Kasih Berbagi untuk Semua

Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak), Fotografer : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)


Relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura menyerahkan bantuan berupa Nasi Jingsi, minyak goreng, dan handuk kepada warga terdampak banjir bandang di Sentani, Papua.

Jumat, 22 Maret 2019, sudah masuk hari keenam setelah bencana banjir bandang melanda Sentani, Papua. Hujan masih turun tapi tidak sepanjang hari, kadang deras kadang sedang. Posko pengungsi pun masih banyak dihuni. Sementara itu kebutuhan akan bahan pokok seperti air, listrik, makanan, pakaian masih belum terpenuhi secara maksimal.


Relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura mempersiapkan barang-barang bantuan berupa Nasi Jingsi dan handuk mandi untuk dibagikan kepada warga terdampak banjir bandang di Sentani.


Walaupun barang yang dibawa relawan tidak banyak tapi para korban banjir amat berterima kasih karena perhatian yang mereka terima.

Di beberapa posko yang memberikan pelayanan kesehatan, selalu dipenuhi para pengungsi yang memeriksakan kesehatan mereka. Malaria, ISPA, dan batuk menjadi keluhan umum bagi para korban banjir. Para tenaga medis yang bertugas dengan sigap memeriksa dan memberikan obat untuk mengurangi sakit yang mereka rasakan.

Pada hari itu pula relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura mengunjungi beberapa posko dan membagikan nasi instan Jingsi dan handuk untuk mandi. Sehari sebelumnya relawan telah membagikan 931 bungkus nasi Jingsi di 3 titik, yaitu Posko Stakin, Posko Yayasan Abdi Budaya Nusantara, dan Posko Stadium Bernabas Youwe.


Selain dibagikan nasi Jingsi, relawan juga mengajari para warga terdampak banjir bagaimana cara memasak Nasi Jingsi.

Selain dibagikan nasi Jingsi, relawan juga mengajari para warga terdampak banjir bagaimana cara memasak nasi Jingsi. Sambutan yang diterima oleh relawan sangat baik ketika Chandra dan Amapon, relawan Tzu Chi Biak, mengajari mereka memasak nasi instan tersebut. Walaupun barang yang dibawa relawan tidak banyak, tapi para korban banjir amat berterima kasih karena perhatian yang mereka terima. Relawan juga tak lupa menjelaskan tentang Tzu Chi kepada para warga yang kerap bertanya siapa yang membantu mereka.


Setelah banjir bandang melanda wilayah Sentani, para warga masih bergantung hidup di posko-posko dan tenda darurat.

Dari 7 posko yang berhasil dikunjungi oleh relawan, jumlah total yang diberikan adalah 900 handuk, 18 karton nasi Jingsi, dan 3 karton minyak goreng. Setelah membagikan di posko terakhir relawan kemudian kembali ke posko sementara untuk beristirahat karena hari telah senja serta mempersiapkan barang yang akan dibawa keesokan harinya.


Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Banjir Sentani: Merajut Berkah di Danau Sentani

Banjir Sentani: Merajut Berkah di Danau Sentani

02 April 2019
Setelah cuaca bersahabat, dengan  menggunakan speed boat relawan Tzu Chi menuju daerah Putali (27/03/19). Di desa di pinggiran Danau Sentani ini relawan memberikan bantuan bagi 30 warga.
Perhatian untuk Para Pengungsi di Sentani

Perhatian untuk Para Pengungsi di Sentani

27 Maret 2019

Di hari ketiga (24/3), relawan Tzu Chi masih terus berkeliling di posko-posko pengungsian untuk melakukan survei dan pemberian bantuan. Di Posko Pokem relawan medis Tzu Chi ikut memberikan pelayanan kesehatan.

Banjir Sentani: Perhatian Bagi Keluarga Korban Banjir Bandang

Banjir Sentani: Perhatian Bagi Keluarga Korban Banjir Bandang

01 April 2019

Selama dua hari (28 – 29 Maret), relawan Tzu Chi memberikan perhatian kepada 40 keluarga korban meninggal akibat musibah banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua.

Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -