Sejak pagi, warga telah berkumpul untuk mendaftar pelayanan kesehatan gratis melalui kegiatan baksos kesehatan yang diselenggarakan Tzu Chi Sinar Mas.
Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika sejumlah warga mulai mendatangi Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Ada yang berjalan perlahan, ada pula yang menggunakan sepeda motor. Mereka hadir bukan sekadar untuk memeriksakan kesehatan, tetapi membawa harapan untuk mendapatkan pelayanan yang selama ini tidak selalu mudah mereka jangkau.
Pemandangan tersebut menjadi bagian dari bakti sosial pemeriksaan kesehatan umum gratis yang digelar Tzu Chi Sinar Mas, Xie Li Jambi 2 di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Selama dua hari, di mulai dari 31 Juli–1 Agustus 2026, sebanyak 488 pasien dari berbagai usia mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Bakti sosial kesehatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni Kantor Camat Pauh dan Puskesmas Air Hitam, Desa Jernih. Pelayanan melibatkan dokter perusahaan, dokter kecamatan, tenaga kesehatan setempat, serta dokter dan relawan medis dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia.
Fahrizal (kiri) bersama Dedi Tualeka (kanan), relawan Tzu Chi Sinar Mas, mendampingi seorang lansia dalam bakti sosial kesehatan.
Muhammad Elbi, pasien anak yang menderita bibir sumbing saat diperiksa dokter. Selain memberikan pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk mendata pasien katarak dan bibir sumbing.
Di hari pertama bakti sosial kesehatan ini relawan dan tim medis melayani 241 warga dengan beragam keluhan. Mereka datang dari Desa Pauh dan sejumlah desa lainnya. Tidak hanya lansia dan orang dewasa, anak-anak dengan berbagai keluhan kesehatan turut mendapatkan perhatian dari tim medis.
Salah satunya Muhammad Elbi (7), anak dengan kondisi bibir sumbing. Didampingi ibu dan adiknya, Elbi mengikuti pemeriksaan dengan senyum polos. Baginya, kedatangan ke lokasi bakti sosial menjadi sebuah langkah kecil menuju harapan yang lebih besar untuk mendapatkan penanganan.
Selain memberikan pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk mendata pasien katarak dan bibir sumbing. Mereka akan dipersiapkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui program operasi katarak dan bibir sumbing gratis yang akan diselenggarakan di Kota Jambi pada September mendatang.
Fahrizal, Ketua Xie Li Jambi 2 mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar PT Bahana Karya Semesta dan PT Primatama Kreasimas.
“Kami merasa senang bisa membantu, karena masih banyak masyarakat di sekitar perusahaan yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pengobatan,” ujarnya.
Dokter Awang Wibisono (kanan), relawan TIMA, saat melakukan pemeriksaan kesehatan seorang warga.
Pada hari kedua giliran Kecamatan Air Hitam yang menjadi tujuan relawan. Di tempat ini dari target awal 200 peserta, jumlah pasien yang datang mencapai 248 orang.
Di antara mereka terdapat Zulkarnaen (68) dan Nuraina (61), pasangan suami istri dari Desa Baru. Keduanya datang dengan berbagai keluhan, mulai dari penglihatan yang semakin kabur, tekanan darah tinggi, asam lambung, hingga asam urat.
Keterbatasan akses pelayanan kesehatan membuat keduanya terkadang hanya mengandalkan obat yang dibeli di warung ketika penyakit kambuh. Karena itu, kesempatan mendapatkan pemeriksaan dan obat secara gratis menjadi sesuatu yang sangat berarti.
“Begitu mendengar ada pengobatan gratis, kami langsung berangkat. Kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa mendapatkan pemeriksaan dan obat yang kami butuhkan,” tutur Zulkarnaen.
Bagi para warga, kehadiran tim medis bukan hanya memberikan manfaat kesehatan. Lebih dari itu, kedatangan para dokter dan relawan dari luar daerah menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian yang hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Camat Pauh, Ahmad Mawaddah dan Camat Air Hitam, Faturahman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap bakti sosial kesehatan dapat menjadi kegiatan rutin karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan penanganan katarak.
Staf Ahli Bupati Sarolagun, Hendri Andilala mengapresiasi bakti sosial kesehatan yang dilakukan relawan Tzu Chi. Menurutnya, kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat besar terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mendoakan agar kegiatan ini berjalan dengan baik.
M. Fadlan Arafiqi, S.E., M.H. (ketiga dari kanan), anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, turut mengapresiasi kegiatan bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan Tzu Chi Sinar Mas dan TIMA Indonesia.
Apresiasi juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sarolangun, M. Fadlan Arafiqi, S.E., M.H. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan bentuk sinergi yang penting dalam mendukung pembangunan serta menjaga hubungan harmonis di tengah masyarakat.
“Selaku anggota DPRD saya mengapresiasi. Dan saya minta juga tidak hanya di sektor kesehatan tetapi juga di sektor keagamaan, sosial, kepemudaan, dan lain-lain. Jadi harapan saya kita selalu bersinergi. Sebab kalau kondisi masyarakat kita kondusif dan aman, produktivitas kita terus meningkat,” ujarnya seusai meninjau proses bakti sosial.
Selama dua hari, ratusan warga datang membawa keluhan kesehatan. Namun, mereka pulang dengan sesuatu yang lebih dari sekadar obat dan hasil pemeriksaan, sebuah rasa bahwa mereka diperhatikan dan tidak sendiri.
Di tengah kesibukan para relawan melayani satu demi satu pasien, senyum, sapaan, dan sentuhan kepedulian menjadi bahasa universal yang menyatukan. Inilah semangat cinta kasih yang diajarkan Master Cheng Yen: bukan sekadar diucapkan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Editor: Fikhri Fathoni