Hatiku untuk Anakku, Sebuah Kisah Tentang Transplantasi Hati

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah

Jika tak ada aral melintang, pada 28 Juni 2021 mendatang, Theresia Emeret bakal mendonorkan hatinya untuk putri semata wayangnya Eleanor. Eleanor yang masih berusia 1 tahun 3 bulan ini mengalami kerusakan hati akibat atresia bilier. Atresia bilier adalah kelainan bawaan lahir di mana saluran empedu tak terbentuk sempurna sehingga bilirubin atau zat kekuningan dalam darah menumpuk di hati yang menyebabkan kerusakan hati.

“Nanti hati saya diambil sepertiga. Jadi hati sehat saya diberikan ke anak, nanti bisa meregenerasi lagi. Jadi hati saya juga bertumbuh, hati yang di anak saya juga bertumbuh. Dan itu tidak mempengaruhi kualitas hidup saya. Jadi saya tetap bisa bekerja, tetap bisa beraktivitas normal, tidak terus jadi lemas, sakit-sakitan, sama seperti saya sebelum operasi,” ujar Theresia ketika dikunjungi Rita Malia, relawan Tzu Chi Tangerang, Selasa 8 Juni 2021 di kontrakannya di Kecamatan Pinang, Tangerang.

Rita Malia mengunjungi Eleanor yang sebentar lagi menjalani operasi transplantasi atau pencangkokan hati pada 28 Juni 2021. Eleanor tampak nyaman digendong sang nenek.

Kualitas hidup yang lebih baik untuk anak yang mengalami kerusakan hati memang hanya dengan operasi transplantasi hati. Theresia sebagai pendonor, dan Eleanor sebagai resipien atau penerima telah menjalani proses screening.

“Kalau saya sebagai pendonor, start-nya dari Desember sampai Mei baru selesai karena banyak yang harus dilalui dari cek lab, lalu ada proses biopsi, CT Scan,” jelasnya.

Untuk persiapan donor hati, Theresia yang bekerja sebagai asisten apoteker di sebuah rumah sakit di Jakarta harus cuti supaya fokus menjalani proses screening.

Untuk menjalani screening ini, Theresia mesti bolak-balik dari Tangerang ke RSCM Jakarta membawa Eleanor di tengah ancaman penularan Covid-19. Perjuangan yang panjang dan melelahkan itu akhirnya berbuah manis, hasil screening sangat baik. Tim dokter RSCM pun menyatakan Eleanor bisa menjalani transplantasi hati. Biaya operasi ini sebagian ditanggung BPJS dan sebagian lagi dibiayai RSCM.

Optimisme yang Harus Terus Ditumbuhkan

Dengan penyakit kerusakan hati, di usianya 1,3 tahun, tumbuh kembang Elenor bisa dibilang tidak terlalu terlambat, sekarang dia sudah bisa merangkak.

Memiliki anak dengan kondisi sirosis (kerusakan) hati tentu bukan hal yang mudah untuk dihadapi oleh orang tua. Sebagai seorang ibu, Theresia mengaku beberapa kali down, termasuk saat mendengar diagnosa dari dokter sewaktu Eleanor berusia 7 bulan.

“Saya down sekali sampai menyalahkan diri saya, apa selama kehamilan saya ada salah makan, atau salah apa sampai akhirnya anak sakit. Tapi ternyata bukan karena itu, karena memang bawaan,” tutur Theresia.

Beruntung banyak yang menguatkannya terutama keluarga terdekat seperti suami, orang tua, kerabat hingga teman kerja dan tetangga sekitar. Kekuatan utama juga datang dari Eleanor yang adalah seorang anak yang kuat. Contohnya kalau sedang sakit perut atau merasa gatal di kulit, Eleanor kerap rewel, tapi bukan rewel yang terus-menerus.

Bahkan Eleanor lebih banyak senyum daripada menangis. Inilah yang membuat Theresia kuat. Ini juga yang membuat Theresia optimis bahwa Eleanor pasti akan sembuh dan memiliki tumbuh kembang yang baik setelah menjalani pencangkokan hati.

“Saya sangat optimis karena ini yang memang seharusnya dilalui agar kualitas hidupnya ke depan lebih baik dan umurnya lebih panjang,” ujar Theresia.

Eleanor sudah paham bahwa ia akan mempunyai hati baru. Jika ditanya, Eleanor akan mengarahkan tangannya ke bagian dada.

Selain dari orang terdekat, dukungan juga datang dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Sejak Desember 2020, Eleanor mendapatkan bantuan dari Tzu Chi berupa tunjangan pengobatan yang tidak di-cover BPJS dan susu pregistimil. Setelah masuk usia satu tahun, susu Eleanor juga diganti dengan susu Peptamen Junior.

“Saya sangat berterima kasih, bersyukur karena dapat dibantu selama ini. Ini sangat meringankan kami sekali karena untuk bantuan obat, biaya obat yang tidak di-cover oleh BPJS, sama susunya itu cukup memberatkan kami. Jadi saat Yayasan memberikan kami bantuan, kami sangat bersyukur. Harapannya ke depannya Tzu Chi semakin baik, maksudnya karena banyak menolong kami, pastinya karma baik akan didapatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Rita Malia yang pagi itu sengaja datang ke rumah kontrakan Theresia untuk kunjungan kasih mengaku bersukacita mendengar kabar bahwa Eleanor dalam waktu dekat menjalani operasi transplantasi hati. Ini berarti harapan kesembuhan Eleanor pun semakin besar.

“Semoga Eleanor setelah transplantasi ini bisa menerima (hati baru) dan tumbuh kembangnya lebih baik lagi dan masa depannya juga lebih baik. Keluarga juga jadi bahagia karena anak juga bisa sembuh,” harap Rita.

Rita Melia sungguh salut dengan kesabaran dan kegigihan orang tua Eleanor. Theresia begitu semangat melakukan apapun demi kesembuhan sang anak. Begitu juga ayah Eleanor yang selama ini datang ke Kantor Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang mengambil jatah bantuan Eleanor. Tak hanya itu, Rita juga sangat salut dengan Theresia yang sangat aktif mengedukasi para orang tua lainnya yang memiliki anak dengan penyakit sirosis hati agar tak menyerah dan tetap berjuang.

Editor: Arimami Suryo A.


Artikel Terkait

Hatiku untuk Anakku, Sebuah Kisah Tentang Transplantasi Hati

Hatiku untuk Anakku, Sebuah Kisah Tentang Transplantasi Hati

10 Juni 2021

Jika tak ada aral melintang, pada 28 Juni 2021 mendatang, Theresia Emeret bakal mendonorkan hatinya untuk putri semata wayangnya Eleanor.

Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -