July relawan tzu Chi mendampingi pendonor sebelum melakukan donor darah, pendampingan dari relawan ini menjadikan pendonor merasa nyaman dan aman Ketika mau mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah ini berlangsung di Mall Kalibata City.
Relawan Tzu Chi dari komunitas Xie Li Selatan, He Qi Pusat menyelenggarakan kegiatan donor darah perdana di Mall Kalibata City pada 28 Maret 2026. Kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial, tetapi menjadi wujud nyata semangat Milenial Humanis Tzu Chi, sebuah gerakan kepedulian melalui tindakan nyata.
Kegiatan donor darah ini merupakan yang pertama kali diadakan di Mall Kalibata City, dengan dukungan pihak pengelola Mall Kalibata City. Lokasi yang strategis dan ramai pengunjung menjadi potensi sekaligus tantangan, terlebih persiapan hanya dilakukan dalam waktu dua minggu dan bertepatan dengan suasana libur panjang Lebaran.
“Untuk pertama kali, ditambah pendaftaran digital, tantangannya cukup besar,” ungkap Rian, penanggung jawab kegiatan donor darah. Bahkan hingga tiga hari sebelum pelaksanaan, persiapan belum mencapai setengah dari target.
Meski demikian, relawan tidak surut semangat. Mereka memperluas penyebaran informasi melalui media sosial dan jejaring tenant di area mal. Dukungan pun terus mengalir dan memperkuat keyakinan bahwa kegiatan ini layak untuk dilanjutkan.
Cahaya, salah satu panitia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan cepat dan langsung. “Kami langsung bergerak di lapangan,” ujarnya. Meskipun persiapan terbatas, hasil yang dicapai justru melampaui ekspektasi awal.
Antusiasme Warga Menghidupkan Harapan
Mall Kalibata City dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki tingkat hunian yang tinggi dengan 18 tower apartemen. Antusiasme masyarakat pun terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 84 orang.
Rian koordinator kegiatan donor darah di Mall Kalibata City memberi arahan kepada relawan yang bertugas pada masing-masing tempat. Ada yang bertugas pada bagian pendaftaran, pemeriksaan Kesehatan, pendampingan dan sosialisasi kegiatan Yayasan Tzu Chi.
Hingga akhir kegiatan, sebanyak 64 peserta berhasil mendonorkan darahnya. “Hasilnya cukup menggembirakan, sekitar 64 orang berhasil donor,” kata Rian. Cahaya menambahkan bahwa jumlah tersebut sudah melampaui target awal untuk kegiatan perdana.
Sebagian peserta yang belum dapat mendonor terkendala kondisi kesehatan, seperti kadar hemoglobin (HB) yang tidak memenuhi syarat atau tekanan darah yang tidak stabil.
Kegiatan ini didukung oleh delapan tenaga medis dari Unit Donor Darah RS Fatmawati serta 26 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang bersama-sama memastikan proses berjalan aman dan lancar.
Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi masih tumbuh di tengah masyarakat, hanya membutuhkan ruang dan inisiatif untuk diwujudkan.
The Yenny mengajak pengunjung Mall Kalibata City yang lalu lalang untuk ikut mendonorkan setetes darahnya. Antusias masyarakay cukup tinggi dalam mendonorkan darahnya terbukti ada 64 orang berhasil donor dari 84 orang yang mendaftara.
Pengalaman yang Menguatkan Kepedulian
Bagi para peserta, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi penerima donor, tetapi juga menghadirkan pengalaman pribadi yang bermakna.
Johanna Natalia (46), pendonor pemula, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini setelah sebelumnya sempat ragu karena riwayat tekanan darah rendah. Kini, dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, ia memberanikan diri untuk ikut serta.
Indy dan Joshua relawan kembang Yayasan Tzu Chi membantu calon pendonor mengisi pendaftaran dengan secara digital, pendaftaran secara digital untuk mempermudah masyarakat agar bisa langsung mendafar di hari sebelumnya.
Sementara itu, Bagus (29), yang telah beberapa kali mendonor, merasakan manfaat secara fisik dan emosional. Ia mengaku tubuhnya terasa lebih segar setelah donor, meskipun sempat mengalami pusing karena jeda yang cukup lama dari donor sebelumnya.
Pendonor lainnya, Kristianto, yang bekerja sebagai petugas housekeeping, juga merasa senang dapat berpartisipasi untuk pertama kalinya. Begitu pula Maya, warga apartemen Kalibata City, yang tertarik mengikuti kegiatan setelah melihat informasi di lokasi.
Ada pula Siri, yang biasanya mendonor di Poins Mall Lebak Bulus, memanfaatkan kesempatan ini karena sebelumnya tidak dapat hadir di lokasi tersebut. Ia mengaku senang tetap bisa berkontribusi melalui kegiatan donor darah ini.
Di sela kegiatan, dr. Mariana, salah satu relawan Tzu Chi, turut memberikan edukasi mengenai pentingnya donor darah bagi kesehatan.
dr. Mariana relawan komunitas dari Xie Li Selatan menyosialisasikan manfaat mendonorkan darah selain membantu orang yang membtuhkan darah juga memberi Kesehatan pada tubuh pendonor.
Kolaborasi untuk Kebaikan Bersama
Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama antara relawan Xie Li Selatan, pihak pengelola Kalibata City, serta tim medis dari RS Fatmawati. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi juga berperan penting dalam menjangkau masyarakat.
Bagi relawan Tzu Chi, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah kantong darah yang terkumpul, tetapi juga dari nilai kebersamaan dan kepedulian yang terbangun di antara semua pihak yang terlibat.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan kenyamanan dan membawa nilai kebaikan yang bisa dirasakan oleh semua pihak,” ujar Rian.
Ke depan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan donor darah secara berkelanjutan, dengan memperkuat strategi promosi agar semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi.
Dari Setetes Darah, Tumbuh Sebuah Gerakan
Kegiatan donor darah perdana ini menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu menunggu kondisi yang sempurna. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, ketulusan untuk berbagi, serta keyakinan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan membawa dampak yang berarti.
Dari setetes darah yang didonorkan, sebuah gerakan kemanusiaan pun mulai tumbuh—mengalirkan harapan bagi sesama.
Editor: Anand Yahya