Kalimantan Tengah Bersinar Tanpa Katarak

Jurnalis : Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Surono, M. Rizki, Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Kalimantan Tengah 1-5 mengadakan bakti sosial katarak di RSUD Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, 26-28 September 2025.

Masih tingginya angka penderita katarak mendorong relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas di Kalimantan Tengah menggelar bakti sosial katarak di RSUD Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah pada 26-28 September 2025. Sebanyak 193 orang pasien berhasil menjalani operasi dari lebih dari 400 orang yang menjalani screening pada 20 September 2025.

“Kalau melihat antusiasme ataupun pendaftaran yang ada lebih dari 400 orang calon pasien hari ini menjalani proses screening. Dan kita berharap di atas 50% nanti kita bisa lakukan untuk operasi katarak di minggu depan,” tutur Benny Yusuf Setiawan, Pembina Xie Li Kalimantan Tengah.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan menyerahkan dukungan secara simbolis dalam pembukaan bakti sosial katarak di RSUD Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas di Kalimantan Tengah telah menjalankan program bantuan operasi katarak dengan mendampingi warga ke klinik mata di Pangkalan Bun, meski dalam jumlah yang masih terbatas. Dan melihat masih banyak warga yang memerlukan bantuan, relawan pun menginisasi bakti sosial operasi katarak dalam skala yang lebih besar.

“Memang berdasarkan survei yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, masih banyak penderita katarak di Kalteng, khususnya di Kabupaten Seruyan karena desa-desanya banyak yang terpencil kemudian kesulitan akses ke fasilitas kesehatan,” terang Ridwan Ashari, ketua bakti sosial katarak kali ini.

Veronica Tan (Wamen PPPA) bersama Hong Tjhin (mewakili Eka Tjipta Foundation) dan pejabat terkait berfoto bersama seusai menyerahkan dukungan simbolis dalam bakti sosial katarak di RSUD Hanau.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Veronica Tan dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo turut meninjau langsung proses bakti sosial katarak ini. Veronica Tan mengapresiasi kolaborasi relawan dan RSUD Hanau dalam melayani warga yang membutuhkan.

“Ini kerja kolaborasi bersama-sama. Kita memberikan kesempatan kepada orang tua supaya mereka bisa hidup melihat dan bisa senang ya. Saya mengapresiasi banget acara hari ini,” ujar Veronica Tan.

Sementara Edy Pratowo selain mengapresiasi juga mengungkapkan bahwa bakti sosial katarak ini memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Kalimantan Tengah. “Saya kira ini tentu memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Tadi Bu Wamen juga menyampaikan banyak yang bisa kita kolaborasikan dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Edy Pratowo.

Para pasien baksos katarak yang mengalami kesulitan berjalan juga dibantu oleh relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dengan menyediakan kursi roda.

Heri Purwanto (60), adalah salah satu pasien yang berhasil menjalani operasi katarak. Sehari-hari ia membuka warung makan sederhana. Setahun terakhir penglihatannya terganggu. “Mata saya terganggu setahunan ini. Mata rasanya ada lemaknya. Lalu mulai buram, kabur. Tidak sakit, tapi ngeblur. Jadi buram, penglihatan kurang. Sangat terkendala, terutama dalam perjalanan malam. Waktu yasinan rutin juga terganggu. Apalagi kalau kena sinar dari depan. Selama ini pakai obat tetes, ternyata tidak ada hasilnya,” ucap Heri.

Bantuan operasi katarak ini sangat disyukuri Heri Purwanto. Ia berharap hidupnya lebih produktif seiring penglihatannya membaik. “Kami sangat berterima kasih sekali dan merasa sangat terbantu sekali. Pelayanan dari relawan sangat sopan dan sangat memuaskan. Dan tidak ada kendala, kita selalu diarahkan. Kita mulai dari pendaftaran, dari rumah maupun perjalanan sampai rumah sakit kita selalu diarahkan dan dibantu,” sambungnya.

Anang Masrani bersyukur mendapatkan bantuan operasi katarak dari Tzu Chi Cabang Sinar Mas.

Selain Heri Purwanto, Anang Masrani (70) juga mendapat bantuan operasi katarak mata sebelah kirinya. Dua tahun terakhir penglihatannya kabur. Ia bersyukur dibantu operasi katarak. Ia kini banyak berdiam di rumah seiring usia. Anak-anaknya yang sekarang menggantikan dirinya menggarap ladang. “Pertama-tama saya berterima kasih bersyukur sama orang-orang rumah sakit semuanya mudah-mudahan orang-orang yang di rumah sakit ini sehat-sehat selalu supaya saya sehat juga. Mudah-mudahan sehat semuanya,” ucapnya penuh syukur.

Heri Purwanto dan Anang Masrani menjadi contoh dengan cinta kasih bisa memberikan harapan. Bantuan kolaborasi dari Tzu Chi Cabang Sinar Mas dan berbagai pihak ini sebagai dukungan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Bersinar Tanpa Katarak.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Cerita Mbah Giyem: Wis Ora Remeng-remeng

Cerita Mbah Giyem: Wis Ora Remeng-remeng

27 Juli 2023

Kebahagiaan dirasakan Giyem (69) setelah mengikuti bakti sosial operasi katarak di RSUD dr. Abdul Rivai Berau. Bahagia dan suka cita ia sampaikan untuk dokter dan semua relawan yang telah membantu operasi mata sebelah kirinya.

Perjuangan Panjang Memperoleh Kesehatan

Perjuangan Panjang Memperoleh Kesehatan

12 Februari 2018

Ediwan tahu istrinya tidak akan sembuh secara instan melalui obat dokter, namun  baksos kesehatan umum ini membuat rasa khawatirnya sedikit berkurang. “Terima kasih sudah membantu kami, warga Mentawai,” kata Ediwan di hari kedua Baksos Kesehatan Tzu Chi, Kamis, 8 Februari 2018.

Cinta Kasih Relawan Tzu Chi Medan dan Lantamal 1 Belawan pada Warga Desa Paluh Kurau

Cinta Kasih Relawan Tzu Chi Medan dan Lantamal 1 Belawan pada Warga Desa Paluh Kurau

30 November 2023

Perjalanan relawan Tzu Chi Medan untuk bisa sampai ke Desa Paluh Kurau, Deli Serdang menempuh waktu 45 menit menggunakan kapal dari Pelabuhan Lantamal 1 Belawan. Relawan Tzu Chi datang untuk menggelar bakti sosial kesehatan.

Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -