DAAI TV Menyinari Batam
Jurnalis : Dewi Soejati (Tzu Chi Batam), Fotografer : Dewi Soejati (Tzu Chi Batam)
|
| ||
Kerjasama Relawan Sebelum melakukan pertunjukan di Batam, malam DAAI TV sudah dipentaskan di Singapura pada tanggal 3 dan 4 September 2010. Karena kedekatan lokasi, Tzu Chi Singapura juga menawarkan untuk melakukan pertunjukan di Batam. Kesempatan ini segera disambut oleh relawan Tzu Chi Batam. Maka, jauh-jauh hari panitia sudah dibentuk untuk acara ini. Pada tanggal 3 September, sebagian panitia berangkat ke Singapura untuk meninjau pelaksanaannya. Keesokan harinya, semua panitia segera dikumpulkan, dan dengan sangat serius, koordinator acara memaparkan bahwa persiapan yang telah mereka lakukan masih jauh dari harapan permintaan penyelenggara, sehingga hari itu juga semua berkerja keras, terutama seksi perlengkapan dan dekorasi pentas yang rela bekerja memoles panggung menjadi bernuansa budaya Tzu Chi dalam kondisi tanpa penyejuk udara.
Ket : - Bukan hanya masyarakat umum, acara ini juga menarik perhatian seorang biksuni yang menyukai drama-drama DAAI TV. (kiri) Belajar dari Kisah Kehidupan Orang Lain
Ket : - Para pengunjung menyerbu stan Toko Buku Jing Si untuk membeli DVD kisah ini. Di samping itu juga tersedia meja bagi para artis dan tokoh untuk menandatangani buku-buku maupun DVD yang dibeli pengunjung. (kiri). Saat ini Huang Rui Fang adalah seorang Tzu Cheng di Tzu Chi. Imbauannya kepada kita, jangan sekalipun punya niat untuk mencoba narkoba, karena saat itulah sebenarnya kita sudah kecanduan. Walaupun akhirnya bisa menjadi satu dari sedikit kemungkinan bisa sembuh dari jeratan narkoba, efek samping yang masih tersisa baginya adalah sulitnya menyampaikan kata kata dengan tepat, karena sistim syaraf untuk artikulasi kata katanya telah rusak. Kesaksian dari tokoh-tokoh asli ini telah banyak memberi inspirasi bagi orang lain. Saat acara selesai, banyak pengunjung yang menyerbu pojok galeri Jing-Si untuk membeli DVD kisah ini. Di samping itu juga tersedia meja bagi para artis dan tokoh untuk menandatangani buku-buku maupun DVD yang dibeli pengunjung. Seluruh panitia sudah bisa bernafas lega, acara yang dimulai tepat pukul 19.15 WIB bisa berakhir dengan lancar sesuai rencana selama 2 jam. Semua kekhawatiran dan lelah hilang seketika, yang tersisa adalah kenangan indah dan pengalaman berharga bisa bekerja sama dengan banyak orang yang profesional di bidangnya masing-masing. Menurut kata perenungan Master Cheng Yen, profesional adalah mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Inilah tim yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Terima kasih kepada Tzu Chi Taiwan dengan DAAI TV-nya, kepada Tzu Chi Singapura dan tentunya juga kepada segenap relawan Tzu Chi Batam yang telah mendukung suksesnya acara akbar ini. | |||
Artikel Terkait
Selamat dari Bencana (bagian 4)
09 September 2009 Ketika Rudi telah kembali dari pasar dan semua relawan berkumpul, Abdul Muis bertanya kepada Adi, “Pak Adi, ini sebelum kita putuskan akan memberikan bantuan kelanjutan, apa ada baiknya kalau kita pergi dulu melihat kondisi di Mangunjaya?” “Iya betul. Langsung aja ya, kita berangkat sekarang,” kata Adi setuju.
Cegah Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan
26 Mei 2023Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas di Kutai Barat memberikan perhatian kepada Ibu-Ibu hamil di Desa Besiq, Desa Nilik, Desa Mantar, dan Desa Begai, Kecamatan Damai, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Paket Lebaran 2022: Warga Pebayuran Bekasi Terima 850 Paket untuk Sambut Lebaran
25 April 2022Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama relawan Tzu Chi komunitas Cikarang membagikan 850 Paket lebaran 2022 kepada warga Pebayuran, Bekasi pada 23 April 2022.








Sitemap