Kami adalah Sahabat Bumi

Jurnalis : Vincent Salimputra (Tzu Ching), Fotografer : Mikidana (Tzu Ching)

Tzu Ching kembali mengadakan kegiatan sosialisasi WAVES kepada para mahasiswa sekaligus praktik pemilahan sampah daur ulang pada tanggal 31 Agustus 2015.

Pagi itu, 31 Agustus 2015 langit cukup cerah dihiasi dengan awan putih yang melintasi cakrawala. Matahari menyemburat malu-malu di ufuk timur dengan sinarnya yang mulai benderang menyapa alam semesta. Berlokasi di lapangan Taman Apel, Grogol, Jakarta barat sejumlah relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) dari wilayah Pluit dan Angke sedang mempersiapkan tenda dan menyusun kursi yang akan digunakan untuk kegiatan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini lebih dikenal WAVES (We Are Vegetarians and Earth Saviors), program yang dirancang oleh Tzu Ching untuk mendukung misi pelestarian lingkungan Tzu Chi dengan berkontribusi secara nyata dalam melindungi bumi yang bisa dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan air untuk hal-hal yang tidak berguna, melakukan penghematan energi, mengubah pola transportasi, membawa perlengkapan makan pribadi yang ramah lingkungan, dan menerapkan pola makan vegetarian.

Kegiatan WAVES ini cukup menarik minat para mahasiswa sekitar lokasi kegiatan untuk mengisi waktu luang di hari Minggu. Bahkan para mahasiswa yang tempat tinggalnya cukup jauh pun turut serta dalam kegiatan ini. Sebanyak 85 orang yang hadir dalam acara ini, bahkan sebagian dari mereka membawa sampah daur ulang seperti kertas, plastik pembungkus makanan, botol kaca, kaleng, gelas dan botol minuman.

Sebelum acara, relawan muda mudi Tzu Chi mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan dalam acara yang digelar di lapangan Taman Apel, Grogol, Jakarta Barat.


Dalam acara ini, sebanyak 85 peserta diberikan penjelasan tentang misi pelestarian Tzu Chi dan pentingnya menjaga bumi.

Dalam acara ini diberikan juga sosialisasi tentang misi pelestarian Tzu Chi dan pengenalan program WAVES. Acara pun berlanjut dengan sharing mengenai pemilahan sampah yang baik dan benar. Dengan berbekal pengetahuan tersebut, peserta juga diajak praktik secara langsung untuk memilah sampah-sampah yang telah dibawa. Peserta dapat belajar dan mengerti bahwa ada sebagian sampah yang mereka buang ternyata bisa didaur ulang dan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Setiap menjalankan program WAVES, Tzu Ching selalu mengemas kegiatan dengan konsep yang berbeda-beda. Kali ini, peserta diajak untuk mengenal misi pelestarian lingkungan Tzu hi melalui games. Games yang mengandung banyak pesan edukasi di dalamnya. Peserta pun dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada beberapa pos dalam games, di mana setiap pos terdapat misi yang harus diselesaikan oleh setiap kelompok secara bergiliran. Nama setiap pos diambil dari slogan pelestarian lingkungan Tzu Ching “Give Me Five” di antaranya hemat air, hemat listrik, hemat uang, hemat waktu, dan hemat bahan bakar. Usai menyelesaikan misi dalam games ini diberikan penjelasan mengenai pesan yang terkandung di dalamnya.

Seperti pada pos Hemat Air, setiap kelompok diberikan misi untuk memindahkan air dari mangkok ke dalam botol plastik menggunakan sendok secara estafet. Pemenangnya ditentukan dari banyaknya air yang berhasil dipindahkan ke dalam botol plastik dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Dari games ini, peserta diingatkan agar lebih bijaksana dalam mengelola pemanfaatan sumber daya air. Kondisi air sekarang yang terus menurun sementara permintaan air semakin meningkat. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang orang tanpa menyadari apa yang dilakukan membiarkan kran air menyala ketika sedang menyikat gigi, mencuci piring atau yang lainnya. Satu menit membiarkan kran air menyala, setidaknya 5 liter air terbuang percuma. Padahal, masih banyak orang yang kekurangan bahkan kesulitan air. Tak jarang, mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh hanya demi mendapatkan setetes air. Jangan sampai sejalan dengan pepatah Indian yang mengatakan “Ketika sumur terakhir telah mengering dan tercemar, manusia baru sadar bila uang tidak dapat diminum”.


Acara ini juga dikemas dalam sebuah games, sehingga peserta mudah memahami makna yang disampaikan. Salah satunya memasukkan air ke dalam botol dengan menggunakan sendok secara estafet.


Usai melakukan kegiatan ini, seluruh peserta dan relawan yang terlibat berfoto bersama.

Pengalaman Baru yang Bermanfaat

Revi Meysiana Mentari, seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, turut hadir dalam kegiatan ini karena mengisi hari liburnya. Ia tahu kegiatan ini setelah mengikuti Tzu Ching Camp Indonesia beberapa minggu sebelumnya. “Awalnya saya cuma iseng dan ingin tahu bagaimana cara melestarikan lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah. Kebetulan juga nggak ngapa-ngapain di rumah, jadi ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Revi, sapaan akrabnya. "Ada manfaat yang saya peroleh setelah mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tahu bagaimana cara memilah sampah yang baik dan benar," tambahnya.

Dari pengalamannya mengikuti acara ini, Revi pun akan menerapkan pelestarian lingkungan di rumahnya. “Ke depannya, saya perlahan-lahan ingin menerapkan pemilahan sampah di rumah karena pemilahan sampah ini bagus,” ucapnya. Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya diikuti mahasiswa saja, tetapi dapat mengajak warga sekitar untuk turut berpartisipasi.

Menjadi sahabat bumi tidaklah sulit, hanya diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk lebih bertanggung jawab dan peduli atas lingkungan sekitarnya. Para peserta yang hadir dalam kegiatan WAVES telah bersama-sama menyatukan tekad menjadi sahabat bumi. Seperti yang dikatakan Master Cheng Yen, “Lakukan upaya pelestarian lingkungan sebagai unjuk rasa sayang kepada bumi ini”, Tzu Ching terus mempraktikkan slogan pelestarian lingkungan Tzu Ching “Give Me Five”. Bagaimana dengan Anda?


Artikel Terkait

Coexist With The Earth

Coexist With The Earth

10 April 2014
Meskipun ini pertama kalinya Tzu Ching dan BSSC bekerja sama, keduanya dapat saling mendukung dan melengkapi dalam menyukseskan acara ini. BSSC sebagai tuan rumah yang ramah menyambut Tzu Ching dengan tangan terbuka dan senyuman yang menghangatkan.
Langkah Pertama “WAVES”

Langkah Pertama “WAVES”

20 Juni 2012 Perjalanan sejauh ribuan kilometer harus dimulai dari langkah pertama, begitu pula dengan ribuan langkah cinta kasih, langkah kaki pertama dapat menjadi langkah cinta kasih yang tak terhingga. Sabtu, 16 Juni 2012, gelombang WAVES (We Are Vegetarians & Earth Saviors) Tzu Ching untuk pertama kalinya mulai digerakkan.
WAVES di Car Free Day

WAVES di Car Free Day

06 Oktober 2016
Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) Jakarta mengadakan kegiatan WAVES (We Are Vegetarians and Earth Saviors) di kawasan bundaran HI saat acara Car Free Day (CFD) pada hari Minggu, 2 Oktober 2016, dengan tema “Take Action, Show Love for the Earth.   
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -