Internasional: Daur Ulang Melatih Rohani
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| ||
Para relawan baru saja membuka depo daur ulang kedua di Yangguang Kuncheng, sebuah komunitas yang memiliki lebih dari 5.000 penduduk. Dibutuhkan keyakinan dan kesabaran para relawan untuk membujuk warga untuk datang ke depo, semua itu dimulai dengan persahabatan antara mereka dan secara individu. Orang-orang tersebut kemudian mengundang teman-teman mereka untuk datang bersama mereka dan berpartisipasi, para relawan memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta. "Tidak ada yang tidak berguna," kata relawan Wei Lijuan, "beberapa jenis barang secara keliru dianggap sebagai sampah. Kami membawa dan mengumpulkannya untuk digunakan kembali. Dengan demikian ini membantu dalam upaya menyelamatkan planet ini." Bahan daur ulang yang dapat dikembangkan dengan kreativitas, akan berbalik menjadi benda-benda yang berguna. Daur Ulang juga merupakan latihan rohani yang baik, seperti dikatakan oleh seorang wanita tua yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus, "Dia terus-menerus ditertawakan," katanya, "tapi. di sini para relawan tidak pernah mengolok-olok dia. Mereka begitu tulus, saya sangat berterima kasih. Aku mungkin tidak punya uang, tapi akan melakukan apa yang aku bisa untuk membalas cinta yang saya terima." (Sumber: Website Tzu Chi Taiwan, tanggal 25 Mei 2010, diterjemahkan oleh: Riani) | |||
Artikel Terkait
Baksos Kesehatan Balita dan Anak: Bersama-Sama Menjadi Penolong Sesama
17 Juni 2015Diadakannya baksos adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada balita dan anak-anak di daerah yang terpencil dan jauh dari pusat kota. Selain itu, berdasarkan temuan awal, sedikitnya 47 balita di tiga desa ini tercatat mengalami gizi buruk.
Saling Bersinergi Membangun Kembali Kota Palu
06 Desember 2018Sejumlah organisasi filantropi hadir dalam focus group discussion (FGD) yang membahas percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga korban tsunami dan gempa Palu. FGD yang digelar di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Desember 2018 ini diinisiasi oleh Ditjen Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.








Sitemap