lagi cukup, karena kisah yang disiarkan diharapkan mampu melahirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagi PR Manager DAAI TV, Mika Wulan, tema tersebut bukan sekadar slogan perayaan ulang tahun, melainkan arah yang ingin terus diperkuat DAAI TV sebagai media humanis. “DAAI ini sudah 19 tahun. Kami merasa sudah seharusnya DAAI bisa lebih berdampak, menggerakkan kebaikan yang lebih nyata di tengah masyarakat. Karena itu kami memilih kampanye ‘DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan’,” ujarnya.

Desy Huang Jia Mei bersama 16 relawan Tzu Chi menampilkan Shou Yu dalam lagu DAAI pada DAAI Night 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang mengangkat semangat cinta kasih dan kebaikan.

Adera tampil membawakan lagu Lebih Indah dan Catatan Kecil dalam perayaan DAAI Night 2026. Penampilannya turut menghangatkan suasana perayaan 19 tahun perjalanan DAAI TV.

Hal tersebut juga ditegaskan Board of Director DAAI TV, Edy Wiranto. Dalam sambutannya, Edy memaparkan perjalanan DAAI TV selama 19 tahun tidak terlepas dari upaya menghadirkan konten yang menanamkan nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan, baik melalui televisi maupun platform digital.

“Melalui berbagai konten yang penuh makna, kami berharap dapat menyentuh hati setiap orang dan memberi kontribusi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang harmonis dan penuh cinta kasih,” ujar Edy.

Menurutnya, upaya tersebut kini tidak berhenti pada produksi konten. DAAI TV juga berupaya menghadirkan aksi nyata melalui gerakan DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan.

Salah satu contoh nyata terlihat dari pembangunan jembatan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berawal dari kisah inspiratif dalam program Mimpi Jadi Nyata, aksi tersebut kemudian menggerakkan berbagai pihak untuk turut membantu. Dua jembatan di Matakapore dan Polapare akhirnya dapat diwujudkan melalui kolaborasi DAAI TV, BRIN, Vertical Rescue Indonesia (VRI), donatur, serta masyarakat setempat.

“Sebenarnya dari awal DAAI TV berdiri kami sudah banyak mengambil kisah-kisah inspiratif. Kami juga sudah banyak mengumpulkan cerita bagaimana orang yang menonton DAAI kemudian tergerak melakukan sesuatu. Tetapi yang paling kami rasakan dampaknya adalah pembangunan jembatan di NTT,” kata Mika.

Dampaknya pun tidak berhenti pada berdirinya jembatan. Anak-anak lebih mudah berangkat ke sekolah, petani lebih leluasa membawa hasil panen untuk dijual, dan akses masyarakat menjadi lebih mudah. Bahkan, tiga desa yang sebelumnya sempat berselisih kini bersama-sama menjaga jembatan tersebut.

“Kami sempat melakukan survei setelah jembatan pertama selesai. Anak-anak sekarang lebih mudah berangkat ke sekolah, para petani lebih mudah membawa hasil panennya untuk dijual sehingga ekonomi keluarga ikut meningkat. Bahkan tiga desa yang sebelumnya sempat berselisih sekarang bersama-sama menjaga jembatan itu,” ungkap Mika.

Edy Wiranto, Board of Director DAAI TV menyampaikan sambutan dalam DAAI Night 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan DAAI TV dalam menyebarkan kebaikan.

Dari satu cerita, kebaikan pun kembali bergulir. Saat DAAI TV menceritakan kebutuhan pengiriman bantuan untuk anak-anak di NTT melalui DAAI Talk, JNE turut tergerak membantu mengirimkan ratusan tas dan alat tulis. Menurut Mika, dukungan tersebut menunjukkan bahwa sebuah kisah dapat menjadi pemantik bagi orang lain untuk mengambil bagian.

Semangat serupa diwujudkan melalui pembangunan dua toilet beserta sumur di SD Wanajaya, Karawang. Program tersebut berawal dari kondisi fasilitas sanitasi sekolah yang tidak layak digunakan dan kemudian diwujudkan melalui penggalangan dana bersama Sahabat DAAI.

Tayangan Menjadi Bagian dari Kehidupan
Dampak sebuah media tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Bagi sebagian pemirsa, nilai yang disampaikan melalui tayangan justru tumbuh perlahan dan menjadi bagian dari keseharian.

Hal itu dirasakan Hian Thin (58) dan Su Ling (55), pasangan asal Bekasi yang selama belasan tahun telah menjadi Sahabat DAAI. Salah satu tayangan yang paling mereka sukai adalah drama DAAI karena cerita yang diangkat dinilai dekat dengan kehidupan.

“Drama DAAI itu real, pengajarannya bagus, benar-benar cerita asli dan kita bisa memetik pelajaran. Semua bisa diterapkan dalam keseharian, seperti contoh kejujuran, ketulusan, pengorbanan untuk keluarga, kasih sayang terhadap orang tua. Semua mengajarkan kehidupan,” ujar Hian.

Hian Thin dan Su Ling, Sahabat DAAI asal Bekasi, turut berdonasi dalam DAAI Night 2026. Keduanya telah menonton DAAI TV selama belasan tahun dan merasa terinspirasi oleh tayangan yang mengangkat nilai kebaikan. Donasi tersebut menjadi bentuk dukungan mereka agar DAAI TV terus menghadirkan tayangan yang menginspirasi sekaligus membantu masyarakat.

Kecintaan mereka terhadap nilai yang dibawa DAAI juga membuat keduanya tergerak untuk berdonasi dalam DAAI Night. Menariknya, meski keduanya beragama Katolik, mereka merasa nilai cinta kasih yang disampaikan DAAI tetap dekat dengan kehidupannya.

“Kita tahu dari tayangan DAAI, Master Cheng Yen, dan saya juga banyak baca buku maupun Kata Perenungan Master Cheng Yen. Meskipun saya seorang Katolik, kita mau berdonasi karena DAAI menggunakan itu untuk membantu sesama, menginspirasi sesama melalui tayangan-tayangannya,” tuturnya.

Bagi mereka, keberadaan DAAI TV bukan hanya tentang tayangan yang ditonton, tetapi juga nilai yang dapat dibawa keluar dari layar.

“Intinya teruskan membangun jembatan kasih supaya semua masyarakat merasakan kebahagiaan. Semoga DAAI tetap setia melayani sesama dan menginspirasi masyarakat agar bisa memetik pembelajaran dari apa yang ditayangkan DAAI,” ujar Hian.

Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi DAAI TV untuk terus menjaga nilai yang dibawanya, di tengah perubahan cara masyarakat menerima dan memilih informasi. Memasuki usia ke-20, DAAI TV tidak hanya dituntut untuk terus menghasilkan konten yang bermakna, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai media humanis.

Ebiet G. Ade tampil membawakan sejumlah lagu dalam DAAI Night 2026. Penampilannya menghadirkan suasana reflektif melalui lagu-lagu yang mengajak penonton merenungkan kehidupan.

Desy Huang Jia Mei tampil dalam DAAI Night 2026 bersama para musisi pengiring. Ia membawakan sejumlah lagu, termasuk Rang Ai Chuan Chu yang turut diiringi isyarat tangan dari Sekolah Cinta Kasih.

Menjaga Jurnalisme Humanis di Tengah Era AI
Perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi membuat tantangan tersebut semakin kompleks. Di era digital, masyarakat tidak hanya bebas memilih informasi yang dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi pembuat konten.

“Sekarang audiens punya posisi untuk memilih informasi yang mereka mau. Bahkan mereka juga bisa menjadi content creator. Itu tantangan yang cukup berat karena konten yang beredar jumlahnya luar biasa banyak,” ujar Mika.

DAAI TV pun terus beradaptasi melalui penguatan platform digital dan peluncuran DAAI+ yang kini dapat diakses melalui smart TV. Seperti penuturan Edy, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya DAAI TV untuk tetap hadir sebagai media yang memberikan inspirasi positif di era digital. “Hari ini dengan bangga kami memperkenalkan fitur terbaru aplikasi streaming DAAI+ yang kini bisa diakses di smart TV,” katanya.

Namun, beradaptasi dengan zaman tidak berarti mengubah nilai yang menjadi pijakan DAAI TV. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens, prinsip untuk menghadirkan informasi yang benar, bajik, dan indah tetap menjadi pegangan. Nilai tersebut pula yang menjadi dasar DAAI TV dalam menjaga jurnalisme humanis di tengah derasnya arus informasi.

Antusiasme penonton terlihat saat mengikuti rangkaian DAAI Night 2026. Cahaya dari ponsel yang dinyalakan bersama menjadi salah satu momen hangat yang menggambarkan kebersamaan sepanjang acara.

Menurut Mika, jurnalisme humanis justru semakin membutuhkan kepekaan. Media tidak cukup hanya melihat sesuatu di permukaan, tetapi perlu menggali lebih dalam agar kisah yang dihadirkan tetap dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Alih-alih sekadar mengikuti arus konten yang terus berubah, DAAI TV ingin menghadirkan sesuatu yang dapat membawa masyarakat pada nilai yang lebih baik. “Kita harus bisa menciptakan tren sendiri. Tren cinta kasih, tren kebaikan.”

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

My Dream: Kagum Sekaligus Terinspirasi

My Dream: Kagum Sekaligus Terinspirasi

02 Agustus 2017
Kekaguman akan penampilan My Dream juga muncul dari para tokoh nasional di Indonesia, salah satunya KH. Maman Imanulhaq, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan di Majalengka, Jawa Barat dan Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud.
DAAI NIGHT : GREAT LOVE IN HARMONY

DAAI NIGHT : GREAT LOVE IN HARMONY

25 November 2014 Biasanya acara DAAI Night hanya menyajikan pementasan musik dan isyarat tangan. DAAI Night kali ini turut menghadirkan Twilite Orchestra yang digawangi oleh Addie M.S., Twilite Chorus, dan Sastrani Titaranti Dewantara seorang spinto soprano serta Shih Yi Nan.
DAAI Night 2026: Kebaikan Tak Cukup Diceritakan, Kebaikan Perlu Digerakkan

DAAI Night 2026: Kebaikan Tak Cukup Diceritakan, Kebaikan Perlu Digerakkan

10 Agustus 2026

DAAI TV Indonesia merayakan 19 tahun perjalanan melalui DAAI Night 2026 bertema “DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan” untuk terus mendorong lahirnya aksi nyata.

Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -