Mengawali hari kedua Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 Sesi 1, sebanyak 484 peserta melakukan Meditasi Jalan di lapangan Teratai, Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara.
Hari kedua Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 Sesi 1, para peserta tampak bersemangat. Pada Minggu, 12 April 2026 ini, sebanyak 484 peserta memulai kegiatan kamp dengan melakukan Meditasi Jalan di lapangan Teratai, Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Setelahnya, para peserta dibagi menjadi menjadi dua bagian, yang pertama mendapatkan materi dari tayangan video Jing Yuan Laoshi tentang tanggung jawab dan misi fungsionaris, serta yang kedua mengikuti materi dalam kelas-kelas kecil tentang Dharma Master Cheng Yen.
Para peserta yang mengikuti kelas-kelas kecil dipandu oleh para moderator dari relawan Komite Tzu Chi. Mereka diberikan contoh-contoh kasus yang sering terjadi dalam dunia kerelawanan Tzu Chi serta bagaimana cara untuk menghadapi sekaligus melatih diri. Suasana kelas menjadi lebih hangat dan semarak saat para peserta memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan moderator.
Ketua He Qi Cikarang, Helen Suryana yang menjadi moderator di salah satu kelas juga mengungkapkan bahwa pelatihan dalam kelas-kelas kecil dengan materi contoh kasus dan praktik langsung menjadi metode yang efektif untuk menyampaikan materi. “Kelas kecil ini sangat efektif, apalagi diberikan contoh kasus yang sering sekali terjadi. Jadi saat kegiatan di lapangan bisa lebih yakin, atau nanti menghadapi situasi dan kondisi kerelawanan pasti ada konflik antar sesama, jadi mereka sudah ada persiapan dan panduan lewat Dharma Master Cheng Yen,” jelas Helen Suryana.
Selain kegiatan kelompok-kelompok kecil, melihat materi video, dalam kesempatan kamp hari ke dua ini juga diadakan talkshow dengan pembicara dari tim relawan Tzu Chi Batam yang memberikan sharing tentang pengalaman memegang tanggung jawab dalam dunia kerelawanan Tzu Chi.
Ia juga berharap kepada para relawan yang ikut dalam Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 Sesi 1 ini bisa terus memiliki tekad yang kuat bersama-sama relawan di komunitas masing-masing menjalankan Misi-Misi Tzu Chi. “Harapannya kepada semua relawan khususnya relawan yang akan dilantik menjadi APL dengan ikut training ini mereka jadi lebih berani untuk mengambil ladang berkah misalnya menjadi PIC atau fungsionaris di komunitasnya masing-masing sehingga semakin bertumbuh relawan barunya,” ungkap Helen Suryana.
Pengetahuan Bertambah, Siap untuk Menjalankan Misi
Sutini, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat (Xie Li Senen) memberikan pendapatnya saat materi tentang Dharma Master Cheng Yen yakni cheng zheng xin shi (ketulusan, kebenaran, keyakinan, kesungguhan).
Para peserta yang ikut dalam kelas-kelas kecil ini juga sangat antusias. Masing-masing dari mereka memberikan argumen serta pemahaman mereka terkait materi yang disampaikan. Seperti yang dilakukan oleh Sutini, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat (Xie Li Senen). Semenjak dilantik menjadi relawan APL pada 2015 lalu, ia pun rutin mengikuti serangkaian pelatihan sebagai bekal untuk menjalankan misi Tzu Chi di komunitasnya.
Saat moderator memberikan materi tentang Dharma Master Cheng Yen yakni cheng zheng xin shi (ketulusan, kebenaran, keyakinan, kesungguhan) dan memberikan pilihan yang mana yang lebih penting, Sutini pun menjawab dengan apa yang ia yakini dalam menjalankan Dharma tersebut. “Kalau saya ya keyakinan, kebenaran, ketulusan, kesungguhan. Kenapa begitu, saya percaya bahwa kalau kita mengerjakan sesuatu harus yakin dulu,” kata Sutini.
Di akhir kelas, moderator juga merangkum hasil diskusi selama kelas berlangsung. Sutini juga senang dengan adanya pelatihan yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil ini. “Penyerapan materinya lebih cepat, karena ada contoh jadi cepat menangkapnya, komunikasinya juga bagus, sesama relawan juga bisa lebih kenal,” ungkap relawan yang menjadi PIC donor darah di komunitas Xie Li Senen tersebut.
Peserta lainnya, Lina dari Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Perawang 3) juga merasa mendapat banyak pengetahuan dengan mengikuti Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL kali ini. Saat mengikuti sesi kelompok, ia pun mencoba menanggapi tentang materi zhizu gan en shan jie baorong (Puas Diri, Bersyukur, Pengertian, Toleransi).
Para peserta mengikuti kelas-kelas kecil dipandu oleh para moderator dari relawan Komite Tzu Chi. Tampak Lina, relawan Tzu Chi Cabang Sinarmas (tengah) bersukacita mengikuti materi bersama relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Cikarang.
“Misalnya dengan adanya orang yang membuat hati kita tidak senang malah menjadi malas untuk ikut berkegiatan. Justru kita harus lebih pengertian, bertoleransi, dan perlahan-lahan memberikan pengertian supaya kegiatan kedepannya lebih lancar tanpa ada gesekan. Pas praktik sempat bingung, tapi kali ini jadi banyak belajar,” ungkap Lina.
Selama dua hari pelatihan, Lina merasa bersukacita, bisa belajar banyak dan lebih mengerti dengan ajaran Master Cheng Yen. “Kadang kita ikut pelatihan sekali, sesudah itu lama-lama lupa. Tapi disini kita bisa lebih memahami bagaimana saat berkegiatan serta melaksanakan misi Tzu Chi. Harapannya dengan pelantikan APL para relawan bisa lebih giat lagi melakukan kegiatan kerelawanan, lebih giat lagi bersumbangsih,” jelasnya.
Hadir Sebagai Generasi Penerus
Selain Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026, dalam kesempatan ini juga diadakan pelantikan 208 relawan Abu Putih Logo (APL) dari He Xin 1 (Jabodetabek) dan Tzu Chi Cabang Sinar Mas. Setelah mendapatkan pesan cinta kasih dari Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, satu per satu para relawan maju kedepan dan dilantik menjadi relawan APL.
Prigina, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang yang menjadi salah satu relawan yang dilantik merasa bersukacita. Bergabung menjadi relawan Tzu Chi sejak 2024, ia pun aktif di pelestarian lingkungan, PIC kelas budi pekerti, Wakil Ketua Xie Li BSD, PIC bedah Buku, PIC donor darah, dan PIC isyarat tangan. “Hari ini saya merasa senang bisa dilantik, akhirnya bisa mencapai jenjang APL. Dan setelah mendengar sharing relawan senior dan relawan junior tekad saya semakin teguh,” ungkap Prigina. “Saat Denasari Shijie sharing, saya memetik hikmah agar jangan meremehkan diri sendiri, karena tiap orang punya potensi tak terhingga dan tidak perlu takut melakukan kesalahan,” lanjutnya.
Relawan lainnya yang di lantik adalah Dora, dari komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Xie Li Kemanggisan). Berjodoh dengan Tzu Chi di tahun 2024, ia pun senang akhirnya bisa naik tingkat di jenjang kerelawanan Tzu Chi. “Senang, akhirnya enggak sia-sia perjuangan saya selama ini,” katanya. Waktu pertama menjadi relawan, Dora ikut di misi pelestarian lingkungan. Lucunya ia kebetulan juga bertemu dengan dengan rekan satu kantornya Adi Nugroho Shixiong yang sudah lebih dulu menjadi relawan Tzu Chi. Akhirnya mereka berdua mengajak teman-teman satu kantor untuk ikut berkegiatan di Tzu Chi.
Dora, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Xie Li Kemanggisan) merasa senang karena bisa naik tingkat di jenjang kerelawanan Tzu Chi.
“Hampir semua kegiatan saya ikuti, pernah jadi koordinator konsumsi, pelatihan, dan lainnya,” cerita Dora. Selama dua hari ikut Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 dan belajar dari sharing para relawan, ia pun merasa harus punya tekad yang lebih kuat lagi. “Setelah di lantik, saya bertekad tidak akan berhenti, terus menjadi relawan sampai tua, walau mungkin akan capek, hahaha,” tandasnya.
Begitu pula dengan Liem Herry, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 2 (Xie Li Mandara 1) yang juga dilantik pada kesempatan ini. Awalnya, Herry hanya mengantar anaknya Melissa (staf Tzu Chi Indonesia yang juga menjadi relawan) untuk berkegiatan, namun dari sinilah ia dan istrinya menyusul anaknya menjadi relawan Tzu Chi sejak Desember 2024. “Awalnya melihat banyak kegiatan, bagaimana membantu orang lain ketika ada bencana, hal itu membuat saya tersentuh dan tertarik mengikuti,” cerita Herry.
Dari awal bergabung, Herry banyak ikut di misi amal dan kunjungan kasih. Bahkan saat menjadi wakil koordinator PIC pembagian beras di wilayah Kapuk, motornya mogok karena terendam banjir saat menuju lokasi pembagian, tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya menjalankan tugas kerelawanan dan tetap ia jalani dengan baik. Saat hari ini dilantik menjadi relawan APL, ia pun sangat senang.
Liem Herry, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 2 (Xie Li Mandara 1) didampingi anaknya Melissa, bercerita pengalaman dan jalinan jodohnya di Tzu Chi kepada para peserta.
“Setelah dilantik, kedepannya semoga berani menjalankan Misi-Misi Tzu Chi sesuai dengan ajaran Master Cheng Yen. Dari narasumber banyak teladan dan menjadi inspirasi saya untuk di contoh dan semoga suatu saat nanti bisa bertemu langsung dengan Master Cheng Yen,” ungkap Herry bersukacita.
Maju Selangkah dan Mengingat Hati Bodhisatwa
Sukacita Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 sesi 1 ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja. Dengan penuh kebahagiaan, mereka berdua menyematkan satu persatu nametag kepada para peserta yang dilantik menjadi relawan APL.
“Hari ini banyak Bodhisatwa yang baru dilantik terutama Relawan Abu Putih yang sekarang sudah menjadi Relawan Abu Putih Logo (calon komite). Ini berarti Shixiong, Shijie itu sudah maju selangkah lagi. Semoga kita bisa terus mengingat hati Bodhisatwa kita hari ini. Semoga Shixiong, Shijie datang ke Tzu Chi jangan hanya menjadi sukarelawan yang suka-suka, tapi bisa jadi relawan yang bertanggung jawab,” harap Liu Su Mei.
Ketua Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja dengan penuh sukacita menyematkan nametag kepada 208 peserta yang dilantik menjadi relawan APL.
Menurut Liu Su Mei, di Tzu Chi sesungguhnya kita semua belajar untuk melatih diri. Hal ini yang membuat hati relawan semakin indah, semakin bajik. Seperti ajaran Master Cheng Yen bahwa dalam bersumbangsih hendaknya kita bersumbangsih dengan tanpa pamrih dan perhitungan, jadi kita bersumbangsih karena hati yang tulus.
“Kita sering dengar orang bilang ‘lakukan saja, lakukan saja’ tapi jangan di potong. Master Cheng Yen juga bilang lakukan juga hal yang benar. Dalam semua hal bukan berarti kita lakukan semau kita, tapi kita lakukan yang benar-benar dan lakukan hal-hal yang benar,” tutup Liu Su Mei dalam pesan cinta kasihnya.
Editor: Fikhri Fathoni