Kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Batam digelar pada 1 Februari 2026 di Aula Jing Si Batam dan diikuti oleh 1.066 peserta.
Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi 2025 merupakan rangkaian acara penutup tahun yang rutin diselenggarakan dengan mengundang masyarakat umum. Memasuki tahun ke-60 berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemberkahan Akhir Tahun kali ini mengangkat tema “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu, Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi”.
Tema tersebut mengajak kita untuk kembali mengingat semangat awal celengan bambu, saat setiap orang membangkitkan niat baiknya dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari. Niat baik ini tidak selalu diwujudkan melalui gerakan besar atau donasi dalam jumlah besar, melainkan berangkat dari kesadaran dan tekad kecil untuk berbagi serta membantu mereka yang menderita dengan tulus.
Amal Kecil Dampak Besar Lewat Penuangan Celengan
Semangat ketulusan tersebut tercermin pada sosok Yenik Sugiarti, seorang guru di lingkungan Perkumpulan Guru Agama Buddha. Ia hadir bersama keluarganya dan turut menuangkan celengan bambu di tengah keramaian acara. Celengan bambu itu berisi kumpulan sisa uang belanja keluarga, serta koin-koin yang dengan tulus disisihkan oleh anaknya dari uang jajan sekolah.
Yenik Sugiarti bersama sang buah hati menuangkan celengan bambu hasil akumulasi sisa uang belanja keluarga serta uang jajan sekolah anak.
“Ini kan bukan menabung untuk diri sendiri, ya, tapi menyisihkan sedikit demi sedikit untuk karma baik dan berbagi dengan sesama. Karena kami belum bisa berdana dalam jumlah besar, jadi kami kumpulkan dari sisa belanja. Mudah-mudahan bisa bermanfaat, karena inilah yang bisa kami lakukan,” jelasnya.
Tak hanya pada acara Pemberkahan Akhir Tahun, setiap kali celengannya penuh, Ibu Yenik selalu menyempatkan diri datang ke Aula Jing Si untuk menuangkan celengan bambu. Kebiasaan ini telah dijalaninya selama lebih dari sepuluh tahun, bahkan sejak Tzu Chi Batam belum memiliki gedung sendiri. Konsistensi dan tekad sederhana tersebut menjadi wujud nyata semangat celengan bambu yang terus dijaga hingga kini.
Menyucikan Batin Lewat Bervegetarian
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum acara dimulai para tamu diajak menikmati hidangan vegetarian. Kerja keras para relawan konsumsi terbayar ketika piring-piring tamu terisi penuh dan raut wajah mereka tampak menikmati sajian yang disuguhkan. Salah satunya adalah Rudy Kurniawan, yang pada hari itu genap tiga bulan menjalani pola makan vegetarian.
Saat matahari belum terbit, para relawan konsumsi telah sibuk mempersiapkan hidangan vegetarian untuk makan siang bersama.
Sebagai seorang Buddhis, Rudy kerap mendengar ajaran Dharma tentang tidak membunuh makhluk hidup, salah satunya melalui penerapan pola makan vegetarian. “Sebenarnya saya sudah ada rencana makan vege, mungkin nanti mulai di usia 40 atau 50 tahun. Tapi ternyata di usia 30 sudah mulai duluan,” tuturnya sambil tertawa kecil.
Keputusannya untuk bervegetarian ini juga didukung oleh lingkungan sekitarnya yang suportif. Awalnya, ia hanya disarankan untuk mencoba beberapa hari dalam seminggu. Namun, seiring berjalannya waktu, Rudy menyadari bahwa menjalani pola makan vegetarian tidaklah sulit baginya. “Saya pikir ini salah satu cara untuk memperbanyak karma baik dengan tidak membunuh makhluk hidup. Semoga hidup jadi lebih sehat dan membawa kebaikan, baik untuk orang lain maupun untuk saya sendiri,” lanjutnya.
Membangkitkan Welas Asih Lewat Video Kilas Balik
Pemberkahan Akhir Tahun yang berlangsung di lantai 5 Auditorium Pembabaran Dharma dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan lantunan Gatha Pembuka Sutra. Dalam momen kebersamaan ini, para tamu diajak menelusuri perjalanan Tzu Chi yang berawal dari tekad sederhana hingga hadir di tengah masyarakat melalui tayangan kilas balik, baik di tingkat internasional, nasional, maupun Batam.
Tayangan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Apriliadi, yang hadir seorang diri di tengah 1.066 peserta yang memenuhi lantai 5 Tzu Chi Batam. Menurutnya, datang sendiri ke acara besar seperti ini bukanlah sebuah tantangan selama dilandasi tekad yang kuat.
Ia mengaku sangat kagum dan tersentuh melihat bagaimana Tzu Chi dapat langsung turun ke lapangan, hadir, dan membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang agama. Aksi nyata tersebut juga pernah ia rasakan secara langsung saat mengikuti kegiatan kunjungan kasih beberapa tahun lalu.
“Saya sampai sempat minta tolong ke teman saya, kalau ada kunjungan kasih lagi saya ingin ikut. Bahkan saya juga ingin mengajak teman-teman, supaya tahu bahwa ada Tzu Chi di sini yang bisa mengayomi dan membantu banyak orang,” ungkap Apriliadi.
Setelah 20 tahun Tzu Chi Batam menggarap ladang berkah melalui Misi Amal, Megawati menyampaikan rencana pembangunan Tzu Chi School yang dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pada tahun 2026.
Menjalin Jodoh Baik Lewat Pembagian Angpao
Sekitar 100 penyelam sutra menampilkan isyarat tangan yang menggambarkan keindahan dan keagungan Sutra. Bait demi bait diperagakan dengan penuh penghayatan, seolah mengukirkan makna sutra di hati para tamu. Pada momen istimewa ini, Megawati turut memperkenalkan misi baru yang akan hadir di Batam, mengajak para tamu untuk bersama-sama mendukung pembangunan Sekolah Tzu Chi di Batam, sebuah upaya yang tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga pada pembinaan nilai dan karakter.
Pemberkahan Akhir Tahun juga dilengkapi dengan pembagian Angpao Berkah dan Kebijaksanaan sebagai simbol jalinan jodoh baik, doa, serta pengingat untuk terus membina Fu (berkah) dan Hui (kebijaksanaan) secara beriringan.
Relawan mewakili Master Cheng Yen membagikan Angpao Berkah dan Kebijaksanaan, sebagai pengingat bagi setiap insan untuk terus menggarap ladang berkah serta memupuk kebijaksanaan secara beriringan.
Rahmat Hartato selaku Koordinator Lapangan menyampaikan bahwa tema mengingat tekad awal menjadi pengingat bagi seluruh insan Tzu Chi untuk terus menapaki jalan bodhisattva bersama. “Kita sama-sama menapaki jalan bodhisattva. Karena itu, fu dan hui juga harus kita bina secara beriringan,” ujarnya.
Acara Pemberkahan Akhir Tahun berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Sebelum meninggalkan ruangan, para relawan berkumpul untuk saling mendoakan serta menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek, dengan harapan senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan, serta dapat terus membina berkah dan kebijaksanaan bersama-sama.
Editor: Khusnul Khotimah