Kehadiran Xiao Pu Sa Bikin Senyum Para Lansia Ini Mengembang

Jurnalis : Ellisabeth Lily (Tzu Chi Medan) , Fotografer : Gunawan, Lily Hermanto, Julin, Wenny, Sisilia (Tzu Chi Medan)

Pembukaan acara dipandu oleh MC bersama tim Xiao Pu Sa, dengan penuh semangat dan keceriaan.

Kehadiran anak-anak sering kali membawa keceriaan yang sederhana namun bermakna. Tawa polos dan sapaan hangat dari mereka mampu menghadirkan kebahagiaan bagi siapa saja. Bagi para lansia yang tinggal di panti jompo, perhatian kecil dari generasi muda dapat menjadi sumber kehangatan yang menyentuh hati.

Semangat berbagi kasih inilah yang terlihat pada Minggu, 8 Maret 2026, ketika para peserta Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan mengadakan kunjungan kasih ke Panti Jompo Taman Bodhi Asri. Panti jompo ini dihuni oleh 89 lansia. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 64 anak-anak, 39 orang tua dan 74 relawan.

Sejak tiba di lokasi pada pukul 09.00 pagi, anak-anak terlihat antusias namun tetap tertib mengikuti arahan para Da Ai Mama.

Dengan penuh semangat, mereka naik ke atas panggung dan menyapa para Akong dan Ama—sebutan penuh hormat bagi para lansia— dengan ucapan hangat “Gong Xi Gong Xi.” Suasana semakin meriah ketika Vincent selaku MC membuka acara dengan gaya khasnya yang ceria. Ia melantunkan sebuah pantun yang langsung mengundang senyum para hadirin.

Naik sepeda ke pasar lama 
Membeli sayur dan buah pepaya
Lansia bahagia target utama
Semoga hari ini penuh ceria…

Pantun sederhana itu seketika mencairkan suasana dan membuat kegiatan terasa akrab sejak awal.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai jalannya acara.

Anak-anak kemudian menampilkan beberapa lagu isyarat tangan yang telah mereka pelajari di kelas, salah satunya lagu “A Ba Khan Cui Gu”. Gerakan yang sederhana namun penuh semangat membuat suasana ruangan terasa hangat. Para lansia tampak tersenyum menikmati penampilan mereka, bahkan beberapa di antaranya ikut menggerakkan tangan mengikuti irama lagu.

Sambil menikmati rangkaian acara, para Akong dan Ama juga disuguhkan hidangan kembang tahu dengan kuah jahe yang hangat. Hidangan sederhana ini semakin menambah kenyamanan suasana, terlebih dinikmati sambil menyaksikan berbagai penampilan yang telah dipersiapkan oleh para relawan dan anak-anak.

Kelly menampilkan permainan gu zheng yang merdu, memukau dengan alunan musik tradisional yang menenangkan.

Acara semakin semarak dengan penampilan gu zheng yang dibawakan oleh Kelly. Petikan lembut alat musik tradisional Tiongkok tersebut menghadirkan nuansa hangat dan penuh nostalgia. Kelly membawakan dua lagu “He Xin Nian” dan lagu klasik “Yuè Liàng Dài Biǎo Wǒ De Xīn,” yang membuat para hadirin larut dalam suasana haru dan kenangan.

Tidak hanya anak-anak, para orang tua dari murid-murid bersama relawan juga turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu “Ràng Ài Chuán Chū Qù.” Gerakan tangan yang selaras dengan irama lagu menyampaikan pesan sederhana namun mendalam tentang pentingnya menebarkan cinta kasih kepada sesama.

Momen perayaan ulang tahun para akong dan ama berlangsung penuh haru dan kebahagiaan di tengah suasana kebersamaan.

Kebahagiaan semakin bertambah ketika diadakan perayaan ulang tahun bagi para lansia yang berulang tahun di bulan Maret. Terdapat empat Ama yang merayakan hari ulang tahun mereka. Vincent kemudian memimpin doa, memanjatkan harapan agar para ama selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang. Momen tersebut disambut dengan tepuk tangan serta senyuman hangat dari para hadirin.

Para remaja Tzu Shao juga turut menampilkan lagu isyarat tangan “Di Yi Dai Shu Guang”. Gerakan yang selaras dengan irama lagu yang menghadirkan pesan harapan, bagaikan cahaya fajar yang membawa semangat baru bagi semua yang hadir. 

Kebersamaan semakin terasa ketika para Akong dan Ama bersama para pendamping ikut bernyanyi sambil mengikuti gerakan isyarat tangan. Mereka bersama-sama membawakan lagu Xiè Xiè Nǐ, Wǒ Ài Nǐ, serta lagu Siapa Bilang Lansia Tidak Berguna.” Suasana penuh keceriaan terlihat jelas dari wajah para lansia yang menikmati setiap momen kegiatan tersebut.

Penampilan meriah Cai Shen Ye bersama barongsai dan tim di atas panggung sukses menghidupkan suasana acara.

Penyerahan simbolis paket kebutuhan kepada para akong dan ama sebagai wujud kepedulian dan cinta kasih.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya ketika Cai Shen Ye hadir bersama rombongan barongsai dan timnya. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para Akong dan Ama. Diiringi gerakan barongsai yang lincah, para relawan berjalan mengikuti di belakangnya untuk membagikan angpau kepada para lansia sebagai simbol doa dan harapan akan kebahagiaan serta keberkahan.

Setelah penampilan barongsai selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Para relawan bagian konsumsi tampak sibuk membagikan nasi tim vegetarian beserta air minum kepada para lansia. Suasana makan siang terasa hangat dan akrab ketika para lansia menikmati hidangan sambil menyaksikan berbagai hiburan.

Anak menampilkan lagu dengan penuh percaya diri, menambah keceriaan dan kehangatan dalam acara.

Beberapa relawan turut menyumbangkan suara mereka untuk menghibur para lansia. Harris dan Suniya membawakan lagu “Chan Fu” dan “Zhen Ai.” Suasana semakin meriah ketika Mei Yen, Rita, Susilawati, dan Ayen turut menyanyikan lagu “Wo Zhi Zai Hu Ni” dan “Huan Le Jin Xiao.” Keceriaan makan siang semakin terasa ketika Chloe Winella membawakan tarian modern dengan lincahnya.  

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis paket kebutuhan sehari-hari kepada para Akong dan Ama dari relawan Tzu Chi sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada para lansia.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak, para relawan, dan orang tua bersama-sama membawakan lagu isyarat tangan “Dì Qiú De Hái Zi” dan “Wàn Shì Rú Yì.” Gerakan yang dilakukan bersama-sama menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan, menjadi penutup yang indah bagi kegiatan kunjungan kasih hari itu.

Seorang Xiao Pu Sa membagikan angpau kepada para akong dan ama, menghadirkan sukacita dan senyum bahagia di wajah mereka.

Kunjungan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi para lansia, tapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para murid atau Xiao Pu Sa. Mereka belajar bahwa menghormati orang tua dan menyayangi sesama adalah nilai penting dalam kehidupan.

Seperti yang sering diingatkan oleh Master Cheng Yen, “Pendidikan anak adalah mengajarkan tata krama, membina budi pekerti, menunjukkan jalan, dan membimbing mereka menuju arah yang benar.” Melalui kegiatan ini, benih cinta kasih ditanamkan sejak dini agar kelak tumbuh menjadi karakter yang penuh kepedulian terhadap sesama.

Selain itu anak-anak juga belajar bahwa para lansia di panti adalah “Orang Tua milik bersama” yang layak dihormati dan dikasihi. Setiap lansia adalah guru kehidupan. Kunjungan ini juga menanamkan nilai bakti kepada para anak dan kita semua agar dengan sepenuh hati menjaga dan merawat kedua orang tua kita di usia senja. Dalam Sutra Bakti Seorang Anak, Budi Luhur Orang Tua itu sulit untuk dibalas. Orang Tua yang berusia 100 tahun tetap akan mengkhawatirkan anaknya yang berusia 80 tahun. 

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Buka Puasa Bersama Cermin Indahnya Toleransi

Buka Puasa Bersama Cermin Indahnya Toleransi

11 April 2022

Relawan Tzu Chi Cabang Medan bersama staf DAAI TV Medang mengadakan buka puasa bersama di Gedung DAAI TV Jati Junction. Pada buka puasa bersama ini dihadiri oleh DR. Hotmatua Paralihan M.A seorang ulama yang mengangkat Ajaran Master Cheng Yen dalam disertasinya.

"Saya Menganggap Orang yang Baik Adalah Saudara Saya..."

24 Juli 2014 Selaras dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Memberi dan melayani jauh lebih berharga dan membahagiakan daripada diberi atau dilayani”. Minggu 20 Juli 2014, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan buka bersama dengan Gan En Hu (Penerima bantuan Tzu Chi) yang beragama Muslim.
Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

03 Agustus 2013 Hari ini  relawan Tzu Chi akan mengadakan buka puasa bersama anak-anak yang tinggal di panti Asuhan. Pada kegiatan ini yayasan mengundang 200 anak panti dari 6 panti asuhan yang ada di Makassar .
Seulas senyuman mampu menenteramkan hati yang cemas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -