Kunjungan Relawan Tzu Chi Bandung dan Relawan TIMA Bandung Ke Tzu Chi Hospital PIK

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Kunjungan ini merupakan bentuk kunjungan kekeluargaan antara TIMA Jakarta dan TIMA Bandung.

Untuk pertama kalinya, para relawan Tzu Chi Bandung serta relawan TIMA (tim medis Tzu Chi) Bandung mengunjungi Tzu Chi Hospital PIK, Sabtu 13 November 2021. Selain untuk melihat langsung rumah sakit yang mengusung High Tech dan High Touch tersebut, kunjungan ini sekaligus memperkenalkan para calon anggota TIMA Bandung tentang perkembangan Tzu Chi di Indonesia.

Rombongan dari Bandung ini disambut hangat oleh para relawan Tzu Chi dan relawan TIMA Jakarta yang selanjutnya diarahkan ke Jing si Book & Cafe di Tzu Chi Hospital. Sebelum mengikuti tur, rombongan diajak untuk mendengarkan pemaparan tentang Tzu Chi Hospital yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei dan dilanjutkan oleh Direktur Utama Tzu Chi Hospital, dr. Gunawan Susanto, Sp.BS.

Sambutan dari Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei.

Direktur Utama Tzu Chi Hospital, dr. Gunawan Susanto sangat bahagia dengan silaturahmi ini.

“Kunjungan ini sangat luar biasa sekali ya. Ini merupakan kunjungan kekelurgaan yang mana TIMA bisa berkumpul di satu tempat dan bisa bersilaturahmi dari Bandung ke Jakarta,” Ujar dr. Gunawan Susanto.

Rombongan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diajak berkeliling rumah sakit untuk melihat fasilitas dan pelayanan yang tersedia. Rumah sakit yang didirikan dengan visinya yakni memberikan pelayanan medis yang seprofesional mungkin, mulai dari fasilitas hingga pelayanan yang mempunyai empati tinggi. Sebab dengan begitu kesembuhan pasien akan jauh lebih baik.

Relawan Tzu Chi Bandung dan TIMA Bandung diajak melihat langsung fasilitas di Tzu Chi Hospital PIK.

Salah satu calon anggota TIMA Bandung, dr. Grace E. Purnomo, Mkes. mengaku sangat terpukau dengan kecanggihan teknologi yang ada di Tzu Chi Hospital.

“Kebetulan saya dari RS Imanuel Bandung. Bisa melaksanakan tur di rumah sakit yang luar biasa besar sekali dengan 500 lebih bed nya. Tadi kami juga sudah lihat fasilitasnya betapa kecanggihan teknologi juga dengan konsep High Tech dengan High Touch-nya itu luar biasa menginspirasi kami nakes dari Bandung ini,” ungkapnya senang.

dr. Subekti N Kartasasmita, MPH (tengah) didampingi dr. Gunawan Santoso meninjau salah satu fasilitas di Tzu Chi Hospital PIK.

Ketua TIMA Bandung, dr. Subekti N Kartasasmita, MPH berharap kunjungan ini bisa memberikan semangat pada calon anggota TIMA Bandung. Ia juga berharap Tzu Chi Hospital PIK dapat terus berkembang dan dicintai oleh masyarakat.

“Dari segi lainnya adalah memberi contoh suatu pelayanan yang diberikan dengan penuh cinta kasih, sehingga ini bisa menular kepada tenaga medis yang lain, rumah sakit lain dan manajemen lain. Sehingga masyarakat kita bisa merasakan manfaat dari rumah sakit ini bukan hanya menyembuhkan secara fisik tetapi juga menyembuhkan hati,” pungkasnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Paket Lebaran 2019: Paket Lebaran untuk Anak-anak Penyandang Disabilitas di Desa Maruyung

Paket Lebaran 2019: Paket Lebaran untuk Anak-anak Penyandang Disabilitas di Desa Maruyung

10 Juni 2019

Para relawan Tzu Chi Bandung terus meluangkan waktu untuk berbagi kasih dengan anak-anak penyandang disabilitas di Desa Maruyung. Pada kesempatan ini relawan Tzu Chi juga membagikan paket lebaran yang terdiri dari beras, minyak goreng dan bermacam biskuit bagi 32 anak berkebutuhan khusus.

Kehidupan Herry yang Berubah

Kehidupan Herry yang Berubah

08 September 2020

Herry Cahyadi (38), pemuda asal Tanjung Duren, Jakarta Barat, tetap tegar meski kondisi wajah dan fisiknya sangat berubah. Anak pasangan Tjoa Eng Hoi (65) dan Mahadjah Zaleha (60) ini menderita tumor di gusinya. 

Dengan Memulung, Pak Oding yang Sudah Sepuh Bertahan Hidup

Dengan Memulung, Pak Oding yang Sudah Sepuh Bertahan Hidup

08 November 2021

Tuntutan hidup memaksa Oding Sahri (81) untuk bekerja sebagai pemulung di Papanggo, Jakarta Utara. Warga sekitar yang pengertian, biasanya memilah sampah daur ulang mereka dan memberikannya kepada Pak Oding.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -