Jalinan Jodoh Tzu Chi Bandung di Desa Cikawung

Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Relawan Tzu Chi membantu warga yang telah lanjut usia dan sulit untuk berjalan, untuk diantarkan pada tim medis Tzu Chi yaitu TIMA.

Tzu Chi Bandung bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPA AD) mengadakan bakti sosial kesehatan dan pembagian sembako di Desa Cikawung, Minggu 8 Juli 2018. Kegiatan tersebut berlokasi di SDN Cikawung dan Gor serbaguna Desa Cikawung, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Layanan kesehatan yang diberikan yaitu pengobatan penyakit umum dan gigi.

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan wujud kesetiakawanan sosial antara Yayasan Buddha Tzu Chi dengan TNI AD dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Baksos kesehatan ini berhasil melayani sebanyak 483 pasien yang terdiri dari 421 pasien umum, 29 pasien anak dan 33 pasien gigi. Selain itu sebanyak 11 pasien akan ditindaklanjuti pengobatannya di kemudian hari.


Para relawan Tzu Chi sedang mencatat dan mendata setiap pasien yang datang untuk berobat pada pelayanan kesehatan Tzu Chi secara gratis.

Komandan Secapa AD Brigjen TNI Urip Wahyudi, S.I.P., mengharapkan kerjasama TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi ini dapat terus berkesinambungan. Kedua belah pihak mempunyai tujuan yang sama yaitu melayani masyarakat kurang mampu.

Alhamdulillah kesannya sangat luar biasa dengan adanya kegiatan ini. Masyarakat sangat-sangat terbantu khususnya di daerah Cikawung Kecamatan Tanjungsiang. Kita lihat tadi kehadiran yang terima sembako maupun yang berobat cukup banyak, ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh untuk hidup sehat,” katanya.


Antusias warga Kecamatan Tanjungsiang yang mengikuti pembagian sembako di Aula Serbaguna Desa Cikawung.

Brigjen TNI Urip Wahyudi pun menambahkan, pihaknya memilih Yayasan Buddha Tzu Chi karena tidak punya unsur-unsur yang lain, melainkan murni sosial. “Tidak ada unsur politik, tidak ada unsur kepentingan, kita niat sama-sama untuk berbagi, membagi yang kita lebih kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat hidup mereka, walaupun tidak seberapa," lengkap Urip.Herman Widjaja selaku Ketua Tzu Chi Bandung mengatakan, kegiatan bakti sosial di Desa Cikawung merupakan yang pertama kalinya bagi Tzu Chi Bandung. Ia senang akhirnya Tzu Chi Bandung dapat menjalin jodoh dengan masyarakat di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

"Ini tempat yang belum pernah kita datangi, jarak tempuh juga lumayan kan itu hampir dua setengah jam baru sampai kemari. dari hasil survei memang warga-warga sangat layak untuk dibantu,”ucap Herman.

Membantu Masyarakat


Relawan Tima Bandung, dengan penuh kehati-hatian memeriksa pasien yang datang berobat.


Yaya Supriatna (60) warga Cikaramas, Kecamatan Tanjungsiang sedang mendapatkan pengobatan langsung dari tim medis Tzu Chi.

Pada hari itu, 96 relawan Tzu Chi dengan penuh semangat dan cinta kasihnya melayani masyarakat yang datang untuk berobat, mulai dari kedatangan sampai dengan pengambilan obat. Pelayanan kesehatan secara gratis ini tentunya sangat diharapkan oleh warga yang kurang mampu. Selain meringankan biaya sehari-hari, warga pun dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung mengenai penyakit yang dideritanya dan mendapatkan obat secara cuma-cuma. Ini diungkapkan oleh salah satu warga penerima sembako dan ikut dalam bakti sosial kesehatan Tzu Chi yaitu, Yaya Supriatna (60), warga Cikaramas.  

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para relawan yang terkait, yang bekerja di bakti sosial. Mudah-mudahan diberi kesehatan dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena kegiatan bakti sosial ini sangat diharapkan oleh masyarakat yang kurang mampu," kata Yaya.


Komandan Secapaad Brigjen TNI Urip Wahyudi bersama Ketua Tzu Chi Bandung Herman Widjaja secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada warga penerima bantuan.


Satu persatu warga penerima bantuan mendapatkan paket sembako berupa beras, minyak, mi instan dan biskuit yang diserahkan langsung oleh relawan Tzu Chi.

Selain pelayanan kesehatan, di hari yang sama paket sembako-pun turut dibagikan. Tercatat sebanyak 370 paket sembako berisi 5kg beras cinta kasih, 1 liter minyak goreng, mie instan dan biskuit dibagikan kepada warga Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang. Tentunya hal ini telah melalui survei dan pembagian kupon sembako yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi pada tanggal 5 Juli 2018.

Kegiatan bakti sosial rutin dilaksanakan oleh Tzu Chi. Tzu Chi hadir guna memahami serta merasakan penderitaan yang dirasakan oleh warga yang jauh dari fasilitas kesehatan. Tzu Chi Bandung berharap kegiatan bakti sosial ini  menjadi jembatan untuk mengikat tali persaudaraan dengan masyarakat setempat.


Relawan Tzu Chi terjun langsung dan berinterkasi langsung kepada para warga yang menerima bantuan paket sembako dari Tzu Chi. Kegiatan pembagian kupon ini berlangsung pada tanggal 5 Juli 2018.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Merawat Mentawai Bersama-sama

Merawat Mentawai Bersama-sama

07 Februari 2018
Baksos kesehatan umum di Mentawai menjadi agenda Tzu Chi Padang, 7 dan 8 Februari 2018 ini. Mereka bekerja sama dengan Korem Wirabraja, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Artha Graha Peduli untuk memperingati Hari Pers Nasional tahun 2018.
Baksos Degeneratif : Meringankan Penderitaan, Berbagi Kasih

Baksos Degeneratif : Meringankan Penderitaan, Berbagi Kasih

16 September 2016
Yayasan Buddha Tzu Chi Komunitas He Qi Pusat (Xie Li Sunter), pada Minggu, 28 Agustus 2016. Kegiatan bakti sosial degeneratif pertama kali di tahun 2016 ini diadakan di Madrasah Nuurul Falaah, Jl. Bentengan V, RT 005/05, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Butiran Cinta Kasih untuk Warga Cilincing

Butiran Cinta Kasih untuk Warga Cilincing

29 September 2014

Hari Minggu, 21 September 2014, relawan Tzu Chi mulai berdatangan di lapangan RW 07 Asrama Brimob, Cilincing, Jakarta Utara untuk membagikan beras cinta kasih. Mereka mulai menyiapkan berbagai keperluan, seperti pemasangan line Tzu Chi, tenda, sound system, dan konsumsi yang dibutuhkan pada kegiatan ini. 

Kesuksesan terbesar dalam kehidupan manusia adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -