Internasional : Bantuan Banjir di Australia

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Dok. Tzu Chi Australia
 
 

foto Para relawan Tzu Chi menyampaikan bantuan dengan kedua tangan, lalu membungkuk dan hati yang sangat menhargai. Banyak warga yang selamat dari bencana mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut.

Tanggal 23 Januari 2011, 100 orang relawan membawa obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari dalam skala besar untuk dibagikan kepada 282 warga di Brisbane, Australia yang terkena bencana banjir paling parah dalam kurun 50 tahun terakhir. Relawan merencanakan pendistribusian bantuan kedua ke kota dalam skala besar seminggu setelahnya.

Sejak bulan lalu, serangkaian bencana banjir di timur laut Queensland telah mengakibatkan 30 orang meninggal dan memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Pemerintah telah mengumumkan tiga perempat wilayah Queensland sebagai area bencana, dengan sedikitnya 70 kota dan lebih dari 200.000 orang terkena bencana. Para ekonom menperkirakan bencana banjir di Queensland dan bagian selatan Victoria dapat mengakibatkan kerugian US$ 3 milyar yang berasal dari kerugian ekspor batu bara dan hasil pertanian, sementara untuk membangun kembali wilayah ini dibutuhkan dana sebesar US$ 20 milyar.

Para relawan berdatangan dari Melbourne, Gold Coast, Sydney dan juga Brisbane. Penerima bantuan berasal dari keluarga yang berpenghasilan minim di daerah Darra dan Goodna —18 berasal dari Darra dan 91 berasal dari Goodna— dengan jumlah keseluruhan 109 keluarga dan 282 warga.

Para relawan melakukan pembagian bantuan pertama di Darra pada tanggal 22 Januari dan yang kedua pada sore hari di SMA Redbank Plains Goodna. Mereka membagikan obat-obatan, handuk, sikat dan pasta gigi, handuk untuk mencuci muka, sabun, dan kebutuhan sehari-hari lainnya serta selimut yang terbuat dari botol plastik daur ulang. Mereka juga memberikan uang sejumlah US$ 500 kepada setiap penerima bantuan. Selain itu, mereka juga membacakan pesan dari Master Cheng Yen, yang menunjukkan meski beliau berada di Taiwan yang jaraknya cukup jauh, tetapi tetap peduli pada mereka. Sewaktu menyampaikan bantuan tersebut, para relawan membungkuk dan menjabat tangan setiap penerima bantuan sebagai ungkapan perhatian dan hormat mereka.

Pada pembagian sore hari, Paul Pisasale, Walikota Ipswich, datang menjenguk untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diselenggarakan  oleh Tzu Chi. Ia berkata sangat kagum dengan sikap tanggap dan mobilisasi  para relawan dan juga menyatakan penghargaannya pada selimut hasil daur ulang. “Saya berharap setiap orang berani menghadapi tantangan dan membantu satu sama lain,” ujarnya, “pemerintah pusat akan membantu setiap orang mengatasi krisis ini.”

Setelah mereka menyelesaikan penyaluran bantuan, relawan mulai merencanakan pembagian skala besar kedua pada minggu depan. Mereka percaya jika orang lain mengalami kesulitan, mereka merasakan penderitaan tersebut; jika orang lain menderita, mereka merasakan kesedihan tersebut. Tzu Chi menyampaikan kasih dan perhatian bagi mereka yang membutuhkan. (sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh : Susy Grace Subiono)

  
 

Artikel Terkait

Merajut Kembali Silaturahmi dengan Warga Kampung Belakang

Merajut Kembali Silaturahmi dengan Warga Kampung Belakang

12 Juni 2017

Minggu, 11 Juni 2017, sebanyak 30 relawan Tzu Chi mengunjungi kembali rumah-rumah warga penerima bantuan Bedah Rumah Tzu Chi di Kampung Belakang, Dadap, Kamal, Jakarta Barat. Kali ini relawan juga memberikan bingkisan Lebaran kepada warga, berupa: beras (10 kg), biskuit, dan 2 botol sirup untuk warga menyambut Hari Lebaran.

Kamp DAAI TV: Membangun Karyawan Humanis

Kamp DAAI TV: Membangun Karyawan Humanis

29 April 2013 DAAI TV merupakan televisi pembawa aliran jernih di tengah masyarakat. Stasiun ini tak hanya menyiarkan program-program keluarga, tapi juga berita kemanusiaan dan budaya humanis yang sangat relevan di tengah zaman yang kiat kisruh.
Waisak 2555: Tzu Chi Pekanbaru

Waisak 2555: Tzu Chi Pekanbaru

26 Mei 2011
Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari para hadirin. Seperti yang dikatakan oleh Phie Siong Leng beserta istri, “Kegiatan cuci kaki ini adalah wujud nyata bakti anak kepada orangtua, dan ini adalah pendidikan nyata di dalam masyarakat yang saat ini sudah sangat jarang kita temui dan Tzu Chi melakukannya,” katanya.
Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik, lakukanlah perbuatan yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -