Kelas Budi Pekerti, Angkatan Pertama Tahun Ajaran 2026 – 2027 Tzu Chi Jambi Dimulai

Jurnalis : Lily (Tzu Chi Jambi), Fotografer : Heriyanto, Suriyanto (Tzu Chi Jambi)

Program pendidikan Kelas Budi Pekerti Tzu Chi ini untuk anak-anak (Xiao Pu Sa) dan remaja guna menanamkan benih kebajikan, etika, serta cinta kasih sejak dini.

Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, anak-anak menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Beragam konten yang mudah diakses dapat membuat mereka terdistraksi, kesulitan memilah informasi, bahkan mudah terprovokasi. Di sisi lain, interaksi dengan orang tua juga semakin berkurang.

Dalam kondisi tersebut, pendidikan tata krama dan moralitas menjadi salah satu landasan penting dalam pembentukan karakter anak. Budi pekerti dapat menjadi kompas yang membantu anak membedakan hal yang baik dan kurang baik, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap orang tua, sesama, dan lingkungan.

Melihat pentingnya pendidikan karakter sejak dini, relawan Tzu Chi Jambi untuk pertama kalinya membuka Kelas Pendampingan Budi Pekerti pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sebanyak 54 anak usia sekolah dasar mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang belajar sekaligus bermain untuk mengenal nilai-nilai kebaikan.

Anak-anak diajak untuk belajar melalui permainan edukatif, menyaksikan kisah inspiratif, dan melakukan aktivitas kreatif yang melibatkan orang tua.

Peserta kelas budi pekerti diajak untuk berinteraksi secara sosial dengan sesama peserta dan melibatkan para orang tua dan relawan pendamping.

Kelas Budi Pekerti Tzu Chi merupakan pendidikan nonformal yang mengajarkan moralitas, tata krama, serta budaya humanis. Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali dan melibatkan orang tua sebagai pendamping. Dengan demikian, nilai-nilai yang dipelajari anak tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.

Bambang Hadinata, salah satu orang tua peserta, menyambut baik dibukanya kegiatan tersebut di Jambi.

“Saya menyambut baik kegiatan positif ini yang mengajarkan anak berbudi pekerti. Saya mengapresiasi Tzu Chi Jambi dan berharap agar terus mempertahankan kegiatan ini dan maju untuk perkembangan anak-anak di Jambi,” harapnya.

Hal senada disampaikan Asun dan Lia, orang tua peserta Kelas Budi Pekerti. Mereka menilai pendidikan tata krama semakin penting diberikan kepada anak-anak di tengah perubahan zaman.

“Kegiatan hari ini sangat bagus untuk anak-anak zaman sekarang. Budi pekerti harus diutamakan. Anak-anak yang kurang sopan santun, acuh, dan kurang peduli kepada orang tua, di sini kita bisa membentuk karakter anak untuk masa depan agar menjadi anak yang bertata krama, peduli terhadap lingkungan dan orang tua,” tutur Lia.

Berbagai pelajaran dan kuis yang diberikan relawan pendamping kelas Budi Pekerti kepada siswa Budi Pekerti.

Antusiasme masyarakat terhadap kelas perdana ini pun cukup tinggi. Meski baru pertama kali dibuka di Tzu Chi Jambi, jumlah peminatnya sudah melebihi kapasitas yang dapat diterima. Hingga saat ini, masih banyak orang tua yang ingin mendaftarkan anak mereka. Namun, untuk menjaga kualitas pendampingan, pendaftaran sementara belum dapat ditambah dan nama-nama yang telah mendaftar akan disimpan untuk tahun ajaran berikutnya.

Bagi Lily, koordinator Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Jambi, tingginya minat tersebut menjadi tanda bahwa orang tua semakin menyadari pentingnya pendidikan karakter bagi anak.

“Saya berharap anak-anak dapat memahami pendidikan moralitas dan tata krama sehingga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan mereka. Agar anak-anak memiliki mental yang kokoh saat meniti karier, tetapi tetap peduli kepada orang tua dan lingkungannya,” harap Lily.

Peserta Kelas Budi Pekerti dengan hati gembira mengikuti kelas bersama dengan anak-anak lainnya. Kelas Budi Pekerti Tzu Chi merupakan pendidikan nonformal yang mengajarkan moralitas, tata krama, serta budaya humanis.

Kelas Budi Pekerti ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri anak-anak di Jambi. Sebab pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan dan pencapaian akademis, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang mampu menghargai orang lain, menjaga lingkungan, dan tetap memiliki kepedulian terhadap keluarga.

Dari kebiasaan sederhana seperti mengucapkan salam, menghormati orang tua, peduli kepada sesama, hingga menjaga lingkungan, nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang akan dibawa anak dalam perjalanan hidupnya.

Melalui pendidikan budi pekerti, Tzu Chi Jambi ingin membantu anak-anak tumbuh tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berbudaya humanis, dan mampu menghadirkan kebaikan di mana pun mereka berada.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Pentingnya Membedakan Kebutuhan Dan Keinginan

Pentingnya Membedakan Kebutuhan Dan Keinginan

26 Agustus 2022

Sebagian dari kita pasti pernah membeli suatu barang namun sebenarnya tak dibutuhkan. Nah di kelas Budi Pekerti kali ini, murid-murid diajak untuk mengetahui perbedaan kebutuhan dan keinginan secara mendasar. 

Belajar Menghargai Perjuangan  Orang Tua

Belajar Menghargai Perjuangan Orang Tua

23 Mei 2018
Dalam pembelajaran Kelas Budi Pekerti yang diadakan oleh Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada Minggu, 20 Mei 2018, siswa-siswi diberikan materi tentang berbakti kepada orang tua. Mereka diajarkan untuk menghargai dan mensyukuri pemberian dan kondisi orang tua dalam keadaan apapun. 
Menanamkan Benih Kebaikan sejak dini

Menanamkan Benih Kebaikan sejak dini

13 Agustus 2026

Relawan Tzu Chi Selatpanjang menggelar Kelas Budi Pekerti perdana untuk menyambut tahun ajaran baru 2026 / 2027 dengan antusiasme tinggi dari 18 murid. Materi utama yang diangkat mengusung tema "Tiga Kata Penuh Makna".

Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -