He Qi Tangerang Gelar Training Abu Putih: Memahami Filosofi dan Jejak Misi Kemanusiaan

Jurnalis : Fanggela Hartono, Metta Sari Wangsadidjaya (He Qi Tangerang), Fotografer : Yuliawati Yohanda, Ryanto Budiputa, Wanda Pratama (He Qi Tangerang)
Rita Malia membawakan materinya dengan tema Prinsip dan Filosofi Misi Amal Tzu Chi (Sejarah Misi Amal). Dalam materinya, Rita menampilkan beberapa dokumentasi foto-foto penerima bantuan sambil membagikan kisah hidup mereka.

Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Tangerang mengadakan Training Seragam Abu Putih ke- 1 pada 23 November 2025 di Aula Jing Si PIK ruang Xi Shi Ting. Suasana pelatihan berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan ini mengusung tema “Mengembangkan Cinta Kasih dan Welas Asih Kepada Semua Makhluk.”

Acara dipandu oleh Viona Angelia, yang membuka sesi dengan mengajak seluruh peserta untuk memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen, menyanyikan Mars Tzu Chi, serta membaca 10 Sila Tzu Chi secara bersama-sama.

Pada sesi pertama, Philip Tanjaya mengingatkan pentingnya para relawan memahami sejarah berdirinya Yayasan Tzu Chi yang telah hadir sejak 59 tahun lalu di Hualien, Taiwan, melalui tekad dan ketulusan Master Cheng Yen. Pemahaman ini diharapkan membuat relawan mampu menjelaskan Tzu Chi dengan tepat kepada siapa pun yang bertanya.

Berlatar cinta kasih universal, tanpa membedakan agama, ras, etnis, bangsa, dan negara, Tzu Chi mengajak setiap orang untuk peduli, berbagi, serta membantu yang membutuhkan. Menjadi relawan Tzu Chi bukan hanya menjalankan misi kemanusiaan, tetapi juga menjadi ruang pelatihan diri kita sendiri dan memahami filosofi Tzu Chi.

Philip menegaskan bahwa Misi Amal merupakan tonggak pertama dari empat misi utama dan delapan jejak langkah Tzu Chi. “Master Cheng Yen selalu menjadi orang pertama yang datang ke rumah calon penerima bantuan. Beliau ingin melihat dan merasakan langsung apa yang mereka alami,” tuturnya.

Dalam penutup materinya, Philip kembali menekankan bahwa Tzu Chi lahir dari kesederhanaan dari tekad seorang biksuni Master Cheng Yen dan 30 orang ibu-ibu rumah tangga yang menyisihkan uang belanjanya sebesar 50 sen setiap hari ke dalam celengan bambu. “Dari satu niat baik, lahirlah kekuatan besar yang membawa perubahan bagi dunia. Tzu Chi dapat bertahan sampai hari ini berkat tekad dan niat baik para Shi xiong dan Shi jie,” ucap Philip.

Isyarat tangan 感恩, 尊重, 爱 Gan En, Zun Zhong, Ai (Bersyukur, Menghormati, dan Menyayangi) yang dibawakan oleh enam relawan komite dengan lembut dan serasi mengikuti alunan lagu. Persembahan ini menjadi pengingat bahwa budaya humanis adalah ciri khas Tzu Chi.

Rita Malia, Ketua Misi Amal He Qi Tangerang, menyampaikan bahwa menjalankan misi amal berarti menanam kebajikan. Relawan harus menangkap setiap kesempatan untuk berbuat baik. Dalam materinya, Rita menampilkan beberapa dokumentasi foto-foto penerima bantuan sambil membagikan kisah hidup mereka.

“Melihat penderitaan orang lain membuat kita belajar bersyukur. Bersyukur bukan atas kondisi mereka, tetapi atas keadaan kita sendiri bahwa kita punya berkah untuk dibagikan,” ujar Rita.

Ia mengajak para relawan untuk bersungguh hati dalam setiap tugas kemanusiaan. “Jangan sia-siakan kesempatan. Kita tidak tahu apakah besok kita masih bisa melihat matahari terbit, maka jangan tunda untuk berbuat baik,” pesan Rita.

Usai sesi pemaparan, enam relawan komite menampilkan isyarat tangan dengan lembut dan serasi mengikuti alunan lagu. Persembahan ini menjadi pengingat bahwa budaya humanis adalah ciri khas Tzu Chi.

Aifen membawakan materi Budaya Humanis Tzu Chi tentang Gan en Zhung Chung Ai. Aifen mengingatkan pentingnya menjaga sikap serta ucapan, baik kepada sesama relawan, penerima bantuan, maupun orang-orang di sekitar kita.

Materi berikutnya dibawakan oleh Aifen, yang membahas tentang budaya humanis Tzu Chi. Dengan senyum dan tutur lembut, ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap serta ucapan, baik kepada sesama relawan, penerima bantuan, maupun siapa pun di sekitar. Sikap ini tidak hanya berlaku saat mengenakan seragam, tetapi juga dalam keseharian.

“Ketika kita memakai seragam, masyarakat melihat kita sebagai insan Tzu Chi. Semua tindakan kita menjadi cerminan yayasan,” jelas Aifen.

Ia juga mengingatkan etika berbusana relawan: berpakaian rapi, niat bervegetaris, tidak merokok, bersikap ramah, tersenyum, dan penuh semangat. Membungkuk saat memberikan bantuan menjadi wujud syukur, karena melalui para penerima bantuan, relawan mendapat kesempatan berbuat baik.

“Jika dilakukan dengan niat tulus dan kesungguhan hati, pasti bisa,” ucap Aifen yang disambut tepuk tangan meriah oleh para peserta.

Aan relawan yang baru di lantik komite di Hualien Taiwan memberikan perasaannya ketika di lantik oleh Master Cheng Yen.

Pada sesi sharing, Rita Malia mengajak tiga orang relawan yang baru dilantik sebagai komite di Hualien, Taiwan. Aan Christian berbagi kisah awal perjalanannya di misi amal Tzu Chi. Baginya, kegiatan ini tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mengubah hubungan dirinya dan keluarga menjadi lebih baik lagi. Ia merasa sangat tersentuh saat dilantik langsung oleh Master Cheng Yen.

Fera Chandradinata, relawan yang awalnya aktif di Misi Pelestarian Lingkungan dan sekarang aktif di Misi Amal, bercerita tentang masa kecilnya yang penuh perjuangan. Sejak usia 7 tahun, ia telah menjadi yatim piatu dan hidup bersama neneknya. Bantuan dari rekan kerja ibunya membuat Fera bisa bersekolah hingga lulus SMA. Dari pengalaman diterima dan ditolong orang lain itulah ia ingin membalas dengan berbuat kebajikan melalui Yayasan Tzu Chi.

“Dulu saya yang menerima berkah, sekarang saya ingin menciptakan berkah,” tuturnya haru.

Sementara itu, Fenny Fajar, Nadya Dharma, Yosep Cahyadi, dan Vanessa Lee juga berbagi pengalaman sepulangnya dari Hualien, Taiwan. Kisah mereka penuh semangat dan sukacita.

Helen Castello (Xie Li BSD) turut menyampaikan kesan pertamanya saat mengikuti Training Abu Putih. Helen terkesan dengan relawan yang hadir berseragam rapi, tertib, dan penuh ketulusan. “Saya merasa Tzu Chi adalah tempat yang tepat untuk menggunakan waktu dan kemampuan saya demi kebaikan sesama,” katanya.

Selain Helen, Airin Triyana (Xie Li Gading Serpong) dan Daniel Tanuwijaya (Tzu Ching – Xie Li Cipondoh) juga dilantik sebagai relawan Abu Putih. Total sebanyak 28 relawan, terdiri dari 5 shi xiong dan 23 shi jie, yang di lantik oleh Wey Alam dan Jap Miau Jung selaku Wakil Ketua He Qi Tangerang.

Pada kegiatan traning ini juga dilaksanakan pelantikan 28 relawan yang terdiri dari 5 Shi xiong dan 23 shi jie oleh Wey Alam dan Jap Miau Jung selaku Wakil Ketua He Qi Tangerang.

Pesan Cinta Kasih
Johnny Chandrina, Ketua He Qi Tangerang, menutup kegiatan dengan pesan penuh makna. “Mulailah mengubah tabiat buruk, membangun jalinan jodoh baik, serta mengubah jodoh buruk menjadi baik. Itulah tujuan kita menjadi relawan,” ujar Johnny yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua He Qi Tangerang selama 6 tahun.

Johnny Chandrina mengajak para relawan Tzu Chi  untuk mulai mengubah tabiat buruk, membangun jalinan jodoh baik, serta mengubah jodoh buruk menjadi baik. Pesan cinta kasih ini sekaligus pamitan Johnny yang akan mengemban tugas baru dalam kegiatan Tzu Chi.

Johnny mengenang awal masa tugasnya yang penuh tantangan karena jumlah relawan saat itu masih sedikit. Kini, ia bersyukur melihat He Qi Tangerang berkembang berkat kekompakan para wakil, Hu ai, Xie li, dan fungsionaris yang memberi pelayanan terbaik.

“Tidak ada yang kekal, relawan harus siap ditempatkan di mana pun. Teladanilah hal baik, dan jadikan kekurangan sebagai pelajaran,” ungkap Johnny diakhir pesan cinta kasihnya kepada seleruh peserta traning.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menggalang Hati Orang Lain untuk Beramal

Menggalang Hati Orang Lain untuk Beramal

13 Maret 2024

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Angke dan He Qi Pluit mengadakan kegiatan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-2 pada Minggu, 3 Maret 2024 di ruang Fu Hui Ting, Aula Jing Si, Tzu Chi Center, PIK.

Pelatihan Abu Putih ke-2 Tzu Chi Batam

Pelatihan Abu Putih ke-2 Tzu Chi Batam

29 September 2017
Aula Jing Si Batam pagi itu, Minggu, 24 September 2017 dipenuhi keceriaan para peserta pelatihan relawan berseragam Abu-Putih. Bagaimana relawan tidak gembira? Ini merupakan pertama kalinya mereka mengikuti kegiatan di Hall of Fu Hui, auditorium di lantai 3 Aula Jing Si Batam yang baru selesai direnovasi.
Membina Insan Tzu Chi Makassar Dengan Pelatihan

Membina Insan Tzu Chi Makassar Dengan Pelatihan

06 November 2019

Tzu Chi KP Makassar mengadakan kegiatan Pelatihan relawan di Kantor Tzu Chi Makassar, Jl. Achmad Yani Blok A No.19-20. Pelatihan ini diikuti sebanyak 40 relawan baik dari relawan komite, calon komite, Tzu Ching, dan relawan baru.

Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -