Murid Tzu Chi School Belajar Konsep 5R di Depo Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng

Jurnalis : Christine Desyliana (He Qi Barat 1), Fotografer : Bobby, Fran Sunandy (He Qi Barat 1)
Pada Sabtu, 20 September 2025, Robert, Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan He Qi, membuka kegiatan kunjungan dengan memberikan penjelasan tentang “Satu Hari Lima Kebajikan untuk Menolong Bumi” kepada 23 murid kelas 7 Tzu Chi School beserta dua guru pendamping.

Sabtu, 20 September 2025, langit cerah dan angin semilir menyambut rombongan 23 murid kelas 7 Tzu Chi School PIK bersama dua guru pendamping. Pagi itu, mereka berkunjung ke Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Cengkareng. Delapan relawan depo dan tujuh relawan Tzu Chi turut mendampingi dengan penuh sukacita.

Tepat pukul 08.20 WIB, para murid disambut hangat dan diajak melihat langsung proses pemilahan barang-barang yang bisa didaur ulang serta memiliki nilai ekonomi. Mereka belajar memilah botol plastik hingga mempraktikkannya sendiri di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Cengkareng.

Edukasi ini tidak sekadar mengenalkan jenis barang yang dapat didaur ulang, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah kecil. Para murid diperkenalkan pada konsep 5R: Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Recycle, sekaligus belajar menghargai setiap sumber daya.

Dengan sabar dan teliti Christine Desyliana menjelaskan tahap demi tahap proses pemilahan botol plastik. Penjelasan sederhana namun mendalam ini membuat para murid semakin memahami pentingnya mengubah kebiasaan kecil demi memberikan dampak besar bagi lingkungan dan bumi.

Suasana kebersamaan terasa hangat di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Cengkareng. Relawan Tzu Chi dan guru pendamping bergandengan tangan membimbing para murid dalam kegiatan pemilahan sampah.

Panji, salah satu guru pendamping, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program sekolah Service of Action. “Program ini dirancang agar anak-anak memberi kontribusi nyata di masyarakat. Jadi kunjungan ini bukan hanya memenuhi kewajiban sekolah, tetapi juga mengajarkan bahwa setiap murid punya peran dalam komunitasnya,” ungkapnya.

Menurut Panji, tantangan terbesar terletak pada membangun kesadaran murid untuk memahami makna memilah barang-barang yang dapat didaur ulang. “Bukan sekadar label bahwa mereka murid Tzu Chi, tetapi benar-benar sadar bahwa mereka punya kontribusi positif di masyarakat,” tambahnya. Ia berharap para murid dapat mengembangkan empati dan simpati yang tulus, sehingga tidak hanya mengejar prestasi akademis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mampu berpartisipasi dalam perubahan positif di lingkungannya.

Suasana penuh antusias tampak saat Mr. Panji, guru pendamping, ikut serta bersama para murid dalam praktik memilah-milah botol-botol plastik. Dengan semangat, murid-murid mencoba langsung bagaimana sampah dapat bernilai ekonomi. Belajar sambil beraksi, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi murid-murid.

Audrie, siswi kelas 7 (kanan) memperoleh informasi dari kunjungan ini bahwa barang yang tidak terpakai dapat digunakan kembali, didonasikan, bahkan menjadi sarana menolong sesama. Kegiatan ini mengajarkan setiap barang memiliki nilai bila dimanfaatkan dengan bijak.

Pengalaman ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi Audrie, salah satu murid peserta. “I learned how to recycle plastic bottles and also help other people from the recycle,” ucapnya. Dari pembelajaran sederhana ini, Audrie menyadari bahwa barang-barang tak terpakai yang memiliki nilai ekonomi dapat didonasikan untuk menolong orang lain yang membutuhkan.

Kegiatan memilah barang daur ulang ditutup dengan kuis interaktif, pembagian suvenir, dan sesi foto bersama penuh sukacita. Meski singkat, kunjungan ini memberi pelajaran berharga: belajar mencintai lingkungan berarti juga belajar mencintai sesama — sebuah nilai kehidupan yang akan terus hidup dalam diri generasi muda.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

02 Juni 2025

Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Cengkareng menerima kunjungan dari 69 siswa-siswi dari TK Islam Tunas Cendekia, Tangerang beserta 15 guru pendamping untuk belajar pemilahan barang daur ulang.

Mengelola Sampah dengan Cara Sederhana

Mengelola Sampah dengan Cara Sederhana

08 November 2023

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisasi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Tzu Chi Medan Mandala bekerja sama dengan Sekolah Wiyata Dharma mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa pemilahan sampah daur ulang.

Belajar Mengelola Sampah Bersama Tzu Chi

Belajar Mengelola Sampah Bersama Tzu Chi

28 Februari 2024

Mahasiswa Universitas Bina Nusantara dan Universiti Teknologi MARA Malaysia mengunjungi Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Pantai Indah Kapuk untuk belajar tentang waste management dan pemilahan sampah.

Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -