Eco-Craft: Kreasi Unik dari Barang tak Terpakai

Jurnalis : Filbert, Synhanny (Tzu Ching Medan), Fotografer : Filbert, Joshlyn Cennatha, Synhanny (Tzu Ching Medan), Sherly Tao (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi memperagakan cara pembuatan kerajinan dari plastik bekas sambil menunjukkan hasil akhir berupa tas anyaman. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kreatif dalam mengenalkan konsep daur ulang kepada peserta.

Isu lingkungan hidup merupakan permasalahan global yang semakin mendesak untuk ditangani. Mulai dari perubahan iklim hingga krisis keanekaragaman hayati menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Adapun aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan secara masif, dan penggunaan plastik berlebihan memperburuk kondisi lingkungan kita.

Sejalan dengan misi pelestarian lingkungan Tzu Chi, relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) berupaya menumbuhkan kesadaran anak muda akan pentingnya mendaur ulang serta penerapannya ke dalam kehidupan sehari-hari, memperpanjang usia barang plastik bekas yang dapat dirangkai menjadi tas-tas cantik bahkan mempunyai nilai ekonomi.

Dengan penuh semangat, peserta mulai memotong plastik -plastik bekas mengikuti pola yang telah dibuat. Aktivitas ini melatih ketelitian sekaligus menunjukkan bahwa limbah pun bisa diolah menjadi karya seni.

Synhanny, koordinator kegiatan Eco Craft ini berharap besar terhadap anak-anak muda. “Semoga dengan diadakannya kegiatan seperti ini (Art & Craft) lebih banyak lagi anak muda terinspirasi, semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Pemerintah pun sudah mulai serius dalam membuat kebijakan ramah lingkungan. Pelan-pelan aja, dimulai dari diri kita sendiri dulu,“ ucap Synhanny.

Mengusung tema Eco-Craft, Tzu Ching serta relawan kembang lainnya menerapkan poin Reuse dari konsep 5R (Rethink, Reduce, Repair, Reuse, Recycle). Bermodalkan plastik bekas kemasan makanan ringan yang memiliki lapisan aluminium foil (termasuk kemasan detergen), gunting, penggaris, dan pulpen, para peserta diharapkan dapat memperpanjang usia plastik bekas tersebut.

Yenny Waty membimbing Marcheline dalam proses melipat plastik bekas, menjelaskan setiap langkah dengan detail agar peserta memahami tahapan pembuatan tas ramah lingkungan.

Pagi, pukul 08.30 WIB para relawan dan muda mudi Tzu Ching serta papa-mama Tzu Ching berkumpul di Jingsi Book & Café, Kompleks Jati Junction untuk mengolah kembali bahan-bahan kegiatan Art & Craft.

Marcheline salahsatu peserta merasa senang diajak mengikuti kegiatan kreatif seperti ini. “Kaget sih, dan excited juga hari ini dapet ilmu baru, belajar membuat sesuatu dari barang yang awalnya tuh mau dibuang. Ya jadi tau dan sadar ternyata bisa juga buat kerajinan tangan dari barang yang kita anggap tidak berguna lagi,” ujar Marcheline.  

Synhanny, koordinator kegiatan Eco-Craft, ikut terlibat langsung dalam proses pembuatan tas. Keikutsertaannya menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana dan kolaborasi bersama.

Selama tiga jam, para peserta Art & Craft diajak untuk ikut serta dalam proses pemilahan kemasan yang masih layak dipakai sampai dengan proses membuat pola pada kemasan yang akan dilipat lalu dianyam menjadi sebuah tas.

Mengutip kata perenungan Master Cheng Yen “Mengubah sampah menjadi emas. Emas menjadi cinta kasih”. Kegiatan Art & Craft membuat tas dari plastik bekas yang diadakan oleh muda-mudi Tzu Ching ini menjadi cara sederhana namun berdampak besar untuk mengubah limbah menjadi sesuatu yang estetis dan lebih bermanfaat. Selain membantu mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga mendorong kreativitas dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan bumi.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Peresmian Dua Titik Green Point di Kota Medan

Peresmian Dua Titik Green Point di Kota Medan

14 Januari 2022

Relawan Tzu Chi Medan meresmikan titik pemilahan barang daur ulang (Green Point) di Skyview Setiabudi Apartment dan Grand Central Hotel, Kota Medan.

Pelestarian Lingkungan: Bersatu Hati Mengurangi Beban Bumi

Pelestarian Lingkungan: Bersatu Hati Mengurangi Beban Bumi

21 Oktober 2022

Sebanyak 7 relawan dari He Qi Pusat wilayah Sunter mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan pada Minggu, 16 Oktober 2022 di taman Kantor RW. 04, Sunter Metro. Kegiatan ini sangat didukung warga, banyak diantaranya yang turut berpartisipasi menjadi penyelamat bumi dan berdonasi melalui celengan bambu Tzu Chi.

Bersama Menyelamatkan Bumi

Bersama Menyelamatkan Bumi

19 Februari 2025

Jumat, 14 Februari 2025, relawan Tzu Chi Bandung berkunjung ke Sekolah Pelita Fajar untuk mengajak para murid berkarya dari kertas bekas. Mereka mendaur ulang kertas yang sudah tidak terpakai agar bisa digunakan kembali.

Orang yang berjiwa besar akan merasakan luasnya dunia dan ia dapat diterima oleh siapa saja!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -