Giat Melakukan Pelestarian Lingkungan untuk Diri Sendiri dan Bumi

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi Tanjung Pura dan Medan beserta guru dan para murid Sekolah Tunas Baru di Kota Pangkalan Berandan bersama-sama melaksanakan pelestarian lingkungan dengan memilah barang daur ulang.

Salah satu Misi Tzu Chi adalah pelestarian lingkungan, karena dengan pelestarian lingkungan kita merubah penderitaan menjadi kebahagiaan dan pelestarian lingkungan bukan hanya dilakukan di luar tubuh saja, akan tetapi di dalam batin juga, kita harus menjaga batin kita agar tidak tercemar dengan sesuatu yang kotor. Untuk itu di dalam menggalakkan misi pelestarian lingkungan, maka relawan Tzu Chi terus membuka titik pengumpulan barang daur ulang (green point) serta penyuluhan, baik di sekolah, perusahaan, maupun di kompleks perumahan.

Pada Sabtu, 15 Februari 2025, relawan Tzu Chi Tanjung Pura mengadakan sosialisasi pelestarian lingkungan sekaligus praktik melakukan pemilihan barang daur ulang bersama-sama dengan guru dan para murid di Sekolah Tunas Baru di Kota Pangkalan Berandan. "Kita bukan hanya membuka titik green point saja, tetapi kita harus mengajak komunitas tersebut untuk bersama-sama memilah barang yang sudah dikumpulkan. Seperti di Sekolah Tunas Baru ini, kita sebulan sekali mengajak anak-anak siswa dan para guru untuk bersama-sama memilah barang daur ulang," tutur Noni selaku koordinator pemilahan barang daur ulang di Sekolah Tunas Baru.

Noni, relawan Tzu Chi Medan yang menjadi koordinator kegiatan pemilahan barang daur ulang memberikan sambutan.

Rina, koordinator Sekolah Tunas Baru memberikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di sekolah.

Adanya titik green point dan pemilahan barang daur ulang di Sekolah Tunas Baru sudah berlangsung 1 tahun. Dari pihak sekolah memang sudah lama ingin menerapkan sistem pelestarian lingkungan bagi anak didiknya, untuk itu pihak sekolah sangat menyambut baik ketika relawan Tzu Chi membuka titik green point. "Kami sangat senang melihat semangat dari para relawan Tzu Chi yang sebulan sekali datang ke sekolah untuk menemani anak-anak memilah barang daur ulang. Kemudian hasil penjualan barang daur ulang akan disumbangkan ke Tzu Chi untuk membantu orang yang membutuhkan,” kata Rina, selaku koordinator Sekolah Tunas Baru.  

Selain memilah barang daur ulang, relawan juga mengajak murid-murid menyehatkan badan dengan senam bersama dan juga memperagakan isyarat tangan Satu Keluarga serta sebelum melakukan pemilahan. Relawan juga memberikan penyuluhan tentang Visi dan Misi Tzu Chi dan juga tentang pelestarian lingkungan.

Elisabeth (baju putih) merasa senang bisa melakukan kegiatan kecil tetapi memberikan kebajikan besar dengan memilah barang daur ulang.

Sekolah Tunas Baru ini sangat bersungguh hati melakukan pelestarian lingkungan, karena terlihat jelas semangat para murid dan para guru saat memilah barang daur ulang. Sebelum relawan tiba di sekolah, pihak sekolah pun sudah bisa mandiri memilah barang daur ulang. "Saya sangat senang bisa ikut memilah barang daur ulang, karena dengan kegiatan kecil ini kita bisa melakukan kegiatan besar yaitu selain membantu menyelamatkan bumi. Kita juga bisa membantu orang lain karena hasil penjualan dari barang yang kita pilah akan didonasikan ke Tzu Chi untuk membantu orang yang kurang mampu," ucap Elisabeth, salah seorang siswi Sekolah Tunas Baru.

Melihat antusias para relawan dan juga para guru serta murid Sekolah Tunas Baru, diharapakan kedepannya semua lebih bersemangat lagi menjalankan pelestarian lingkungan, baik di sekolah, di lingkungan kerja, maupun di kehidupan sehari-hari di rumah. Seperti yang tertuang dalam Kata Perenungan Master Cheng Yen. "Tangan yang melakukan pelestarian lingkungan adalah tangan yang paling indah dan kegiatan pelestarian lingkungan, selain membersihkan lingkungan gunung, lautan dan daratan, juga harus membersihkan lingkungan batin.”

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Pendidikan Berbasis Cinta Lingkungan

Pendidikan Berbasis Cinta Lingkungan

17 Maret 2016
Supangat mengatakan bahwa masyarakat masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, seperti masih ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Jika siswa-siswi ini  menjalankan program pemanfaatan sampah di keluarga mereka masing-masing minimal mereka sudah membantu program pemerintah dalam hal penanggulangan sampah yang saat ini sangat mengkhawatirkan.
Bumiku Satu, Bumiku Sayang

Bumiku Satu, Bumiku Sayang

13 September 2016

Pemilahan daur ulang di Depo Kosambi sangat memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama para lansia. Sambil memilah sampah mereka bisa saling berbagi pengalaman.

Sampah Botol yang Menjadi Bernilai

Sampah Botol yang Menjadi Bernilai

12 September 2018
Tepat di hari Senin, 6 Agustus 2018 para relawan dengan riang gembira mengumpulkan botol plastik dan kardus bekas dan menyerahkannya kepada pengumpul barang botol plastik dan barang bekas. Ditemani debu dan terik matahari, para relawan kemudian mengangkut barang–barang tersebut ke truk pengangkutan.
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -