Ketajaman dan Asa

Jurnalis : Riani Purnamasari (He Qi Utara), Fotografer : Riani Purnamasari, Joni saharani (He Qi Utara)
 
 

foto“Kecepatan rana (shutter speed) menentukan kecepatan dalam momen yang diambil,” kata Anand, fotografer Tim Media Cetak Tzu Chi dalam pelatihan relawan dokumentasi yang diadakan setiap Jumat di Jing Si Books & Café Pluit, Jakarta Utara.

 

“Hanya ada tiga poin utama di dalam pengambilan foto jurnalistik: shutter speed, appeture and iso,” tegas Anand Yahya, fotografer Tim Media Cetak Tzu Chi dalam pelatihan relawan dokumentasi ( 3 in 1) pada Jumat, 25 Juni 2010. Kelas 3 in1 yang diadakan setiap hari Jumat, mulai jam 6 sampai 9 malam di Jing Si Café Pluit ini selalu memiliki pembicara yang berbeda setiap minggunya. Tema yang variatif membuat para relawan dokumentasi dari He Qi Utara, Barat, Timur, dan Selatan selalu memenuhi ruang kelas tersebut.

 

 

 

Seperti namanya, 3 in 1  terdiri dari foto, video dan tulisan. Ketiga hal ini bergabung dalam pembuatan suatu berita dalam bentuk tulisan maupun lisan, yang diterbitkan dalam website, buletin, majalah dan siaran di Da Ai TV. Tim 3 in1 lah yang mencatat sejarah jejak langkah Master Cheng Yen di segala penjuru dunia. Mereka menjadi mata dan telinga Master Cheng Yen. Meski Master Cheng Yen tidak bisa berkunjung ke berbagai tempat di dunia ini, namun berkat kehadiran relawan dokumentasilah maka Master dapat mengetahui berbagai kejadian di dunia ini.

Fotografi  Simply
Malam itu, ruangan sharing yang terletak di lantai dasar Jing Si Books & Café Pluit, Jakarta Utara dipadati oleh 12 fotografer, 1 videografer dan 4 penulis. Dengan tema “Photography Simply”, Tim 3 in 1 dengan tekun mendengarkan sharing dari Anand Yahya, fotografer  Tim Media Cetak Tzu chi.

Fotografi adalah kegiatan mengabadikan obyek/gambar atau suatu kejadian dengan menggunakan sinar. Untuk menghasilkan suatu foto, di zaman modern ini diperlukan sinar yang memberi cahaya pada gambar yang dihasilkan, lensa, memory card dan kamera sebagai media, namun yang terpenting adalah adanya obyek pengambilan gambar atau momen.

Dengan teknik fotografi modern, dimana penggunaan film sudah jarang ditemukan, fotografi tetap memiliki 4 unsur di dalam menghasilkan sebuah foto. Pertama adalah kecepatan rana (shutter speed) yang merupakan kecepatan tirai/sensor dalam menangkap sinar. Angka pada shutter speed untuk pergeseran tiap 1 stop adalah 8000, 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 0'5, 1', 2', 4', 8', 15', 30' dan bulb (selama shutter ditekan, kamera akan terus merekam gambar). Kedua adalah ruang tajam (Appeture). Jauh dekatnya tingkat ketajaman gambar, biasanya pada kamera SLR, aperture memiliki angka seperti 1; 1,4; 2; 2,8; 4; 5,6; 8; 11; 16; 22; 32 untuk pergeseran 1 stop.

Ketiga yaitu ASA/ISO yang menentukan kesensitifan sensor dalam menangkap sinar. Angka dari ASA untuk perubahan 1 stop yaitu 50, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400. Semakin tinggi angka ASA maka akan semakin sensitif sensor apabila terkena sinar. Ketika Asa lebih tinggi foto yang dihasilkan akan cenderung lebih noise, kurang kontras dan kurang resolusi. Keempat adalah objek foto yang berupa suatu gambar yang diabadikan dalam bahasa visual fotografi.

foto  foto

Ket : - “Foto jurnalistik memiliki jiwa yang berbeda dari foto dokumentasi," jelas Anand Yahya untuk               menyamakan persepsi di antara fotografer yang hadir malam itu   (kiri)
           - Para peserta kelas 3 in 1 yang berasal dari He Qi Utara, Barat, Timur dan Selatan memenuhi ruangan              Jing Si Books & Café Pluit, Jakarta Utara.    (kanan)

Jenis-jenis Foto
Foto dapat berbicara kepada yang melihat. Masuk kepada kejurnalistikkan, berita foto adalah suatu kegiatan melihat, mengamati, menggali, melaporkan, dan menyampaikan suatu peristiwa dalam bentuk foto agar dapat menyentuh emosi pembaca. Di dalam suatu peristiwa juga terdapat masalah. Kriteria foto jurnalistik yaitu aktual (secepat mungkin), faktual (rekaman peristiwa terjadi spontan sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya), informatif (sebuah foto jurnalistik minimal mengandung unsur: who (siapa), why (mengapa) jika menyangkut tokoh dalam sebuah peristiwa), misi (sasaran esensial yang ingin dicapai oleh penyajian foto berita dalam penerbitan), gema (sejauh mana topik berita menjadi pengetahuan umum), dan atraktif (komposisi garis atau warna yang begitu terampil maupun ekspresif dari subyek utamanya yang dramatis).

Lebih dalam lagi, masuk ke pengambilan momen Tzu Chi, Tim 3 in 1 diharapkan selalu datang tepat waktu untuk lebih banyak berinteraksi dengan relawan maupun dengan masyarakat sekitar yang akan menjadi target dari obyek foto. Hal ini dapat menciptakan ikatan kepercayaan antara fotografer dengan obyek tersebut, yang kemudian  tidak akan merasa terganggu ketika pengambilan momen dilakukan karena sudah ada kedekatan di antara keduanya.

“Apakah bisa para (relawan) 3 in 1 menulis secara aktual?” tanya Anand pada para peserta. “Ya, kami akan berkomitmen dengan penulisan yang akan dilakukan setelah adanya acara untuk menjaga nilai aktual dari berita foto tersebut,” jawab para peserta kompak. Senyum gembira Anand pun menutup kegiatan pelatihan relawan dokumentasi  malam itu.

  
 
 

Artikel Terkait

Bersiaga Menyambut Banjir

Bersiaga Menyambut Banjir

02 Desember 2011 Apel dimulai jam 7 pagi di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Sekitar 6.000 orang berkumpul di lapangan terbuka ini, masing-masing merupakan perwakilan dari aparat pemerintah terkait, LSM peduli banjir, juga masyarakat.
Berbagi Cinta Kasih di bulan Tujuh Penuh Berkah

Berbagi Cinta Kasih di bulan Tujuh Penuh Berkah

07 September 2022

Relawan Tzu Chi Jambi berbagi cinta kasih di Bulan Tujuh Penuh Berkah kepada Opa Oma di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur. Pada kesempata itu, relawan juga memberikan bingkisan dan keperluan para oma opa penghuni panti.

Tzu Ching Camp: Jalinan Jodoh yang Baik

Tzu Ching Camp: Jalinan Jodoh yang Baik

14 Juni 2013 Kehidupan manusia bersifat sementara dan tidaklah kekal, waktu yang berputar tidak bisa diulang kembali, jangan saat kita menoleh kembali segalanya sudah tiada. Penyesalan selalu datang terlambat pada akhirnya.
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -