Internasional: Dimulai dari Rumah
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| ||
Saat itu, 23 Agustus 1990 dalam sebuah pidato di Sekolah Menengah Kejuruan Shin Min di Taichung, Taiwan tengah, Master Cheng Yen mendorong masyarakat untuk memulai daur ulang. Sejak saat itu, dimulai dari Taichung menjadi 5.000 depo di 17 negara di seluruh dunia, dengan ribuan orang yang terlibat dalam pengumpulan sampah dan memilahnya di stasiun daur ulang. Depo juga berfungsi sebagai pusat-pusat komunitas untuk orang tua, banyak di antaranya telah diselamatkan dari kesepian dan depresi dengan meluangkan waktu mereka untuk melakukan perbuatan baik. Tanggal 23 Agustus 1990, dalam sebuah pidato di Sekolah Menengah Kejuruan Shin Min di Taichung, Taiwan tengah, Master Cheng Yen mendorong masyarakat untuk memulai daur ulang. "Gunakan kedua tangan kalian yang bertepuk tangan itu untuk melakukan daur ulang," kata Master Cheng Yen mengimbau para hadirin yang bertepuk tangan saat mendengar ceramahnya. Bulan lalu tangan Jian terluka, tapi ini tidak menghentikannya dari melakukan pekerjaan. Di sampingnya adalah relawan Chen Mingpo, yang mengatakan bahwa, sebagai insan Tzu Chi, ia harus melakukan tugas daur ulang-nya. "Ini adalah ajaran Master. Kami datang dan melakukan sebanyak yang kami bisa." Dalam waktu kurang dari satu jam, para relawan telah menyelesaikan pekerjaan daur ulang. Selama 20 tahun terakhir, daur ulang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Liming. Komitmen ini dipercaya semua orang layak waktu dan usaha. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Riani Purnamasari/He Qi Utara) | |||
Artikel Terkait
Masuk ke Dalam Dharma
15 November 2011 Kamis, 10 November 2011, lebih dari 50 orang relawan datang ke Kantor Pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung ITC Mangga Dua Jakarta untuk mengikuti kelas bedah buku.
Bedah Buku:Mutiara Dalam Hati
31 Agustus 2012 Dengan tema “Cinta Kasih Tzu Chi Berkembang di Corporate”, Rudy Shixiong membuka sharing dengan sebuah pertanyaan, “Misalkan dalam hati kita ada serigala hitam dan putih, bila keduanya diadu, kira-kira siapa yang menang?” Rata-rata peserta yang hadir menjawab putih. “Mengapa putih?”








Sitemap