Gathering Pengusaha Kota Batam
Jurnalis : Rizky Afifah (Tzu Chi Batam), Fotografer : Jenny Agusri, Andy Tan (Tzu Chi Batam)
Gathering Pengusaha Tzu Chi Batam berhasil menghimpun 107 pengusaha dan sebagai wujud terima kasih Tzu Chi atas sumbangsih para pengusaha Batam kepada Tzu Chi.
Dalam rangka merayakan Imlek, Tzu Chi Batam mengadakan acara gathering bersama dengan para pengusaha Batam sebagai wujud terima kasih Tzu Chi atas sumbangsih para pengusaha Batam kepada Tzu Chi selama ini.
“Para pengusaha Batam sebelumnya juga ikut serta dalam kunjungan ke Taiwan dan Jakarta. Awalnya acara gathering pengusaha ini ingin dilakukan di hotel dengan mempertimbangkan masih dalam suasana imlek, para relawan pasti masih sibuk dan lelah namun saat rapat para relawan begitu antusias untuk mengadakan acara gathering di Aula Jing Si Batam. Makanan pun para relawan tidak ingin dari luar, melainkan masakan dari para relawan itu sendiri,” ungkap Djaya Shixiong, salah satu relawan Komite Tzu Chi Batam.
Dalam waktu kurang dari seminggu para relawan saling bahu membahu untuk menyiapkan acara. Terdapat 107 pengusaha dan 84 relawan yang hadir dalam acara gathering.

Peserta gathering pengusaha berbagi pengalaman saat mengunjungi Tzu Chi School Jakarta.
Vegetarian Semakin Diminati
Lao Yu Sheng vege adalah sajian pertama pada acara kali ini, Lao Yu Sheng sendiri merupakan tradisi makan pada saat Imlek dimana kita mengaduk makanan bersama-sama sambil mengucapkan harapan baik. Masakan ini disajikan oleh para relawan Komite Tzu Chi perempuan dengan rapi, anggun dan sopan. Satu per satu masakan disajikan, wajah bahagia para pengusaha yang hadir terlihat saat menyantap sajian hingga salah seorang pengusaha sontak berkata. “Bila makanan vege seenak ini, saya tidak keberatan makan vege setiap hari.”

Relawan konsumsi bersungguh hati menyiapkan masakan vegetarian yang kaya rasa dan warna.
Hengky Suryawan, salah satu pengusaha yang baru saja berkunjung ke Tzu Chi Taiwan juga mengakui masakan vegetarian yang dipersiapkan relawan Tzu Chi Batam tidak kalah dengan yang di Taiwan. Selain merupakan pengusaha, Hengky juga merupakan tokoh masyarakat Tionghoa di Kepri, tepatnya Ketua Organisasi Umat Buddha (Permabudhi) Kepri. Walau telah mengenal Tzu Chi selama 20 tahun, Hengky baru memasuki pintu Tzu Chi dan bertemu Master Cheng Yen di akhir Februari 2026 lalu.
“Semakin banyak saya belajar tentang Tzu Chi, semakin saya setuju dengan prinsip-prinsipnya. Saya sangat menyukai filosofi Master Cheng Yen. Mengapa kita harus mandiri, bagaimana kita harus memberi tanpa pamrih. Saya sangat mengagumi para guru di sana. Saya benar-benar berterima kasih kepada tim Tzu Chi Batam. Kami memiliki jalinan jodoh yang begitu luar biasa sehingga kami pergi ke Hualien untuk menemui Master Cheng Yen. Itu benar-benar sebuah keinginan besar saya yang terwujud,” tutur Hengky.
Menyadari Tzu Chi sedang merencanakan pembangunan Tzu Chi School di Kota Batam, Hengky pun berikrar di hadapan Master Cheng Yen untuk memberikan dukungan dalam pembangunan sekolah tersebut. Tentu ikrar tersebut bukan timbul karena rasa haru sesaat melainkan bernih karma yang mulai bertunas. Jalinan jodoh Tzu Chi dan keluarga Hengky sangatlah erat.

Hengky (kanan) dan Ji Ming Xia (tengah) berbagi mengalaman saat berkunjung ke Tzu Chi Taiwan.
Masa Depan Dimulai Dari Pendidikan
Putri dari Hengky, Ji Ming Xia ialah relawan Abu Putih Logo di Tzu Chi Singapura. Ming Xia menceritakan awal mula bergabung di Tzu Chi dikarenakan melihat kedua keponakannya yang bersekolah di Tzu Chi School Jakarta. Ia merasakan perubahan yang terjadi dalam kedua keponakannya tersebut. Tidak hanya kepribadian yang menjadi lebih baik, keponakannya tersebut memiliki kesadaran yang kuat tentang dunia dan pelestarian lingkungan. Dari situ Tzu Chi meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan positif di hatinya.
Dua tahun lalu, Ji Ming Xia mulai mencari organisasi amal untuk berkontribusi di Singapura, Tzu Chi timbul di pikirannya. Ia mencari informasi lebih lanjut secara online kemudian seorang relawan menghubunginya secara langsung. Begitulah perlahan-lahan ia masuk ke Tzu Chi. Saat ini di Tzu Chi Singapura ia mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Xie Li dan akan dilantik sebagai relawan Komite Tzu Chi akhir tahun ini.

Relawan membawakan isyarat tangan Satu Keluarga dalam kegiatan gathering Pengusaha Tzu Chi Batam.
Ji Ming Xia kini juga mendirikan pabrik daur ulang plastik di Tangerang, Banten. Walau bukan bisnis yang dapat memberikan keuntungan besar, namun sebagai relawan Tzu Chi dan murid Master Cheng Yen, ia memutuskan membangun industri daur ulang di Indonesia. Dalam kurun waktu 1 hari saja pabrik tersebut dapat menampung sampah plastik sebanyak 2.000 Ton.
Pohon tinggi yang memberi ketuduhan dan buah manis hari ini merupakan hasil dari benih yang di tabur beberapa tahun sebelumnya. Ekonomi negera yang maju merupakan hasil dari kualitas pendidikan yang diterima generasi penerus.
Editor: Arimami Suryo A
Artikel Terkait
Gathering Pengusaha Kota Batam
30 Maret 2026Tzu Chi Batam mengadakan gathering bersama dengan para pengusaha Batam sebagai wujud terima kasih Tzu Chi atas sumbangsih para pengusaha Batam kepada Tzu Chi selama ini. Terdapat 107 pengusaha dan 84 relawan yang mengikuti acara gathering pengusaha.







Sitemap