Dari Peduli Lingkungan, Tumbuh Tekad Menjadi Relawan

Jurnalis : Atika N. Sari (He Qi Jakarta Utara 2), Fotografer : Brigitte Laorence (He Qi Jakarta Utara 2)

Relawan Tzu Chi sedang melakukan penyuluhan kepada peserta kegiatan Pelestarian Lingkungan mengenai cara memilah sampah serta menjelaskan manfaatnya.

“Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan,”
Kata Perenungan Master Cheng Yen

Sebagai penutup rangkaian Bulan Tujuh Penuh Berkah, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 2 mengadakan kegiatan Pelestarian Lingkungan pada Sabtu, 5 September 2026, di Cluster Fitonia Casa Jardin, Jakarta Barat. Kegiatan itu, berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sebanyak 56 relawan dan 62 peserta hadir acara tersebut.

Dalam kegiatan itu, warga tak hanya diajak menjaga kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bersama-sama belajar menjaga lingkungan melalui pemilahan sampah. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan Shou Yu (Isyarat tangan), kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti Pelestarian Lingkungan, demo masak, pemeriksaan kesehatan, dan kuliner vegetarian.

Memasuki kegiatan Pelestarian Lingkungan, warga secara berkelompok melakukan pemilihan sampah. Para relawan Tzu Chi mendampingi warga, sambil menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan barang yang masih memiliki nilai guna atau dapat didaur ulang. Suasana berlangsung interaktif, para peserta  tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memilah. Melalui kegiatan sederhana ini, warga diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Hadirnya kepedulian terhadap lingkungan yang diberikan Tzu Chi, kemudian juga  dilengkapi dengan perhatian terhadap kesehatan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Tzu Chi Hospital sehingga warga Casa Jardin dapat melakukan pemeriksaan layanan kesehatan gratis yaitu pemeriksaan asam urat, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.

Salah satu peserta, Sariati sedang memeriksa kondisi kesehatannya oleh tim medis Tzu Chi Hospital.

Sovianti, relawan Tzu Chi yang mendemonstrasikan cara membuat sambal ati ampela menggunakan bahan nabati yang lezat.

Sejak pagi, Antusiasme warga sudah tampak terlihat, bahkan jumlah pendaftar harus dibatasi karena kuota pemeriksaan telah terpenuhi. Sariati, salah seorang peserta yang datang bersama suaminya, mengapresiasi kesempatan tersebut karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya. “Saya berharap hasil pemeriksaan ini dapat menjadi pengingat untuk lebih banyak mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah,” ucapnya. Sebagai seseorang yang telah menjadi vegetarian sejak usia 16 tahun, ia juga menikmati berbagai hidangan vegetarian yang disajikan dalam kegiatan ini.

Kegiatan juga semakin semarak dengan demo tiga hidangan vegetarian, yaitu nasi hijau yang di buat oleh Betty, ati ampla pete sambal tauco oleh Sovianti, dan sayur asin asam manis lengkeng oleh Ai Ling. Sambil memperagakan proses memasak, para relawan berbagi mengenai manfaat pola makan vegetarian.

Semangat dan keceriaan hadir saat para peserta menyaksikan demo masak hingga mencicipi hidangan yang telah selesai disajikan. Bagi mereka, penggunaan bahan pangan nabati sebagai alternatif protein hewani menjadi pengalaman baru. Di akhir kegiatan, dua peserta juga berkesempatan mendapatkan voucher pemeriksaan kesehatan dari Tzu Chi Hospital melalui pengundian.

PIC Kegiatan itu, Yosefin Wijaya mengungkapkan terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan para relawan, Tzu Chi Hospital, serta warga Casa Jardin. Persiapan telah dilakukan sejak dua minggu sebelumnya dengan dukungan penghubung relawan Tzu Chi dan warga sekitar, Ibu Elly, serta Wilson selaku Ketua RT juga berperan dalam terlaksananya kegiatan ini. “Harapan saya untuk kegiatan Pelestarian Lingkungan dapat terus berlangsung setiap bulan pada minggu ketiga dan semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi. Melalui kegiatan seperti demo masak vegetarian, saya juga berharap warga semakin mengenal makanan sehat sekaligus belajar bersama untuk menjaga bumi,” tutur Yosefin Wijaya.

Elly (kiri), Dalam kegiatan Pelestarian Lingkungan ini, Elly menjelaskan pentingnya memilah sampah dari rumah dan memisahkannya sesuai jenis agar dapat dikelola dan didaur ulang dengan baik.

Di balik antusiasme warga, sosok Elly memiliki peran penting sebagai penghubung antara relawan Tzu Chi dan warga Casa Jardin. Ketertarikannya bermula ketika ia mengikuti kegiatan Pelestarian Lingkungan di Casa Jardin pada Juli 2026. Dalam kegiatan kali ini, Elly tidak hanya membantu mengajak warga berpartisipasi, tetapi juga turun langsung untuk melancarkan kegiatan. Ia juga memberikan penjelasan kepada warga mengenai manfaat dan cara memilah sampah. “Kalau bisa, saya ingin mengajak setidaknya 10 keluarga untuk mulai memilah sampah sampai ke tempat penampungan,” ucap.

Bagi Elly, memilah sampah bukanlah kebiasaan yang baru. Ia telah melakukannya sejak lama dan memiliki harapan agar semakin banyak keluarga melakukan hal yang sama. Ia bahkan membayangkan sampah yang telah dipilah dapat memberikan nilai ekonomi dan hasilnya kembali dimanfaatkan untuk membantu sesama.

Lebih dari sekadar kepedulian terhadap lingkungan, pengalaman bersama relawan Tzu Chi juga menumbuhkan keinginan Elly untuk berbuat lebih banyak. Baginya, berkah adalah ketika seseorang dapat melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama. Ketertarikannya menjadi relawan Tzu Chi pun diwujudkan dengan mendaftarkan diri dan mengikuti sosialisasi relawan. Ia mengaku terkesan melihat keramahan para relawan yang ditemuinya serta seragam biru putih yang mereka kenakan. “Saya juga ingin memakai seragam yang sama,” ujarnya.

Salah satu relawan Tzu Chi, Tio Mei Hui dengan penuh keramahan mendampingi para warga yang telah selesai melakukan pemeriksaan kesehatannya.

Kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah itu menjadi lebih dari sekadar kegiatan Pelestarian Lingkungan. Di tengah kebersamaan warga memilah sampah, belajar hidup sehat, dan menikmati kuliner vegetarian, serta tumbuh sebuah niat baik dalam diri Elly untuk melangkah lebih jauh. Dari kepedulian terhadap lingkungan, lahir keinginan untuk mengajak lebih banyak orang berbuat baik, dari pertemuan dengan para relawan, tumbuh tekad untuk menjadi bagian dari barisan relawan Tzu Chi. Semoga niat baik ini terus bertumbuh dan membawa semakin banyak orang untuk turut menjaga lingkungan serta memberikan manfaat bagi sesama.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Semangat Pelestarian Lingkungan di Clean-Up Day Waduk Pluit

Semangat Pelestarian Lingkungan di Clean-Up Day Waduk Pluit

08 April 2019
Para relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Thamrin mengajak karyawan beserta keluarganya bahu-membahu membersihkan Taman Wisata Waduk Pluit di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.
Peresmian Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan “Dunia Damai” Kota Dumai

Peresmian Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan “Dunia Damai” Kota Dumai

15 November 2024

Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan pertama di Kota Dumai telah diresmikan dan diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk berbuat kebajikan lebih banyak lagi.

Menyelamatkan Kehidupan dengan Donor Darah, Menjaga Bumi dengan Pelestarian Lingkungan

Menyelamatkan Kehidupan dengan Donor Darah, Menjaga Bumi dengan Pelestarian Lingkungan

03 Agustus 2026

Relawan Tzu Chi Bandung berkolaborasi dengan Universitas Santo Borromeus Bandung dalam kegiatan donor darah, sosialisasi relawan Tzu Ching, dan edukasi pemilahan sampah plastik.

Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -