Ketua Xie Li Semitau, Elvin J. Silaban, memberikan sambutan untuk membuka Festival Lomba Masak Vegetarian.
Sinar matahari terik mengawali hari pada Rabu, 6 Mei 2026. Namun, keramaian sudah tampak di koridor SMP Eka Tjipta Tengkawang, Desa Tua Abang, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kali ini, relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Semitau menggelar Festival Lomba Memasak Vegetarian.
Penampilan tari dari siswa SMP Eka Tjipta Tengkawang mengawali kegiatan ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan perlombaan memasak menu vegetarian dan makan bersama. Sebanyak 28 peserta mengikuti lomba memasak yang mengangkat tema “Masakan Vegetarian Anti Ribet untuk Planter”.
Berbeda dari kompetisi memasak pada umumnya, lomba ini menekankan kreativitas dalam mengolah bahan sederhana seperti tahu, tempe, telur, wortel, dan sawi yang wajib digunakan dalam setiap sajian. Adapun kategori yang dilombakan meliputi satu menu sumber karbohidrat, satu menu protein nabati, satu menu sayuran, serta satu jenis minuman.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia mengundi nama tim dari tiap unit. Semua tim diberi nama rempah-rempah, yaitu Ketumbar dari Belian Estate, Lada dari Tengkawang Estate, Jinten dari Kapuas Hulu Estate, Kapulaga dari Sungai Berangkat Estate, Pala dari Muara Tawang Estate, Kayu Manis dari Belian Transport, dan Cengkeh dari Belian Mill. Dalam perlombaan ini, ada delapan poin yang dinilai, yaitu kreativitas, rasa dan tekstur, penampilan sajian, presentasi menu, keseimbangan gizi, kebersihan, ketepatan waktu, serta yel-yel tiap tim.
Relawan Tzu Chi, Nora Marlina, yang menjadi juri lomba masak membacakan peraturan lomba untuk para peserta.
Salah satu kelompok peserta, Tim Ketumbar, tampak kompak menyiapkan kreasi mengolah menu vegetarian.
Festival Lomba Memasak Vegetarian dimulai pada pukul 10.00 WIB. Ketua Xie Li Semitau, Elvin J. Silaban, secara resmi membuka kegiatan melalui sambutan pembuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib lomba oleh Nora Marlina. Perlombaan memasak dimulai tepat pukul 10.45 WIB, diiringi sorak dukungan para suporter yang memberikan semangat kepada masing-masing tim peserta.
Setelah 30 menit berlalu, para peserta mulai bersiap melakukan plating hasil masakannya. Dengan hati-hati, setiap tim menyajikan karya terbaiknya secara rapi, bersih, dan semenarik mungkin. Sorak riuh pendukung dari masing-masing tim mulai terdengar. Suasana semakin tegang ketika para juri mulai menghampiri stan satu per satu. Para juri mencicipi hidangan sekaligus mendengarkan presentasi dari masing-masing tim.
Dewan juri memulai penilaian dari tim pertama, yakni Tim Cengkeh, yang mengusung tema western food dengan sajian veggie katsu bites, veggie glow salad, mashed potato, dan minuman hangat cengkeh. Penilaian kemudian berlanjut ke stan Tim Kayu Manis yang menyajikan asam manis tempe, tahu krispi, dan pakcoy bawang putih.
Hasil kreasi masakan vegetarian Tim Ketumbar yang berhasil menjadi pemenang lomba masak vegetarian yang diadakan oleh Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Semitau.
Selanjutnya, juri mengunjungi Tim Kapulaga dengan menu sawut, telur steam wortel, sawi gulung isi tahu, serta es cendol. Proses penilaian diteruskan ke Tim Pala yang menghadirkan sate tempe lilit, wonton tahu, gado-gado, dan wedang jahe.
Memasuki tiga tim terakhir, Tim Jinten menyajikan nasi bakar tahu tempe, telur mata sapi, acar timun wortel, serta jamu kunyit asam. Tim Lada mengangkat cita rasa Nusantara melalui nasi daun jeruk, sate tempe lilit, sambal matah, capcay sayur, dan minuman bunga telang. Sementara itu, penilaian ditutup di stan Tim Ketumbar yang menyuguhkan nasi putih, karage tempe pedas daun jeruk, sayur cah fantasi, serta es lemon selasih.
Kreasi menu vegetarian yang disajikan seluruh peserta mendapat apresiasi dari Rupina Merry, salah satu juri yang juga merupakan guru SMP Eka Tjipta Tengkawang. Ia mengaku takjub melihat ragam menu yang dimasak para peserta.
"Untuk penyajian dan menunya sangat variatif, unik, dan bisa dieksplor kembali dari bahan baku lokal lainnya. Kebetulan saya hobi masak jadi kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk saya dan ibu-ibu lainnya" terangnya.
Sebagai bentuk apresiasi ide dan kreativitas yang disajikan dalam menu olahan masakan vegetarian, Tim Ketumbar yang menjadi pemenang lomba mendapatkan bingkisan dari panitia lomba.
Setelah seluruh peserta mempresentasikan hasil masakannya, panitia memasuki momen puncak berupa pengumuman pemenang. Seluruh tim tampak antusias menyimak pembacaan hasil penilaian oleh pembawa acara. Berdasarkan keputusan dewan juri, juara pertama lomba memasak vegetarian diraih oleh Tim Ketumbar. Kemenangan tersebut diraih berkat sajian andalan yang mengusung konsep asian fusion dengan sentuhan cita rasa nusantara.
"Menu karage tempe kami pilih selain tidak menghilangkan rasa asli dari tempe, kami juga membuat bentuknya lebih unik dan rasanya lebih enak. Sementara menu sayurannya dipilih berwarna-warni agar orang tertarik memakannya. Tantangan terbesar di lomba memasak kali ini adalah waktu yang singkat dan ketelitian dalam memasak,” ucap Billa mewakili Tim Ketumbar.
Salah satu juri, Nora Marlina, mengapresiasi antusiasme peserta serta ragam menu yang disajikan dalam lomba tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, pola makan vegetarian dapat menjadi pilihan yang bijak karena tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan, tetapi juga lebih ramah lingkungan.
Editor: Fikhri Fathoni