Masyarakat dengan antusias menyambut kedatangan relawan Tzu Chi Medan dengan mengalungkan ulos sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang.
Sebagai wilayah yang terletak di dataran tinggi, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang kerap kali mengalami hujan deras. Warga yang hendak menuju ladang harus kembali memperhatikan kondisi sungai. Arus yang biasanya dapat dilalui perlahan bisa berubah menjadi lebih deras, membuat perjalanan menjadi jauh lebih sulit. Bagi masyarakat yang sehari-hari menggantungkan kehidupan dari hasil pertanian dan perkebunan, kondisi seperti ini tentu bukan hal yang sederhana. Ada pekerjaan yang harus ditunda, ladang yang tidak dapat didatangi, serta hasil kebun yang harus menunggu hingga kondisi kembali memungkinkan.
Selama puluhan tahun, masyarakat di wilayah ini terbiasa menjalani kehidupan dengan keterbatasan akses. Warga dari Desa Sionom Hudon Selatan, Desa Sionom Hudon Timur I, dan Desa Sionom Hudon Timur II harus melewati sungai untuk menuju sejumlah area perkebunan dan ladang. Bagi mereka, perjalanan tersebut merupakan bagian dari keseharian. Ketika hujan datang dan air sungai mulai meninggi, perjalanan yang biasanya dilakukan dengan mudah berubah menjadi penuh pertimbangan. Bahkan tak sedikit dari mereka terpaksa menginap di ladang apabila air sungai cukup deras dan berbahaya untuk dilewati.
Tampilan suasana arus sungai yang deras dari Jembatan sepanjang 36 meter di kecamatan Parlilian, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang telah di bangun oleh Tzu Chi.
Keprihatinan ini juga diungkapkan salah seorang petani di Parlilitan. Elfain Ronald Simamora, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jembatan di desanya ini.
"Selama saya 46 tahun di sini, nyaris tidak ada kesempatan untuk melalui jembatan dengan aman. Sebenarnya cukup terkejut melihat jembatan yang baru ini sangat bagus jadi kami bisa selamat ketika mau ke ladang. Karena jembatan yang lama itu dari bambu dia, cukup licin kalau hujan jadi kita tidak bisa lewat harus saling tolong-menolong ketika mau menyeberang," ungkapnya.
Harapan tersebut akhirnya mulai terwujud melalui pembangunan Jembatan Cinta Kasih Aek Margagan. Jembatan ini menghubungkan masyarakat di Desa Sionom Hudon Selatan, Desa Sionom Hudon Timur I, dan Desa Sionom Hudon Timur II, Kecamatan Parlilitan. Dengan panjang 36 meter, jembatan ini memberikan akses baru bagi warga yang selama ini harus menyesuaikan perjalanan dengan kondisi sungai. Kini, perjalanan menuju ladang maupun aktivitas antar wilayah dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Para relawan bersama masyarakat mengunjungi Jembatan Cinta Kasih Aek Margagan untuk memastikan kondisi dan kekokohan bangunan.
Jembatan ini mulai diresmikan pada Minggu, 13 September 2026. Pembangunan Jembatan Cinta Kasih Aek Margagan mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dalam proses pengerjaannya, Tzu Chi turut melibatkan TNI bersama masyarakat setempat. Gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan jembatan yang telah lama dinantikan tersebut. Bagi warga, proses pembangunan ini bukan hanya menghadirkan sebuah bangunan baru, tetapi juga menghadirkan rasa lega setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.
"Jadi jembatan ini sebenarnya, wujud cinta kasih kita kepada masyarakat yang memang sangat-sangat membutuhkan. Masyarakat yang mau bertani sekarang tidak perlu lagi khawatir dan akses menuju kebun mereka menjadi lebih mudah setelah adanya jembatan ini," ungkap Timmy Djawira, salah seorang relawan Tzu Chi Medan.
Ia juga menambahkan, rasa kebersamaan begitu terasa ketika pertama kali melihat senyuman masyarakat terpancar. "Setelah adanya jembatan ini, tentu kita berharap masyarakat dapat merawat dan menjaganya. Karena jembatan cinta kasih ini merupakan dapat merajut kebersamaan antara kita relawan Tzu Chi, dan masyarakat di kecamatan Parlilitan ini," tambahnya lagi.
Dengan penuh kebahagiaan para relawan Tzu Chi melakukan sesi foto besama masyarakat sekitar.
Camat Parlilitan, Marolop Sihotang menyebut Daerah Parlilitan merupakan daerah pegunungan banyak dilalui oleh aliran sungai. Oleh sebab itu pertanian di daerah kecamatan Parlilitan itu banyak melebihi akses sungai, "Kita sangat berharap akan kehadiran jembatan cinta kasih yang ada di kecamatan Parlilitan oleh Yayasan Budha Tzu Chi ini. kita sangat berterima kasih, karena pada akhirnya kerinduan kita terhadap jembatan baru yang bisa dilintasi dengan aman dan nyaman bisa kita nikmati pada saat ini," ujarnya.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari