
Suasana kegiatan donor darah yang diadakan relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Xie Li Mangga Besar dan Xie Li Tambora) berlangsung dengan tertib dan lancar.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar kegiatan donor darah di Sekolah Sinar Dharma. Kegiatan kemanusiaan ini diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3, dengan melibatkan relawan dari Xie Li Mangga Besar dan Xie Li Tambora, hingga murid OSIS SMA Sinar Dharma serta para guru yang turut ambil bagian. Kolaborasi lintas komunitas ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat.
Kegiatan donor darah ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026 ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Pada kegiatan ini, panitia menargetkan sebanyak 150 kantong darah dapat terkumpul untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Pelaksanaan donor darah berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai standar kesehatan. Peserta terlebih dahulu melakukan pemindaian barcode dan mengisi formulir berwarna merah sebagai tahap pendaftaran. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan awal meliputi pengukuran tekanan darah (tensi), pemeriksaan golongan darah, serta pengecekan kadar hemoglobin (Hb).

Para pendonor dengan sabar menunggu antrian untuk dipanggil kedalam ruangan pengambilan darah.
Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian menjalani pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya layak sebagai pendonor. Setelah dinyatakan lolos, peserta diarahkan ke ruangan pengambilan darah yang ditangani langsung oleh petugas PMI yang profesional dan berpengalaman.
Di antara para pendonor, terdapat beberapa relawan Tzu Chi yang juga ikut mendonorkan darahnya seperti April Shijie yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. “Kegiatan ini menjadi pengalaman donor darah pertama saya. Motivasinya karena ketulusan hati dan keinginan untuk ikut berbagi kehidupan melalui setetes darah yang kami sumbangkan,” ungkap April Shijie.

Proses pemeriksaan pendonor yang dilakukan oleh petugas dan dokter Palang Merah Indonesia (PMI).
Di sela-sela kegiatan, terdapat kisah yang menyentuh hati dari seorang ibu peserta donor darah. Ia dengan tulus bercerita kepada relawan bahwa saat ini dirinya belum memiliki pekerjaan dan tidak mampu berdonasi dalam bentuk materi. Namun demikian, ia tetap ingin berkontribusi dan menyampaikan bahwa darah adalah satu-satunya hal berharga yang dapat ia berikan untuk membantu sesama. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan cinta kasih tidak selalu diukur dari materi, melainkan dari ketulusan niat untuk memberi dan menyelamatkan kehidupan.
Setelah selesai mendonorkan darah, para pendonor mendapatkan bingkisan berupa snack dan vitamin dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk perhatian dan apresiasi. Para pendonor kemudian dipersilakan beristirahat di ruang istirahat yang telah disediakan, guna memastikan kondisi tubuh tetap stabil sebelum kembali beraktivitas.

Apri Shijie, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Xie Li Mangga Besar) mendonorkan darahnya dengan penuh ketulusan hati dan semangat cinta kasih.
Kegiatan donor darah ini sejalan dengan Budaya Humanis yang menjadi landasan utama gerak langkah Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yaitu menjunjung tinggi nilai cinta kasih, empati, dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang. Melalui budaya ini, setiap individu diajak untuk melihat sesama sebagai saudara dalam kemanusiaan.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari Misi Kesehatan Tzu Chi, yang berfokus pada upaya menjaga, melindungi, dan menyelamatkan kehidupan. Donor darah menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam misi tersebut, karena setetes darah yang terkumpul dapat menjadi harapan hidup bagi banyak pasien.
Editor: Arimami Suryo A.