Dari Sebuah Informasi, Tumbuh Harapan Untuk Noval

Jurnalis : Tan Chong Yee (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Jeffry Enderson (Tzu Chi Pekanbaru)

Relawan Tzu Chi melakukan kunjungan kasih ke rumah Noval Afandi, salah satu pasien operasi bibir sumbing pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di RS Awal Bros Hang Tuah, Pekanbaru.

Seberapa Jauh Sebuah Informasi Dapat Berjalan? Terkadang, sebuah niat baik tidak dimulai dari sesuatu yang besar. Ia hanya berawal dari satu kalimat sederhana yang disampaikan pada waktu yang tepat kepada orang yang benar-benar membutuhkannya. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah sebuah informasi biasa.

Namun bagi sebuah keluarga yang sedang menantikan kesempatan, informasi itu dapat menjadi seperti hujan yang turun tepat pada waktunya, membawa harapan dan membuka jalan baru. Jalinan kasih Tzu Chi Indonesia dengan Noval bermula dari sebuah informasi seperti itu.

Saat relawan Tzu Chi di bulan Mei 2026 mengadakan kegiatan bakti sosial pengobatan dan pembagian bantuan dalam rangka Waisak di wilayah Lubuk Gaung, Dumai, relawan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan kepada masyarakat. Mereka juga berupaya mencari pasien bibir sumbing yang membutuhkan penanganan agar dapat mengikuti Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di RS Awal Bros Hang Tuah, Pekanbaru.

Setelah sampai di rumah Noval Afandi, Tan Chong Yee beserta relawan lainnya menghibur Noval Afandi dengan memberikan makanan dan mainan untuknya.

Hari itu, relawan belum bertemu langsung dengan Noval. Namun pencarian tidak berhenti. Informasi mengenai kesempatan operasi bibir sumbing kemudian disampaikan kepada Ketua RT setempat dengan harapan ia dapat membantu menemukan keluarga yang membutuhkan. Ketua RT teringat kepada Noval dan segera meneruskan informasi tersebut kepada orang tuanya.

Dari relawan kepada Ketua RT, lalu dari Ketua RT kepada keluarga Noval, sebuah informasi sederhana akhirnya membuka sebuah kesempatan. Ada yang bersedia mencari, ada yang peduli untuk mengingat, dan ada yang bersedia meneruskan informasi satu langkah lebih jauh. Dari situlah jalinan yang sebelumnya belum pernah ada mulai terhubung.

Setelah menerima informasi Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155, orang tua Noval yang bekerja di lahan perkebunan, dengan kondisi ekonomi belum memadai, membawa anak mereka dari Dumai menuju Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan dan screening sebelum operasi bibir sumbing.

Pada 8 Agustus 2026, Noval akhirnya dapat menjalani operasi bibir sumbing dengan lancar. Setelah menjalani operasi Noval harus menjalani masa pemulihan.

Dengan penanganan profesional tim medis TIMA Indonesia serta pendampingan relawan, Noval akhirnya dapat menjalani operasi bibir sumbing dengan lancar dan kemudian kembali ke Dumai bersama orang tuanya. Ucapan syukur datang dari Rani Fitri ibunda Noval.

“Alhamdulilah senang gitu, jadi anak kami main sama kawan kawannya nggak terasa kayak, nggak kayak beda dari yang lain,” ucap Rani Fitri.

Mendampingi Noval dalam Masa Pemulihan.
Mendampingi proses pemulihan Noval Afandi, salah satu penerima manfaat operasi bibir sumbing pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di RS Awal Bros Hangtuah kota Pekanbaru, relawan Tzu Chi kembali ke rumah Noval Afandi di kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai pada Sabtu, 5 September 2026.

"Berbekal lokasi yang dikirimkan ibunya, relawan sempat berputar beberapa kali sebelum akhirnya menemukan rumah Noval. Ternyata, menemukan rumah hanyalah langkah pertama. Ada jalan lain yang perlu ditemukan perlahan-lahan, yaitu jalan menuju hati seorang anak,” ujar salah satu relawan Tzu Chi, Tan Chong Yee.

Kondisi terkini Noval setelah menjalani operasi bibir sumbing. Dengan kondisi yang telah membaik membuat Rani Fitri, ibunda Noval merasa bersyukur.

Ketika melihat beberapa orang yang belum dikenalnya sampai di rumah, Noval langsung merasa canggung. Relawan Tzu Chi kemudian mengeluarkan biskuit dan mainan kecil yang telah dipersiapkannya. Dengan perlahan ia memberikannya kepada Noval sambil terus menemani dengan sabar.

"Ia mulai menerima biskuit dan mainan tersebut, hingga akhirnya bersedia digendong dan bermain bersama para relawan. Dari takut menjadi tenang, dari tenang tumbuh kepercayaan, hingga akhirnya terdengar kembali tawa polos seorang anak,” tambahnya.

Dari kisah perjalanan Noval Afandi terjalin perhatian yang tepat waktu. Ketua RT yang bersedia meneruskan informasi adalah sebuah kabar yang datang tepat waktu. Keteguhan orang tua membawa anaknya berobat dan pelayanan profesional tim medis merupakan sebuah jalinan jodoh baik.

Kini, doa dan perhatian para relawan Tzu Chi untuk Noval terfokus pada pemulihannya. Mereka berharap ia dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia dan percaya diri. Sehingga kelak menjadi pribadi yang memiliki cinta kasih serta bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, doa dan perhatian para relawan Tzu Chi untuk Noval terfokus pada pemulihannya. Mereka berharap ia dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia dan percaya diri.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Menebar Kepedulian untuk Lansia di Dusun Belambangan

Menebar Kepedulian untuk Lansia di Dusun Belambangan

19 Juni 2026

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari komunitas Xie Li Ketapang 2 Kebun Cendana mengunjungi dan membagikan paket sembako kepada 35 lansia di Dusun Belambangan, Kabupaten Ketapang. 

Kunjungan Relawan Tzu Chi Bandung dan Relawan TIMA Bandung Ke Tzu Chi Hospital PIK

Kunjungan Relawan Tzu Chi Bandung dan Relawan TIMA Bandung Ke Tzu Chi Hospital PIK

19 November 2021

Untuk pertama kalinya, para relawan Tzu Chi Bandung serta relawan TIMA (tim medis Tzu Chi) Bandung mengunjungi Tzu Chi Hopital PIK, Sabtu 13 November 2021.

Kembali Berjodoh Dengan Oma dan Opa

Kembali Berjodoh Dengan Oma dan Opa

24 Juni 2014 Melihat oma dan opa yang telah duduk rapi menuggu kami dan dengan hangat menyapa kami.
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -