Event Dialog Lintas Iman DAAI TV menyambut Idul Fitri 2025.
DAAI TV menerima penghargaan Riyanto Award dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor dalam kategori Humanitarian Media Excellence, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi menghadirkan jurnalisme yang menekankan nilai kemanusiaan, keberagaman, dan narasi damai di ruang publik. Penghargaan ini diumumkan pada bulan Desember 2025 lalu.
Riyanto Award diberikan untuk mengenang Riyanto, seorang anggota Banser yang gugur saat mengamankan gereja di Mojokerto pada malam Natal tahun 2000. Riyanto dikenang sebagai simbol keberanian dan pengorbanan dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. “Riyanto adalah pahlawan kemanusiaan. Semangat pengorbanannya menjadi inspirasi bagi seluruh kader Ansor dan Banser untuk selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan toleransi,” jelas Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin.
Penghargaan ini menempatkan DAAI TV sebagai salah satu media yang dinilai berperan aktif dalam membangun persepsi publik yang lebih adil, menenangkan, dan minim provokasi, melalui pemberitaan sosial dan pendekatan jurnalisme yang berimbang.
Pengakuan terhadap Peran Media dalam Menjaga Ruang Sosial
Riyanto Award diberikan kepada individu, komunitas, serta institusi yang berkontribusi nyata dalam merawat perdamaian dan kemanusiaan. Dalam konteks media, DAAI TV dinilai konsisten mengangkat isu sosial, kemanusiaan, dan solidaritas lintas kelompok dengan pendekatan yang tidak memperuncing konflik.
DAAI TV selama ini dikenal melalui tayangan dokumenter, liputan sosial, dan program inspiratif yang menampilkan sisi membangun karakter dan kehidupan masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting di tengah arus informasi yang sering kali memicu polarisasi.
Foto bersama tim Liputan DAAI TV dengan warga desa Matakapore, Sumba Barat Daya dimana DAAI TV dan donatur membangun jembatan untuk warga sekitar.
Di tengah lanskap media yang sering dipenuhi kebisingan, konflik, dan sensasi, DAAI TV memilih sudut yang berbeda. Kamera diarahkan bukan untuk memperbesar luka, tetapi untuk memperlihatkan harapan. Mikrofon diulurkan bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mendengar.
Setiap liputan sosial, setiap dokumenter, setiap kisah inspiratif yang ditayangkan lahir dari keyakinan sederhana bahwa kisah-kisah ini adalah sebagai pengingat bahwa kebaikan itu nyata.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk DAAI TV sebagai institusi, tetapi untuk setiap kisah kemanusiaan yang dijumpai di lapangan. Untuk para narasumber yang membuka hati, untuk tim yang bekerja dengan empati, dan untuk pemirsa yang masih percaya bahwa kebaikan layak diceritakan. Bagi kami, jurnalisme adalah cara merawat harapan, sedikit demi sedikit, melalui cerita”, papar Mika Wulan, PR Manager DAAI TV.
Saat ini DAAI TV juga sudah ada di berbagai platform dan juga aplikasi Video on demand DAAI+ secara gratis. Hal ini mempertegas komitmen DAAI TV untuk terus menyebarkan kebaikan melalui berbagai platform dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
Para Penerima Penghargaan
Selain DAAI TV, Riyanto Award juga memberikan penghargaan kepada tokoh dan penggerak aksi kemanusiaan, yaitu:
- Aktivis rekonsiliasi pascakonflik di Maluku, Hasbollah Toisuta,
- Komunitas dialog lintas iman, Komunitas Pelita Padang
- Advokat keberagaman di ruang digital, Winona Araminta
- Aparat penegak hukum yang mengedepankan dialog sosial, AKP Yulianto
- Praktisi pendidikan inklusif di tingkat sekolah, Wahyu Farida
- Media kemanusiaan dan Keberagaman, DAAI TV
Riyanto Award yang diberikan oleh Pengurus Pusat GP Ansor.
Kehadiran DAAI TV di antara para penerima penghargaan ini menunjukkan bahwa peran media dipandang sebagai bagian dari ekosistem kerja kemanusiaan, yang menyuarakan, memperluas dampak, dan membangun pemahaman publik menuju masyarakat yang lebih harmonis.
Editor: Hadi Pranoto