Internasional: Makan 80 Persen Kenyang

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Liang Chan tsai, Tsai Li ly
 
 

foto Vegetarian dapat mengurangi emisi karbon dioksida. 

 

Yayasan Buddha Tzu Chi telah meluncurkan kampanye untuk yang mengajak setiap orang untuk makan lebih sedikit dan menyisihkan sisanya untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Pada tanggal 17 Desember dalam Upacara Pemberkahan Akhir Tahun, staf dan relawan menyumbangkan koin dari celengan bambu mereka ke dalam sebuah guci keramik sebagai sumbangan untuk misi bantuan internasional dan mereka membaca slogan: "Jadilah vegetarian dan makan 80 persen  kenyang, sehat dan ramah lingkungan. Gunakan 20 persen  sisanya untuk membantu orang lain, yang akan membawa sukacita tanpa kekhawatiran. "

Pada upacara tersebut, Master Cheng Yen memberikan berkata bahwa dengan makan 80 persen  kenyang dan menggunakan 20 persen  sisanya untuk membantu orang lain, seseorang dapat menjadi sehat dan pada saat yang sama juga dapat membantu orang lain. Dari Tujuh Miliar populasi manusia di dunia, sebanyak satu miliar diantaranya kekurangan pangan. Pada saat yang sama, sepertiga dari produksi pangan di dunia terbuang sia-sia, kata Tseng Shi-ru, yang memimpin acara tersebut. "Setiap tahun Taiwan memproduksi sekitar 1.800.000 ton sisa makanan yang sama dengan ketinggian 1.017 Gunung Everests, jika ditempatkan dalam wadah berukuran satu meter. Dilihat dari banyaknya kekurangan pangan dan kelaparan, kita cukup makan 80 persen  kenyang saja. "

Pembicara lainnya adalah Dr Lin Jun-rong, kepala eksekutif misi kesehatan: "Menurut penelitian medis, satu-satunya cara untuk memperpanjang usia seseorang adalah dengan menurunkan berat badan dan mengurangi jumlah kalori. Akhir-akhir ini, penyakit yang paling umum diderita adalah kelebihan gizi dan obesitas (kelebihan berat badan). Obat terbaiknya adalah dengan menjadi vegetarian dan makan 80 persen  kenyang untuk menjaga kesehatan tubuh dan ramah lingkungan. "

Keterangan :

  • Makan 80 persen kenyang, sisanya 20 persen untuk membantu orang yang membutuhkan.

Dr. Kao Rei-he, pengawas dari Rumah Sakit Tzu Chi Hualian, mengatakan: "Dari sudut pandang medis, makan 80 persen  kenyang adalah cara yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan tubuh." Gu Jin-yu , ahli gizi dari rumah sakit, mengatakan bahwa tubuh manusia bisa sehat dan bergizi seimbang jika makanan 3 kali sehari kita mencakup protein, sayuran dan karbohidrat, dengan jumlah yang tepat sesuai dengan usia, berat dan tinggi badan kita. Wang Ben-rong, Kepala Sekolah Universitas Tzu Chi juga mendukung konsep tersebut, "Dengan tidak membuang-buang makanan, kita juga dapat menghindari sampah makanan, apalagi, konsep menggunakan sisa 20 persen  untuk membantu orang lain sangat baik dan harus dipromosikan dan dipraktikkan dalam kampus. "

Tzu Chi mendorong setiap orang untuk mengurangi asupan makanan mereka sebesar 20 persen dan menghindari makan di luar. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi jumlah sisa makanan dan menjadi sehat. Vegetarian juga dapat mengurangi emisi karbon dioksida. Yayasan mempromosikan ide, pada akhir tahun semua bagian dari bisnis, majikan, karyawan dan restoran dapat melakukan perbuatan baik dengan mempraktikkan "makan lebih sedikit dan memberikan lebih banyak cinta kasih."

Berlatih "Menjadi vegetarian dan makan 80 persen  kenyang" adalah cara yang baik untuk tetap sehat dan ramah lingkungan. Setiap orang dapat memberi bantuan dengan menggunakan 20 persen  sisanya untuk membantu orang-orang kelaparan. Melakukan perbuatan baik memberi kita sukacita tanpa kekhawatiran. Diterjemahkan oleh Rosalyn Lora Sumber: http://tw.tzuchi.org/en/

  
 
 

Artikel Terkait

Menjalankan Kebajikan Bersama Tzu Chi

Menjalankan Kebajikan Bersama Tzu Chi

28 Maret 2019

Sebanyak 24 warga asal Kelurahan Jamika dilantik menjadi relawan Tzu Chi. Pada umumnya warga Jamika ini telah mendapatkan bantuan dalam program bebenah kampung Jamika pada tahun 2008 lalu oleh Tzu Chi Bandung. Dilanjut dengan bantuan-bantuan lain seperti beras cinta kasih dan sembako. Hingga kini jalinan jodoh bersama warga Jamika tetap terjalin dengan harmonis.

Menumbuhkan Benih Budi Pekerti

Menumbuhkan Benih Budi Pekerti

25 Februari 2015 Pagi itu di Minggu kedua Desember 2014, sedikit berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, karena kegiatan Qin Zi Ban (kelas Budi Pekerti) diadakan lebih awal dari yang seharusnya di minggu keempat.
Giat Menghirup Dharma di Hari Libur

Giat Menghirup Dharma di Hari Libur

30 Juli 2015 Sekelompok relawan Tzu Chi memanfaatkan hari libur Idul Fitri untuk Menghirup Keharuman Dharma di Pagi Hari.
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -